BerandaHits
Sabtu, 27 Okt 2017 11:48

Sindrom Sleeping Beauty Dipicu oleh Gigitan Lalat?

Kondisi Echa saat masih terlelap dan tidak bisa dibangunkan. (Uzone)

Lalat tsetse membawa parasit yang akan menginfeksi sistem saraf pusat manusia dan memicu sindrom putri tidur.

Inibaru.id – Sindrom putri tidur yang dialami oleh remaja putri bernama Siti Raisha Miranda dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, masih menjadi perbincangan warganet. Menteri Kesehatan Nila Moeloek bahkan sampai angkat bicara tentang penyakit yang membuat gadis yang dipanggil Echa ini tidur hingga 13 hari. Menurut Nila, penyebab dari sindrom yang diderita Echa ternyata berasal gigitan lalat.

“Dia itu bukan tertular penyakit atau sedang meminum obat tidur. Sindrom itu dikenal orang-orang dulu akibat gigitan lalat tsetse,” ucap Nila sebagaimana dilansir dari Tempo (26/10/2017).

Baca juga:
Sindrom Putri Tidur, Gangguan Langka yang Misterius
Si Putri Tidur Terlelap Belasan Hari

Pakar kesehatan spesialis saraf RSUD Ulin Banjarmasin bernama dr Lily Runtuwene memberikan penjelasan yang berbeda. Menurut dr Lily, penyebab dari sindrom ini adalah mutasi gen sehingga bisa disebut sebagai penyakit bawaan.

“Mutasi gen adalah perubahan gen yang seharusnya A jadi B. Itu biasanya terjadi saat pembuahan dalam rahim ketika ibunya mengandung anak penderita sindrom ini,” ucapnya sebagimana dikutip dari Bangkapos (22/10/2017).

“Oleh sebab itu, bagi ibu hamil harus sangat berhati-hati, terutama sekali ketika usia kehamilan nol hingga tiga bulan saat janin masih dalam proses pembentukan,” lanjutnya.

Penyebab dari mutasi gen ini bisa jadi karena infeksi, paparan sinar radiasi, hingga paparan zat kimia yang ada dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh ibunya dan mempengaruhi proses pembuahan janin di dalam rahim.

Baca juga:
Ribuan Ikan Nila Mendadak Mati di Mukomuko
Kevin Akan “Jadi” Mbok Jamu dalam Ajang Miss International 2017

Untuk kasus gigitan lalat tsetse, hal ini biasanya ditemukan di Afrika. Lalat ini memang bisa menghisap darah korbannya. Sayangnya, lalat ini juga membawa parasit yang jika masuk ke dalam tubuh manusia akan menginfeksi sistem saraf pusat dan memicu sindrom Kleine-Levin, nama medis dari sindrom putri tidur.

Infeksi parasit yang dibawa oleh lalat tsetse biasanya akan menimbulkan gejala awal seperti demam, sakit kepala, serta gatal-gatal pada kulit. Setelahnya, penderitanya akan mengalami gejala seperti kejang-kejang, kesulitan berpikir, hingga tidur dalam waktu yang lama. Jika kondisi ini tidak segera ditangani secara medis, bisa jadi korban tidak akan lagi bisa bangun dari tidurnya.

Nila berkata bahwa pihak pemerintah terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memantau sekaligus membantu kondisi kesehatan Echa. (AW/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: