BerandaHits
Senin, 15 Feb 2026 16:56

Tuk Panjang, Kebab Kambing Xinjiang, dan Pesan Perdamaian dari Pecinan Semarang

Tradisi Tuk Panjang saat pembukaan Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan Semarang. (Sundara/Inibaru.id)

Tradisi Tuk Panjang kembali digelar di Pecinan Semarang menghadirkan kebersamaan dan merasakan pengalaman mencicipi kuliner khas Xinjiang menjelang Imlek.

Inibaru.id - Tradisi Tuk Panjang kembali digelar di kawasan Pecinan Semarang menjelang Imlek pada Jumat (13/2/2026) malam. Tahun ini ada yang spesial karena seluruh hidangan diracik langsung oleh koki asal Xinjiang, menghadirkan sentuhan kuliner Muslim Tionghoa yang jarang ditemukan di Semarang.

Oya, Tuk Panjang dalam tradisi Tionghoa adalah momen makan bersama yang mengundang seluruh anggota keluarga. Tradisi ini penting untuk menjaga keakraban dan kebersamaan antaranggota keluarga.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim, menjelaskan bahwa Tuk Panjang sejatinya tradisi makan malam keluarga besar. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada malam sebelum Imlek.

"Semua keluarga diundang, sehingga di rumah harus disiapkan meja panjang, makanya disebut Tuk Panjang," ucap Harjanto kepada Inibaru.id.

Tradisi itu kemudian diadopsi ke ruang publik, termasuk saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2026 yang dihadiri para pejabat Pemkot Semarang, tokoh, dan warga lintas agama. Di meja yang sama, mereka saling berbagi tempat untuk makan bersama, menciptakan suasana kebersamaan.

Tahun ini, menu Tuk Panjang menampilkan cita rasa kuliner khas Xinjiang, Tiongkok, yang dimasak langsung oleh koki dari sana. Hidangan utamanya memakai daging kambing.

"Menu ini dipilih karena kami belum pernah makan (daging kambing) sebelumnya. Jadi, ini mencoba pengalaman kuliner baru dan sarat maknanya," paparnya.

Makna Hidangan Tuk Panjang

Tuk Panjang menjadi tradisi yang terus dirawat di Pecinan Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Kue Moho menjadi pembuka, simbol rezeki yang merekah. Teksturnya yang padat mengingatkan agar manusia memiliki isi dan pendirian teguh.

Salad Mentimun melambangkan kesegaran dan kejernihan pikiran. Hidangan ini mengingatkan bahwa keberuntungan sejati bukan soal kemewahan, tapi keseimbangan tubuh dan finansial.

Kebab Kambing Khas Xinjiang menandai semangat dan kehangatan keluarga. Daging yang ditusuk rapat melambangkan persatuan, sedangkan taburan jintan dan cabai mengingatkan agar hidup dijalani penuh gairah.

Claypot Sapi Khas Xinjiang melambangkan ketahanan menghadapi tantangan. Wadah tanah liat yang menyimpan panas lama menjadi simbol doa agar rezeki dan kebahagiaan tak cepat menguap, sementara daging yang dimasak perlahan mengingatkan pentingnya kesabaran.

Paha Kambing Bakar Khas Xinjiang menjadi simbol kemakmuran dan langkah mantap menyongsong tahun baru. Lapisan luar garing dan bagian dalam lembut mengajarkan keseimbangan antara ketegasan dan kasih sayang.

Hidangan penutup, minuman Ginger Peppermint menghadirkan keseimbangan antara ketegasan dan ketenangan. Panas jahe melambangkan kerja keras, sementara sejuk peppermint menandai kepala yang tetap jernih.

Harjanto menilai, makna Imlek di tahun Kuda membawa karakter yang tidak selalu mudah ditebak. Tantangan ekonomi dan kehidupan yang dialami pada 2025 menjadi pelajaran penting agar langkah ke depan lebih terkendali.

"Tahun Kuda ini unpredictable, susah ditebak. Karena pada tahun 2025 masa yang tidak mudah untuk usaha maupun kehidupan," tukas Harjanto.

Tuk Panjang kini bukan sekadar sajian makan malam, tetapi telah menjadi tradisi yang mempersatukan masyarakat Kota Semarang sekaligus menjaga nilai kebersamaan menjelang Imlek. (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Temuan Prasasti di Klaten Bukan yang Pertama, Diduga Terhubung dengan Dua Prasasti Era Kolonial

18 Jun 2026

AMSI Dorong Kolaborasi Media untuk Menghadirkan Informasi Iklim yang Lebih Kredibel

19 Jun 2026

Kenapa Harga Pertamax Belum Turun Meski Ada Penurunan Harga Minyak Dunia? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

20 Jun 2026

Mengapa Kebo Bule Selalu Hadir dalam Kirab Malam 1 Suro? Begini Sejarah dan Maknanya

21 Jun 2026

Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil

22 Jun 2026

Kenali Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli, Jangan Sampai Tertipu Oknum Mengatasnamakan BPS

23 Jun 2026

B50 Siap Beredar Juli 2026, Pemerintah Optimistis Tak Perlu Lagi Impor Solar

24 Jun 2026

Mendag Tegaskan NIB untuk Penjual Online Bukan untuk Pungutan Pajak

25 Jun 2026

5 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dunia Fantasi Ancol Tahun Ini

25 Jun 2026

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

26 Jun 2026

Pertamina: Harga BBM Berpotensi Turun Bertahap Mulai Juli

27 Jun 2026

Barikan Sitinggil, Cara Warga Kriyan Merawat Jejak Ratu Kalinyamat Lewat Doa dan Kebersamaan

28 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: