BerandaHits
Sabtu, 1 Okt 2021 08:59

Wabah Aneh di Kazahkstan, Bikin Warga Tidur Berhari-hari!

Wabah sleepy hollow membuat warga Kazakhstan tidur berhari-hari. (Flickr/ cloud.shepherd)

Di Kazakhstan, muncul wabah Sleepy Hollow yang membuat warganya bisa tidur berhari-hari. Pakar kesehatan bahkan sampai khawatir warga bisa mengalami masalah halusinasi. Kok bisa ya wabah ini muncul?

Inibaru.id – Nggak hanya terkena pandemi Covid-19 yang berbahaya, warga Kazakhstan juga mengalami masalah kesehatan lainnya. Banyak warganya yang terkena masalah kesehatan Sleepy Hollow. Masalah ini sangat aneh karena bisa membuat korban tertidur hingga berhari-hari!

Kamu tahu sendiri kan, Millens kalau orang tidur biasanya hanya semalaman. Normalnya sih 6 sampai 8 jam. Kalau lebih dari 10 jam ini saja pasti kamu bisa merasa pusing. Nah, wabah ini bisa membuat warga Kazahkstan sampai tidur berhari-hari, lo. Bagaimana bisa, ya?

Menurut Kantor Berita Kazakhstan Azkh, wabah ini terjadi di Desa Kalachi, Kazahkstan. Setidaknya 160 orang sudah menjadi korban. Meski terlihat menyenangkan karena membuat korbannya beristirahat sangat lama, tetap saja otoritas kesehatan setempat khawatir hal ini bisa memicu kematian!

Sebenarnya sih ya, wabah ini nggak kali ini saja muncul. Pada 2013 lalu, pemerintah sudah melaporkannya. Hanya, baru kali ini pemerintah menemukan sumber awal dari wabah ini. Memang, hingga sekarang belum ada korban jiwa. Namun, tetap saja sejumlah pakar kesehatan khawatir hal ini bisa memicu halusinasi berlebihan.

Kalau menurut keterangan Wakil Perdana Menteri Kazakhstan Berdybek Saparbayev, di Desa Kalachi serta Desa Karasnogorsky, ada tambang uranium. Tambang ini melepaskan karbon monoksida yang cukup tinggi.

Penyebab sleepy hollow adalah gas yang dikeluarkan tambang uranium. (Flickr/ Gauthier DELECROIX - 郭天)

“Penyebab penyakit telah ditetapkan. Ini dipicu oleh karbon monoksida. Dulu ada tambang uranium di daerah itu, yang sekarang sudah ditutup. Kadang tambang itu melepaskan karbon monoksida dan hidrokarbon, mungkin juga metana dalam konsentrasi tinggi. Saat itulah wabah sleepy hollow ini terjadi,” jelas Saparbayev.

Akibat dari hal ini, pemerintah pun memutuskan untuk memindahkan warga dari kedua desa tersebut ke lokasi lain yang nggak terkena paparan karbon monoksida, hidrokarbon, hingga metana lagi. Diharapkan, hal ini bisa membantu pemerintah mengatasi masalah wabah yang sangat nggak biasa ini.

Omong-omong ya, Krasnogorsky sejak dulu memang dikenal sebagai kota pertambangan. Populasinya memang nggak banyak, yakni sekitar 6.500 orang saja sehingga dianggap setara dengan desa di Indonesia.

Saat Uni Soviet gencar mengadakan program nuklir di masa 1960-an, kota ini dianggap sebagai penyedia uranium. Meski begitu, kini tambang uranium di sana sudah resmi ditutup.

Semoga saja wabah sleepy hollow aneh ini bisa segera diatasi sehingga nggak sampai menyebar, ya, Millens. (Asumsi/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: