BerandaHits
Rabu, 24 Feb 2026 15:01

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

Warga sedang bersih-bersih di bantaran Sungai Tawang Mas Semarang. (Inibaru.id/ Sundara/Inibaru.id)

Pemkot Semarang memasifkan gerakan bersih-bersih sungai untuk menekan sedimentasi dan sampah yang selama ini kerap memicu banjir.

Inibaru.id - Sedimentasi tebal dan sampah yang terus menumpuk masih menjadi masalah klasik di sejumlah sungai di Kota Semarang. Kondisi ini membuat aliran air nggak optimal, yang tentu saja meningkatkan risiko banjir jika nggak rutin ditangani secara serius.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat mengikuti aksi bersih Sungai Tawang Mas dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Selasa (24/2/2026). Kegiatan peduli lingkungan juga digelar secara serentak di kabupaten dan kota Jawa Tengah (Jateng).

"Ini sudah kelima kalinya kami melakukan bersih-bersih sungai. Karena penyakit utama sungai di Kota Semarang itu endapannya sangat banyak," kata Agustina kepada Inibaru.id seusai acara. "Ini masih diperparah dengan sampah yang dibuang masyarakat, baik dari hulu maupun dari bantaran sungai."

Meski yang diinstruksikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah dua kali sepekan, Agustina menegaskan bahwa Pemkot Semarang akan meningkatkan pembersihan lingkungan menjadi tiga kali sepekan. Pembersihan akan meliputi kebersihan jalan, lingkungan permukiman, saluran air, hingga bantaran sungai.

Fungsi Saluran Nggak Optimal

Sebagai wilayah hilir yang menampung aliran dari kawasan hulu, Kota semarang seringkali menghadapi banjir karena fungsi saluran nggak optimal. Salah satu penyebab utamanya ialah sumbatan sampah yang menghambat aliran air.

"Hari Sabtu di Sungai Jaten, kami mendapatkan sekitar 1,4 ton sampah dengan keterlibatan masyarakat 350 orang. Di Sungai Tawang Mas hari ini kami mengeruk sampah dua dump truk ditambah sekitar 1,1 ton dengan partisipasi masyarakat 450 orang," tutur Agustina.

Pemkot Semarang juga mengerahkan alat berat untuk mengangkut sampah didasar sungai. (Sundara/Inibaru.id)

Sebagai langkah lanjutan, Agustina menyebut pihaknya telah membentuk Satuan Tugas Bersih Lingkungan (Satgas Berlian) di setiap kelurahan. Tim ini diharapkan mampu menangani sumbatan sampah di aliran sungai yang selama ini kerap memicu banjir di Kota Semarang.

"Keberadaan Satgas Berlian di tiap kelurahan semoga berfungsi baik sehingga sumbatan sampah di sungai dan aliran air pemicu banjir bisa tertangani," sebutnya.

Menanam Pohon Tabebuya

Nggak hanya fokus pada pembersihan, Pemkot Semarang juga membawa pohon tabebuya untuk ditanam di median jalan maupun area yang memungkinkan. Penanaman ini menjadi bagian dari upaya penataan lingkungan sekaligus menambah ruang hijau kota.

Melalui upaya tersebut, selain mampu memulihkan ekosistem di sepanjang bantaran sungai, Agustina berharap risiko banjir juga dapat ditekan. Untuk perawatan tanaman, Pemkot akan menyerahkannya kepada masyarakat agar keberlanjutannya terjaga.

"Setelah kami pergi, (pohon) yang ditanam itu akan dipasrahkan kepada masyarakat. Mereka yang merawat, agar nantinya menjadi pohon yang kuat dan indah," tandas Agustina.

Penanganan sungai nggak bisa menunggu Pemkot bergerak atau berhenti pada aksi bersih-bersih satu-dua kali. Konsistensi, pengelolaan sampah dari hulu, dan peran warga jadi penentu agar aliran air tetap lancar dan kota lebih tahan banjir. Setuju Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: