BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 21 Mei 2020 09:00

Ahmad Rizky Mardhatillah Umar Membawa Ajaran Islam pada Kehidupan Sosial

Ahmad Rizky Mardhatillah Umar sedang menjadi pembicara. (Dok. Ahmad Rizky Mardhatillah Umar)

Laki-laki berusia 30 tahun ini bukan sekadar orang yang mendalami ilmu agama. Dia juga bisa melihat dan mengembangkan ajaran Islam di kehidupan sosial-politik kita.

Inibaru.id – Pada usianya yang sudah mencapai angka 30 tahun, Ahmad Rizky Mardhatillah Umar bisa dibilang pemuda produktif, Millens. Selain sedang menempuh studi doktoral bidang Politik dan Hubungan Internasional di University of Queensland, Australia, dia juga aktif menjadi penulis dan peneliti isu keagamaan, politik, dan hubungan internasional. Selama kuliah di Queensland, dia juga menjadi ketua dari Ranting Istimewa Muhammadiyah di Queensland.

Yang membuat sosok ini lebih unik adalah fokusnya dalam menulis dan mengembangkan gagasan tentang ajaran Islam yang beririsan dengan dimensi sosial-politik manusia. Menurutnya, ajaran Islam nggak terbatas pada pelaksanaan ritual-ritual yang pelaksanaannya individualis.

“Padahal Islam sejak awal dibawa dan disebarkan, dimensinya sosial,” tulis Umar dalam surat elektronik, Jumat (15/5). Umar mencontohkan Ibn Khaldun, sejarawan muslim terkemuka, yang menyatakan bahwa Islam bisa menjadi sebuah peradaban dan bisa tersebar luas karena Islam membangun “solidaritas sosial” (ashabiyah). Solidaritas sosial ini bagi Umar memerlukan pengejewantahan aspek-aspek Islam dalam masyarakat.

“Maknanya, menurut saya, bukanlah menghadirkan Islam sebagaimana dia diajarkan di zaman pertengahan (sebagaimana kawan-kawan yang pengin khilafah seringkali bilang), tetapi Islam harus hadir sebagai etika sosial dan cara untuk membangun tatanan sosial yang adil,” tambah Umar, nama panggilan laki-laki lulusan University of Sheffield, Inggris ini.

Buku terbaru Umar yang terbit awal tahun 2020. (Jd.id)

Umar merasa aspek sosial-politik dari ajaran Islam jarang disampaikan dalam ceramah-ceramah dan dakwah-dakwah. Hal ini lah yang membuat Umar tekun terus mencari dan menulis aspek-aspek sosial-politik dari ajaran Islam.

Ketekunan itu berwujud dalam tiga buku yang sudah Umar terbitkan, yaitu Puasa dan Transformasi Sosial (2015), Nalar Kritis Muslim Abad 21 (2017), dan Dakwah dan Kuasa (2020). Dia juga baru selesai menggarap buku tentang sejarah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan lo, Millens. Duh, keren sekali, ya?

Jujur, saya terkejut saat mengetahui Umar nggak pernah mengenyam pendidikan keagamaan pada lembaga tertentu. Dia mengaku mendapat banyak ilmu tentang Islam ketika dia tergabung dalam Remaja Mesjid dan Pemuda Muhammadiyah di masa SMA. Sejak itu dia sering membaca tentang ajaran Islam hingga saat ini.

Menurut Umar, beragama nggak cuma mempraktikkan ritualnya. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>

Namun, di tengah kegigihan itu, pasti nggak semuanya berjalan lancar. Umar mengaku kesulitan untuk membagi waktu di tengah kesibukannya yang seabrek itu. Dia juga mengaku meyakinkan orang untuk menerima buah pikirannya nggak mudah. Bahkan dia sudah cukup sering dilabeli kiri, liberal, dan sosialis.

“Tapi paling tidak, kita terus menulis dan harapannya generasi muda yang bisa berpikir jauh lebih kritis akan bisa sedikit menerima,” tulis Umar. “Karena memang tantangan zaman ke depan semakin kompleks; dan kita perlu analisis Islam yang bersifat multi-dimensional,” tambah laki-laki kelahiran Banjarmasin ini.

Membaca jawaban-jawaban Umar, saya cuman bisa melongo saja membaca kegigihannya, Millens. Hehe (Gregorius Manurung/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: