BerandaHits
Kamis, 5 Nov 2025 19:37

Wawasan Kebangsaan Nggak Sekadar Hafalan, Tapi Cermin Sikap dan Tindakan Nyata

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto. (DPRD Jateng)

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menegaskan bahwa wawasan kebangsaan tak cukup hanya dihafal, tapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata generasi muda agar tak kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi.

Inibaru.id - Di tengah derasnya arus globalisasi dan derasnya arus informasi, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menegaskan kembali pentingnya menanamkan wawasan kebangsaan pada generasi muda. Menurutnya, wawasan kebangsaan bukanlah sekadar hafalan Pancasila dan UUD 1945, tetapi harus tercermin dalam sikap, tindakan, dan perilaku sehari-hari.

Hal itu dia sampaikan saat kegiatan Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme di Restoran Kebon Dalem, Kabupaten Karanganyar, yang diikuti oleh kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Di hadapan para peserta, politisi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa pemuda memegang peran penting sebagai penjaga persatuan dan penggerak masa depan bangsa.

“Anak muda penerus perjuangan bangsa perlu memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme. Generasi muda bakal menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Sumanto menilai, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar. Dunia yang semakin tanpa batas membuat budaya asing mudah masuk, dan nilai-nilai kebangsaan kerap tergerus oleh tren global. Dia mengingatkan bahwa wawasan kebangsaan perlu dijadikan pegangan moral agar anak muda tetap memiliki jati diri dan arah perjuangan yang jelas.

Sumanto mengingatkan para pemuda untuk menjadikan wawasan kebangsaan sebagai pegangan moral. (DPRD Jateng)

"Dalam situasi seperti ini, wawasan kebangsaan dan nasionalisme penting untuk menjadi sikap moral dan penguat jatidiri bangsa," ungkapnya.

Bagi Sumanto, wawasan kebangsaan tidak berhenti pada penghafalan simbol negara, tetapi merupakan cara pandang yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Dia mengingatkan, Indonesia yang kaya akan suku, bahasa, dan adat justru kuat karena keberagamannya.

Dia juga menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus menjadi napas perjuangan generasi muda. “Cinta tanah air ini nggak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata, inovasi, dan kontribusi positif di berbagai bidang. Mahasiswa, aktivis, dan generasi muda progresif harus menjadi pelopor perubahan yang berlandaskan pada ideologi Pancasila dan semangat nasionalisme," katanya.

Lebih jauh, Sumanto menilai nilai-nilai dasar seperti gotong royong, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab merupakan bagian nggak terpisahkan dari wawasan kebangsaan. Nilai-nilai itu, menurutnya, penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berintegritas tinggi, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

"Yang tak kalah penting, wawasan kebangsaan dan nasionalisme adalah benteng bagi generasi muda agar tak tercerabut dari akar budaya sendiri, dan mampu berperan aktif dalam membangun bangsa," paparnya.

Yuk, sebagai generasi muda untuk aktif berperan dalam menjaga persatuan dan memajukan bangsa lewat tindakan sederhana namun bermakna seperti melestarikan budaya, menghargai perbedaan, hingga berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Karena cinta tanah air, katanya, bukan sekadar slogan, melainkan kerja bersama yang harus terus dijaga. Setuju kan, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: