Inibaru.id – Bisa jadi, salah satu stasiun kereta yang paling sibuk di Indonesia selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah Stasiun Tugu Yogyakarta. Maklum, stasiun ini persis berada di ujung utara ikon Kota Pelajar, yaitu Jalan Malioboro, yang selalu jadi jujugan wisatawan yang datang ke Kota Gudeg.
Stasiun kereta dengan nama resmi Stasiun Yogyakarta ini juga punya daya tariknya tersendiri. Bentuk bangunannya masih memakai arsitektur kolonial. Lebih dari itu, kalau kamu cermati, di dekat stasiun ini, ada palang pintu kereta api yang sangat unik dan nggak bisa ditemukan di tempat lain, Gez.
Palang pintu pertama yang kita bahas adalah yang ada di sebelah timur stasiun ini. Palang pintu ini seakan-akan jadi pembatas antara ujung utara Jalan Malioboro dan ujung selatan Jalan Mangkubumi. Pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero menyebutnya sebagai Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 3A Stasiun Yogyakarta.
Mengapa unik? Jika di tempat-tempat lain palang pintu kereta api memakai palang yang bisa naik-turun, JPL 3A Stasiun Yogyakarta justru memakai sistem palang geser.
“Palang pintu ini jadi satu-satunya perlintasan geser yang dikelola PT KAI (Persero),” ungkap Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih sebagaimana dinukil dari Pandanganjogja, Rabu (15/10).
Keunikan lain dari palang pintu kereta ini adalah hanya akan dibuka bagi pejalan kaki, pemakai sepeda, atau pemakai becak yang pengin melintas. Intinya sih, kendaraan bermotor seperti sepeda motor atau mobil nggak boleh lewat.
Sistem palang pintu geser ini konon terus dipertahankan sejak zaman penjajahan Jepang pada 1940-an. Alasannya, tentu karena faktor historis sekaligus menjaga fungsinya yang hanya diperuntukkan untuk membantu penyeberang yang berjalan kaki atau yang nggak memakai kendaraan bermotor melintas, Gez.
Nah, kalau kamu masuk ke area parkir Stasiun Tugu dari sisi timur, nggak jauh dari palang pintu JPL 3A, ada palang pintu lain yang nggak kalah unik. Kabarnya sih, palang pintu ini adalah palang pintu kereta terpendek di Indonesia.
Kamu bisa menemukannya di area pedestrian yang dipakai penumpang kereta berjalan kaki masuk atau keluar dari stasiun. Nah, karena para penumpang ini harus menyeberangi rel kereta api yang masih aktif, dipasang palang pintu dengan panjang kurang lebih 1 meter saja. Palang pintu ini akan menutup tatkala ada kereta api yang akan lewat. Orang-orang yang berjalan kaki pun harus menunggu sembari melihat kereta api melintas di jarak yang sangat dekat di depannya.
“Salah satu momen yang cukup menarik buat saya kalau keluar dari Stasiun Tugu ya pas menunggu kereta lewat di palang pintu super mini ini. Kayaknya cuma di Jogja ya yang ada kayak begini,” ucap warga Mlati, Sleman, Afiyanti pada Rabu (31/12/2025).
Jadi, kalau kamu pas liburan kali ini main ke Jogja, dan kebetulan naik kereta yang turun di stasiun ini, coba deh cek dua palang pintu kereta ini. Dijamin seru kok pas melihatnya. (Arie Widodo/E07)
