BerandaHits
Minggu, 21 Feb 2026 17:56

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

Wali Kota Semarang sempat kewalahan menangani berbagai peristiwa banjir di satu tahun kepemimpinnya. (Inibaru.id/ Sundara)

Alih-alih mengelak, Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam satu tahun kepemimpinannya, memilih mengakui bahwa dirinya sempat kewalahan menangani banjir di Kota Semarang.

Inibaru.id - Banjir masih menjadi persoalan kompleks di Kota Semarang, terutama saat hujan ekstrem. Sejumlah permukiman dan ruas jalan, termasuk Jalan Kaligawe Raya atau Pantura Semarang-Demak hingga kini menjadi titik langganan banjir. Bahkan, kawasan itu pernah tergenang hingga berminggu-minggu.

Alih-alih mengelak, dalam pertanggungjawaban satu tahun kepemimpinannya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui bahwa pihaknya sempat kewalahan menangani persoalan tersebut. Menurutnya, infrastruktur dan tata kelola kota yang belum dia pahami sepenuhnya menjadi tantangan utama.

"Kalau hujan, heboh banjir. Paling parah di Genuk, Gayamsari, Tlogosari, dan sedikit di pegunungan Tembalang," ujar Agustina dalam konferensi pers di Kota Semarang, Jumat (21/2). "Awal menjabat wali kota, sarjana sastra ini belum terlalu paham. Kewalahan, karena butuh pemahaman infrastruktur yang mendalam."

Setelah menelaah dan belajar terkait berbagai peristiwa banjir, Agustina mengaku menemukan bahwa titik yang paling sulit dikendalikan berada di daerah muara. Meski pemerintah pusat telah menyiapkan solusi, proses pembangunannya justru menimbulkan persoalan baru.

"Pembangunan dilakukan dengan membuat jembatan dari tanah. Akibatnya, limpasan air kembali ke masyarakat. Banjir pun berlangsung sangat lama, sampai sepuluh hari, sebelum akhirnya dibongkar dan ditangani," ungkap Agustina.

Agustina menekankan, penanganan banjir membutuhkan pendekatan hulu-hilir yang menyeluruh. Dia pu kemudian meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyusun road map pengelolaan jalan, saluran, dan sungai yang terintegrasi.

Selain itu, politisi PDI-P itu meminta Badan Pengelolaan Keungan Aset Daerah (BPKAD) menginventarisasi jalur air yang berdekatan dengan tanah milik Pemkot. Strateginya adalah mengurangi debit air per jalur dan memecah alirannya ke sisi lain.

"Selama ada tanah milik Pemkot, akan dibuat kolam-kolam kecil yang saling terhubung satu jalur, lalu mengalir ke muara," terang Agustina.

Agustina mengklaim, perbaikan infrastruktur untuk menangani dan mengurangi banjir di wilayah timur Semarang sudah realistis. Menurutnya, kondisi fiskal kota dianggap memadai, asalkan pengeolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nggak ada yang bocor.

Untuk titik-titik banjir baru, Pemkot Semarang akan memperketat pengawasan saluran air. Beberapa OPD dilibatkan untuk memastikan jalur air tetap bebas dari bangunan liar, termasuk keberadaan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Menurutnya, mayoritas banjir yang selama ini sering merendam permukiman dikarenakan tata jalur air yang nggak sesuai. Saat ini, Pemkot mengatakan nggak akan segan membongkar bangunan PKL yang berdiri di atas saluran air seperti yang ada di Jalan Gajah.

"Mulai 2026, setiap orang yang ingin mendirikan bangunan atau mengurus KRK harus mengikuti gambar tata kota. Jika tidak sesuai, izin tidak akan diberikan," pungkasnya.

Setelah melewati satu tahun kepemimpinan, semoga penanganan banjir di Kota Semarang bisa lebih serius ke depannya. Kewalahan pada tahun pertama adalah hal wajar. Kalau masih kebingungan lagi tahun-tahun setelahnya, itu baru masalah. Gimana menurutmu, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pertamina: Harga BBM Berpotensi Turun Bertahap Mulai Juli

27 Jun 2026

Barikan Sitinggil, Cara Warga Kriyan Merawat Jejak Ratu Kalinyamat Lewat Doa dan Kebersamaan

28 Jun 2026

Masyarakat Bisa Pilih Logo HUT Ke-81 RI, Pemerintah Buka Polling hingga 28 Juni

29 Jun 2026

Perusahaan Kereta Asal Swiss Lirik Indonesia sebagai Basis Produksi untuk Pasar Asia

30 Jun 2026

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina DEX Turun Mulai 1 Juli 2026, Pertamax Tetap

1 Jul 2026

DJP Siap Terapkan Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026

1 Jul 2026

Mulai 1 Juli 2027, Empat Marketplace Resmi Pungut Pajak Pedagang Online

2 Jul 2026

Tabung CNG 3 Kg Segera Diuji, Diklaim Lebih Aman dari LPG

3 Jul 2026

Pemerintah Siapkan 39 Bandara Baru, Total Bandar Udara di Indonesia Bakal Jadi 296

4 Jul 2026

Belajar Langsung dari Mbah Atemo, Belasan Anak Muda Lestarikan Mainan Tradisional Berbahan Kertas Bekas

6 Jul 2026

Mengenal Bunga Edelweiss Jawa, Si "Bunga Abadi" yang Justru Terancam Punah

6 Jul 2026

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: