BerandaHits
Jumat, 6 Nov 2025 14:21

Selama Uji Coba, Warga Gratis Naik Bus Listrik Trans Semarang

Bus Listrik di Semarang mulai dioperasikan. Warga bisa mencobanya dengan gratis. (Humas Pemkot)

Bus listrik Trans Semarang buatan Surabaya ini diklaim memiliki jarak tempuh lebih dari 250 kilometer per pengisian baterai. Kapasitas bus besar mencapai 72 penumpang, sedangkan bus sedang menampung sekitar 40 orang.

Inibaru.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang resmi memulai uji coba operasional Bus Listrik Trans Semarang pada Rabu (5/11/2025). Dengan rute Terminal Mangkang–Simpang Lima pergi-pulang (PP), masyarakat dapat menikmati pengalaman menaiki bus listrik ini secara gratis selama masa uji coba.

Sekretaris Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan, uji coba ini merupakan langkah awal menuju pengoperasian armada transportasi publik ramah lingkungan di Ibu Kota Jawa Tengah.

“Dishub melalui Trans Semarang sedang mengembangkan dan beralih ke kendaraan ramah lingkungan (koridor hijau) dengan menggunakan bus listrik. Saat ini baru dua unit yang diuji; satu bus besar dan satu bus sedang,” ujar Danang, Rabu (5/11).

Bus listrik berukuran besar akan melayani Koridor 1 dengan rute Terminal Mangkang–Pemuda–Simpang Lima–Terminal Penggaron. Sementara itu, satu unit bus berukuran sedang akan diuji di koridor lain yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi medan di Semarang.

“Rencana operasional penuh baru akan dilakukan tahun depan. Tahun ini masih tahap uji coba selama dua minggu hingga satu bulan. Masyarakat bisa ikut mencoba agar kami bisa menilai performa dan karakter bus di lapangan,” tambahnya.

Sistem Lelang Beli Layanan

Menurut Danang, pengadaan bus listrik nantinya nggak dilakukan dengan pembelian langsung, melainkan melalui sistem lelang beli layanan.

“Kami lelang beli layanan, bukan busnya. Jadi, vendor atau konsorsium yang memenuhi persyaratan akan mengelola koridor yang telah disiapkan,” jelasnya.

Uji coba ini juga bertujuan untuk menilai kemampuan baterai bus menghadapi kondisi medan Kota Semarang yang bervariasi, termasuk jalur tanjakan.

“Di daerah tanjakan tentu penggunaan baterai lebih besar, jadi kami akan lihat dulu apakah mampu melayani satu hari penuh,” ujarnya.

Bus listrik yang digunakan merupakan produk buatan Surabaya dengan jarak tempuh lebih dari 250 kilometer per satu kali pengisian daya. Bus besar mampu menampung hingga 72 penumpang, sedangkan bus sedang berkapasitas sekitar 40 orang.

Ramah Penyandang Disabilitas

Danang mengatakan, desain interior bus listrik ini telah disesuaikan agar lebih nyaman dan ramah bagi penyandang disabilitas.

“Kami ingin penumpang bisa lebih nyaman dengan kursi menghadap ke depan dan akses mudah bagi disabilitas tanpa harus naik ke halte tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BLU Trans Semarang Haris Setyo Yunanto menjelaskan, uji coba bus listrik ini merupakan bagian dari implementasi koridor hijau yang telah dikaji sejak lama.

“Harapan kami, dengan bus listrik ini tidak ada lagi isu bus mogok atau asap tebal yang selama ini mengganggu pengendara lain. Bus listrik lebih ramah lingkungan dan mendukung pengurangan emisi gas buang,” tuturnya.

Oya, bus listrik Trans Semarang akan melakukan pengisian daya di dua titik, yaitu Terminal Mangkang dan Penggaron. Dengan teknologi fast charging, baterai bus dapat terisi penuh dalam waktu sekitar 30 menit, dan mampu melayani hingga delapan perjalanan pergi-pulang setiap harinya.

Semoga uji coba berjalan lancar dan transisi Semarang menuju sistem transportasi publik yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan segera tercapai. (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: