BerandaHits
Jumat, 30 Jan 2025 14:53

Kontroversi Penggunaan Kecerdasan Buatan di Film 'The Brutalist'

Film 'The Brutalist' jadi kontroversi akibat pengakuan salah satu editornya yang memakai AI. (Universal Pictures)

Bukannya memakai pemeran asli Hungaria yang sudah fasih dengan bahasa dan logat khasnya, 'The Brutalist' memilih memakai AI untuk menyempurnakan dialog dan aksen Magyar dari aktor-aktor berbahasa asli Inggris.

Inibaru.id – Salah satu film yang mendapatkan nominasi penghargaan terbanyak pada ajang Academy Awards ke-97 alias Oscars 2025 adalah The Brutalist. Namun, film ini belakangan mendapatkan sorotan karena menggunakan kecerdasan buatan alias AI dalam proses produksinya.

Tayang sejak 1 September 2024, film yang disutradarai Brady Corbet ini dibintangi oleh aktor kawakan Adrien Brody. Beberapa pemeran lain yang ambil bagian dalam film yang menceritakan korban selamat holocaust yang pindah ke AS tersebut adalah Felicity Jones, Guye Pearce, dan Joe Alwyn.

Kabar tentang penggunaan AI yang kontroversial dalam film ini terungkap melalui sebuah wawancara yang digelar Red Shark News kepada David Jancso, editor The Brutalist. Jancso mengungkapkan, kecerdasan buatan dipakai untuk membuat dialog Magyar (bahasa Hungaria) pada film tersebut.

Tujuannya untuk membuat dialog natural, tapi justru memicu kontroversi. Alasannya, tentu saja karena adegan film, terutama dialog antarkarakter, seharusnya mengedepankan keahlian pemeran alih-alih mengandalkan AI.

Bukan yang Pertama

Teknologi kecerdasan buatan yang dipakai kreator film bergenre drama sejarah ini adalah Respeecher yang berbasis di Ukraina. Namun, sejatinya penggunaan perangkat ini pada film bukanlah yang pertama.

Sebelumnya, alat tersebut juga dipakai di untuk beberapa film Star Wars untuk memperbaiki suara Luke Skywalker dan Darth Vader. Kala itu, penggunaan AI ini juga mendapatkan banyak kritik. tapi nggak terlalu kentara karena penggunaannya nggak semasif di film The Brutalist.

Penggunaan AI di film 'The Brutalist' mendapatkan kritik negatif.(Universal Pictures)

Dialog Magyar dalam film yang menelan biaya sekitar 10 juta dolar AS itu memang cukup masif. Inilah yang membuat para kritikus bertanya, mengapa nggak menggunakan para aktor dari Hungaria sekalian alih-alih mempekerjakan Adrien Brody dan Felicity Jones yang jelas-jelas nggak fasih berbahasa Magyar?

Perlu kamu tahu, Brody lahir dan besar di Amerika Serikat, sedangkan Jones asli Inggris. Bahasa ibu mereka adalah Inggris, yang tentu saja berbeda dengan Magyar yang memiliki keunikan pelafalan dan kekhasan aksen sendiri. Produsen film merasa, semua itu bisa diperbaiki dengan AI.

Aktor yang Belajar Bahasa Lain

Menyewa aktor tertentu untuk memerankan karakter yang memakai bahasa berbeda sejatinya bukanlah sebuah masalah, justru menjadi nilai plus saat sang aktor mampu memerankannya dengan baik. Kita tahu banyak aktor yang belajar bahasa atau aksen tertentu dari pelatih dialog untuk mendalami peran.

Salah satu film yang banyak mendapatkan apresiasi adalah Pachinko yang memakai dua bahasa sekaligus, yakni Korea dan Jepang. Meski beberapa kritikus menyebut banyak aksen kurang pas, keputusan nggak memakai AI justru bikin film ini mendapatkan banyak respons positif.

Hingga kini, penggunaan AI dalam dunia seni memang masih dianggap sebagai hal negatif karena berpotensi bikin pekerja kreatif tersisih. Dalam The Brutalist, yang tersisih tentu saja aktor Hongaria atau pelatih dialog yang fasih dengan aksen dan pelafalan bahasa tersebut.

Menurut pendapatmu, penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia perfilman ini sudah bisa berterima atau membuatnya kehilangan unsur seninya, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: