BerandaInspirasi Indonesia
Senin, 15 Feb 2026 13:52

Kirab Empat Pusaka Semarakkan Hari Jadi ke-455 Banyumas

Empat pusaka kebesaran Banyumas diarak dalam prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas, Minggu (15/2). (Inibaruid.id/Ike P)

Kirab empat pusaka mewarnai peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas dengan arak-arakan menuju Pendopo Si Panji Purwokerto. Momentum ini diharapkan mendorong Banyumas semakin sejahtera, produktif, dan kondusif bagi investasi.

Inibaru.id - Peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas yang ditandai dengan prosesi Kirab Pusaka berlangsung khidmat pada Minggu (15/2). Masyarakat memadati jalur kirab untuk menyaksikan empat pusaka kebesaran daerah dikirab dari Rumah Dinas Wakil Bupati menuju Pendopo Si Panji Purwokerto.

Prosesi dimulai dengan upacara penyerahan pusaka oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, di halaman Pendopo Wakil Bupati. Setelah seremoni tersebut, iring-iringan bergerak menyusuri Jalan Soedirman. Setibanya di Pendopo Si Panji, pusaka-pusaka itu kemudian diistirahatkan kembali di Gedung Pusaka.

Empat pusaka yang dikirab terdiri atas Tombak Kiai Genjring, Keris Nala Praja, Keris Gajah Endra, dan Keris Kiai Sempana Bener. Masing-masing pusaka merepresentasikan nilai luhur masyarakat Banyumas, mulai dari simbol kekuatan dan kewibawaan, semangat perjuangan, hingga keteguhan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Barisan kirab dibuka oleh pembawa Lambang Daerah Kabupaten Banyumas, kemudian diikuti peserta kirab yang dipimpin Suba Manggala. Tahun ini, peran tersebut dijalankan oleh Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah. Para pembawa pusaka berjalan di belakangnya dengan sikap penuh hormat, mengiringi benda-benda bersejarah yang menjadi simbol identitas daerah.

Peran Bupati Banyumas pertama, Raden Joko Kahiman, ditampilkan oleh Kakang Mbekayu Banyumas dalam prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas. (Inibaruid.id/Ike P)

Nuansa historis semakin terasa dengan hadirnya sosok Bupati Banyumas pertama, Raden Joko Kahiman, beserta istri yang diperankan Kakang Mbekayu Banyumas. Selanjutnya, joli berisi foto Bupati Banyumas ke-2 hingga ke-31 turut memeriahkan prosesi. Di barisan berikutnya, Bupati Banyumas ke-32 Sadewo Tri Lastiono bersama Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti dan jajaran Forkopimda berjalan mengenakan busana adat Jawa Banyumasan, didampingi istri masing-masing.

Tahun ini, susunan peserta kirab juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya rombongan kecamatan berada setelah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kini posisinya diselang-seling sebelum akhirnya diikuti kelompok masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Sadewo berharap momentum hari jadi dapat mendorong kemajuan daerah sesuai visi Banyumas PAS. Ia menekankan pentingnya menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, produktif, dan adil.

Sadewo juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas daerah agar Banyumas semakin menarik bagi para investor.

“Mari kita jaga suasana tetap aman dan kondusif supaya orang-orang datang ke Banyumas dan investor berbondong-bondong masuk ke Kabupaten Banyumas,” katanya.

Karakter Punakawan Bawor memimpin barisan terdepan dalam prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas. (Inibaruid.id/Ike P)

Tradisi Pengingat Sejarah 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie, menjelaskan kirab pusaka merupakan agenda rutin yang selalu digelar setiap peringatan Hari Jadi Banyumas. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi pengingat sejarah panjang daerah, termasuk para pemimpin yang pernah menjabat.

“Kirab ini mengingatkan kita bahwa Banyumas memiliki sejarah panjang. Kita mengenang para bupati dari yang pertama, Raden Joko Kahiman, hingga yang sekarang,” jelasnya.

Ia menambahkan, kirab juga menjadi simbol kebersamaan karena melibatkan berbagai unsur pemerintahan, mulai dari bupati, anggota DPRD, kepala dinas, camat, hingga perangkat desa. Meski prosesi tahun ini tidak banyak berbeda dari sebelumnya, Agus menilai ada semangat dan komitmen yang semakin kuat untuk membawa Banyumas menjadi lebih maju.

Agus turut mengimbau masyarakat berperan aktif dalam pembangunan, menjaga kelestarian alam, serta menciptakan suasana aman dan damai. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.

Denting irama gamelan kenong menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat nuansa tradisi dalam arak-arakan pusaka kebesaran daerah. (Inibaruid.id/Ike P)

Salah seorang penonton, Saiful Anam, warga Semarang yang istrinya berasal dari Banyumas, mengaku baru pertama kali menyaksikan kirab pusaka secara langsung saat pulang kampung bertepatan dengan libur panjang Imlek.

“Saya kebetulan pulang kampung karena libur panjang. Ternyata ada kirab pusaka, jadi saya sempatkan menonton. Rasanya bangga melihat tradisi yang masih dijaga seperti ini,” tuturnya.

Melalui kirab pusaka ini, peringatan Hari Jadi ke-455 Banyumas tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat identitas sejarah, budaya, dan komitmen bersama untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik. (Ike Purwaningsih/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: