BerandaHits
Selasa, 16 Mar 2026 09:01

Tahayul Dunia Percintaan di Jepang yang Unik dan Lucu

Melihat lampu Tokyo Tower padam di tengah malam disebut-sebut jadi salah satu takhayul cinta di Jepang paling populer di sana. (Magical-trip)

Ternyata, orang Jepang juga percaya dengan takhayul di dunia percintaan. Apa saja ya takhayul-takhayul tersebut.

Inibaru.id - Bicara soal cinta, hampir semua budaya di dunia punya kepercayaan atau takhayul yang unik. Jepang pun tidak terkecuali. Di negeri sakura, urusan asmara ternyata juga sering dikaitkan dengan berbagai pertanda, mulai dari tempat kencan, cuaca, sampai benda-benda sederhana di sekitar kita.

Beberapa tahayul ini terdengar romantis, sebagian lagi cukup aneh, tapi semuanya menjadi bagian menarik dari budaya populer di Jepang. Nah, berikut adalah beberapa di antaranya.

Tempat kencan yang dianggap membawa keberuntungan

Salah satu lokasi yang sering dikaitkan dengan keberuntungan dalam percintaan adalah Tokyo Tower. Menurut kepercayaan populer, pasangan yang menyaksikan lampu menara tersebut padam tepat tengah malam dipercaya akan bersama selamanya. Banyak pasangan sengaja datang ke sana demi momen “magis” tersebut.

Selain itu, ada juga berbagai kuil yang dikenal sebagai tempat memohon jodoh di kota Tokyo. Tidak sedikit pasangan yang berkunjung untuk berdoa agar hubungan mereka langgeng.

Cuaca juga dipercaya memengaruhi kelanggengan hubungan

Takhayul cinta di Jepang juga sering dikaitkan dengan fenomena alam. Misalnya, jika sepasang kekasih melihat pelangi setelah hujan bersama, atau mengalami salju pertama saat berkencan, hubungan mereka dipercaya akan bertahan lama.

Hal serupa juga berlaku ketika pasangan menyaksikan gerhana matahari bersama. Momen langka ini dianggap sebagai pertanda kuatnya ikatan cinta.

Payung yang jadi simbol romantis

Ada istilah populer di Jepang bernama ai ai gasa, yang secara harfiah berarti “berbagi payung”. Kata ai sendiri juga berarti cinta. Karena itu, berjalan berdua di bawah satu payung sering dianggap sebagai simbol kedekatan romantis.

Dulu, remaja Jepang bahkan sering menggambar payung dengan dua nama di bawahnya, tepatnya nama mereka dan nama orang yang disukai, sebagai simbol cinta yang sederhana.

Takhayul unik dari alat tulis

Di serial dorama Jepang 'Teasing Master Takagi-san', terungkap takhayul cinta di Jepang tentang menulis nama orang yang disukai di penghapus. (Netflix)

Takhayul dunia percintaan di Jepang menarik lainnya berkaitan dengan benda yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti penghapus dan tinta.

Konon, jika seseorang menulis nama orang yang disukai di penghapus baru lalu menggunakannya sampai habis tanpa diketahui siapa pun, perasaannya dipercaya akan terbalas. Sebaliknya, menulis nama seseorang dengan tinta merah dianggap tabu. Dalam budaya Jepang, tinta merah sering digunakan untuk menulis nama orang yang telah meninggal, sehingga dianggap membawa pertanda buruk.

Tempat kencan yang justru dianggap membawa sial

Tidak semua tempat kencan membawa keberuntungan. Salah satu lokasi yang terkenal dengan “kutukan putus cinta” adalah Inokashira Park di kawasan Kichijoji. Konon, pasangan yang naik perahu angsa di danau taman tersebut akan berakhir putus.

Legenda ini sering dikaitkan dengan dewi seni dan kekayaan Jepang, Benzaiten, yang dipercaya cemburu pada pasangan yang terlalu mesra.

Tempat lain yang juga sering dianggap “lokasi ujian pasangan” adalah Tokyo Disneyland. Bukan karena kutukan mistis, melainkan karena antrean panjang, biaya mahal, dan perjalanan jauh yang kadang memicu pertengkaran pasangan.

Dari jerawat sampai takoyaki

Beberapa takhayul cinta Jepang juga terdengar cukup lucu. Misalnya, jika muncul jerawat di pipi kiri, dipercaya ada seseorang yang sedang jatuh cinta padamu. Bahkan ada kepercayaan bahwa jika kamu tanpa sengaja makan takoyaki tanpa potongan gurita di dalamnya, itu pertanda kamu akan menemukan cinta yang bertahan lama.

Meski tidak semuanya dipercaya secara serius, tahayul-tahayul ini tetap menjadi warna tersendiri dalam budaya romantis Jepang. Kamu sendiri, percaya yang mana, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: