BerandaHits
Selasa, 26 Mei 2025 14:13

Tahun Ajaran Baru Juli 2025, Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi

Ilustrasi: Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru ini, yang akan dimulai pada Juli 2025 mendatang. (Unsplash via Hypeabis)

Sebagian besar sudah memasuki tahap 'registrasi siswa baru', Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi siswa miskin akan resmi beroperasi pada Juli 2025 atau mulai tahun ajaran baru 2025/2026.

Inibaru.id - Kasmari baru saja tiba di sebuah kedai kopi di pinggiran Kabupaten Kendal ketika pemilik warung tiba-tiba menanyakan nasib putra bungsunya yang tahun ini lulus madrasah tsanawiyah (MTs). Pemilik warung bertanya karena anak semata wayangnya juga tahun ini lulus SMP.

"Mbuh (tidak tahu), Mas. Penginnya mondok (sekolah pesantren), tapi kayane bocahe wegah (sepertinya si anak nggak berkenan). Ya sudah, cari sekolah yang murah saja, nek iso (kalau bisa) gratis," kelakar lelaki paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tersebut, belum lama ini.

Obrolan itu terus berlanjut hingga kopi yang dipesan Kasmari disuguhkan, diteguk beberapa kali, bahkan setelah minuman itu tandas. Selain kedua orang tersebut, sempat ada seorang pembeli yang juga ikut nimbrung, yang dari busananya kemungkinan adalah seorang perangkat desa.

Pada akhir obrolan, lelaki yang tampak masih muda itu menyarankan Kasmari untuk mencari tahu tentang program Sekolah Rakyat yang akan dimulai tahun ini. Dia mengatakan, sekolah model asrama itu gratis untuk masyarakat miskin.

Memberikan Pendidikan yang Layak

Sebagai orang yang sehari-hari hanya hidup dengan mengandalkan uang hasil bantu-bantu di ladang orang, keberadaan sekolah rakyat tentu sangat penting bagi orang seperti Kasmari. Dia percaya bahwa pendidikan untuk anak sangatlah penting, jadi sebisa mungkin nggak memutus harapan anak-anaknya.

"Saya punya tiga anak. Sing mbarep (yang sulung) di pondok pesantren di Mranggen (Kabupaten Demak), sebentar lagi lulus. Yang kedua nyusul tahun lalu. Nah, yang bontot (bungsu) mboten purun tindak pesantren (nggak mau pergi ke pesantren). Pusing, tapi saya pengin anak tetap sekolah," tuturnya.

Obrolan santai dengan pemilik kedai kopi dan seorang anak muda yang dia bahkan nggak tahu namanya itu diakui Kasmari kian menguatkan dirinya berkomitmen memberikan pendidikan yang layak untuk buah hatinya. Caranya adalah dengan mendorong anak ke SMA negeri yang gratis sembari mencari tahu tentang sekolah rakyat.

"Tadi (berdasarkan obrolan di kedai kopi) katanya Kementerian Sosial (Kemensos) mau bikin 100 Sekolah Rakyat di Indonesia. Semoga ada yang di dekat sini (Kendal), jadi anak saya bisa ikut," terangnya sebelum mengakhiri obrolan.

Mengenal Sekolah Rakyat

Ilustrasi: Sekolah Rakyat akan berbentuk asrama atau boarding school terpadu. (Smadwiwarna)

Perlu kamu tahu, Sekolah Rakyat adalah program gagasan Presiden RI Prabowo Subianto yang rencananya akan mulai beroperasi pada Juli 2025 mendatang. Dari 198 lokasi yang diusulkan menjadi tempat pendirian sekolah model asrama ini, 45 lokasi telah siap beroperasi tahun ini.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf pada Maret lalu mengungkapkan, program andalan Kemensos ini akan mulai beroperasi untuk tahun ajaran 2025/2026. Sementara, proses penerimaan peserta didik dan rekrutmen tenaga pendidik dimulai pada April 2025.

"Peserta didik akan diseleksi melalui berbagai tahapan. Pertama, seleksi administratif. Yang berhak mendaftar adalah mereka yang termasuk dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)," terangnya pada 19 Maret 2025.

Setelah lolos seleksi administratif, dia melanjutkan, calon peserta didik akan menjalani tes potensi akademik, psikotes, kunjungan rumah (home visit), wawancara dengan orang tua, serta pemeriksaan kesehatan.

Sekolah Rakyat di Jawa Tengah

Untuk wilayah Jawa Tengah, pemerintah provinsi saat ini menggunakan data kemiskinan yang dimiliki oleh Kemensos untuk proses rekrutmen peserta didik. Berikut adalah daftar sentra Sekolah Rakyat di Jateng yang telah dipastikan bisa mulai beroperasi tahun ini

  • Sentra Baturaden di Banyumas
  • Sentra Prof Suharso di Solo
  • Sentra Margo Laras di Pati
  • Sentra Antasena di Magelang
  • Sentra Kartini di Temanggung

Selain kelima lokasi yang dipastikan telah siap menampung para siswa sekolah rakyat tersebut untuk tahun ini, pemerintah setempat juga tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk menambah lebih banyak Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Mensos berharap, program ini dapat menjadi solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan pendidikan serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh siswa untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Transparan, tanpa Titipan

Persiapan Sekolah Rakyat yang dipimpin oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (tengah berpeci). (Kemensos)

Dalam kunjungannya ke Jateng, menteri yang biasa disapa Gus Ipul itu menegaskan bahwa semua proses rekrutmen dilakukan secara transparan, tanpa ruang untuk titipan atau pungutan. Karena itulah dia menggarisbawahi pentingnya validasi dan verifikasi DTSEN oleh para pendamping sosial.

“Tidak ada titipan. Tidak ada pungutan. Semua berdasarkan data. Pendamping punya amanah besar untuk menghadirkan keadilan lewat pendidikan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman Kemensos, Minggu (25/5). "Kami tidak akan membiarkan satu pun warga miskin tercecer hanya karena data yang tidak akurat."

Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat M Nuh mengungkapkan, Sekolah Rakyat nggak hanya bertujuan untuk memberikan akses pendidikan, tapi juga menyiapkan para siswa sebagai agen perubahan untuk memutus rantai kemiskinan.

"Lulusan Sekolah Rakyat kami harapkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan dukungan beasiswa Bidik Misi," terang mantan Menteri Pendidikan Nasional itu pada Maret lalu. "Selain itu, anak-anak juga akan dibekali keterampilan digital seperti coding, cybersecurity, data sains, dan lain-lain."

Menyerupai Sekolah Asrama

Sekolah rakyat diyakini akan menelurkan para lulusan terbaik karena akan didukung pelbagai sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai serta guru yang mumpuni, sebagaimana diungkapkan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin.

Toni mengungkapkan, sekolah rakyat dirancang menyerupai sekolah asrama (boarding school) dengan proses evaluasi siswa dilakukan secara berkala. Evaluasi tersebut, lanjutnya, juga akan meliputi aspek gizi, kesehatan, tingkat IQ, kedisiplinan, kecerdasan mental, hingga kompetensi masing-masing peserta didik.

"Dalam proses pembelajaran, sekolah ini akan mengacu pada kurikulum standar pendidikan nasional (mata pelajaran formal), dengan sejumlah penambahan materi khusus dalam bidang kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan sesuai kebutuhan siswa," terangnya, Maret lalu.

Karena proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) akan dimulai pada Juli mendatang, pendaftaran siswa baru untuk sekolah rakyat rata-rata sudah ditutup. Namun, ini bisa menjadi angin segar bagi para orang tua yang berminat untuk mendaftarkan buah hatinya tahun mendatang.

Agar nggak ketinggalan informasi, segera mungkin cari tahu syarat dan ketentuan yang berlaku, ya! Buat para orang tua yang buah hatinya lolos seleksi pada rekrutmen Sekolah Rakyat tahun ini, selamat ya! Semoga bermanfaat! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: