BerandaHits
Selasa, 19 Des 2022 14:24

Rupanya Ini Alasan Berang-Berang Laut Bergandeng Tangan saat Tidur

Berang-berang laut berpegangan tangan saat tidur karna berjaga-jaga agar nggak terpisah ketika mengambang di laut. (Joe Robertson/Wikimedia Commons)

Berang-berang laut memiliki kebiasaan bergandengan tangan saat tidur karena beberapa alasan. Salah satunya karena ngga mau pisah dengan pasangannya. Lucu ya?

Inibaru.id - Ada banyak tingkah laku lucu dan menggemaskan dari hewan yang bikin kita kagum. Salah satunya adalah kelakuan berang-berang laut, Millens. Bayangkan saja, hewan berbulu lebat ini punya kebiasaan berpegangan tangan satu sama lain, terutama saat tidur.

Tapi, tahukah kamu alasan di balik hewan yang jago menyelam hingga kedalaman 76 meter selalu berpegangan tangan? Berang-berang laut berpegangan tangan saat tidur karna berjaga-jaga agar nggak terpisah ketika mengambang di laut, seperti dikutip dari The Dodo.

Berpegangan tangan saat tidur juga penting bagi mereka agar terhindar dari pemangsa. Saat berang-berang laut berpegangan tangan dengan berang-berang lain, mereka bisa mengambang dan menjauh dari daratan, sehingga lebih sulit bagi pemburu untuk menembak atau menjaring mereka.

Ibu berang-berang laut membalut bayinya dengan rumput laut agar nggak hanyut. (Istimewa)

Mereka melakukan itu juga karena si jantan takut kehilangan pasangannya lalu malah berpasangan dengan pejantan lain saat tidur. Berang-berang laut juga takut kehilangan anggota keluarganya saat sedang tidur atau bersantai.

Ibu berang-berang laut membawa bayinya ke mana-mana. Dikutip dari laman North American Nature, mereka dibalut ibunya dengan rumput laut sebelum ikut berburu. Itu karena bayi berang-berang laut terlalu kecil untuk dipegang ibunya. Jadi, bayi-bayi diletakkan di atas ibunya agar nggak hanyut. So cute!

Perburuan Berang-Berang

Jaring ikan dan tumpahan minyak bumi menjadi ancaman utama kelangsungan hidup berang-berang. (Istimewa)

Hewan lucu menggemaskan ini merupakan hewan yang terancam punah. Pada awal 1900-an, jumlahnya hanya sekitar 2.000 ekor di dunia karena perdagangan bulu.

Dikutip dari History, saat itu, orang Rusia menjajah kawasan utara Amerika untuk memonopoli perdagangan bulu. Kendati suhu setempat cukup ekstrem dan saat itu rawan penyakit, para koloni Rusia berusaha bertahan hidup dan memerangi orang-orang asli kawasan Alaska.

Orang asli Alaska yang bertahan hidup menjadi tawanan dan dipaksa mencari berang-berang laut untuk suplai komoditas bulu.

Perdagangan bulu saat itu memungkinkan koloni Rusia berkuasa di sejumlah titik di Alaska seperti halnya kekuasaan VOC di Nusantara. Bedanya, mereka menguasai perdagangan bulu, sementara VOC menguasai perdagangan rempah-rempah.

Namun, karena nggak mengerti konsep berkelanjutan, berang-berang laut buruan mereka menjadi sangat sedikit. Setelah perjanjian pada 1911, ada sekitar 106.000 berang-berang laut di dunia, dengan kondisi masih terancam punah. Yang menjadi ancaman utama kelangsungan hidup mereka adalah jaring ikan dan tumpahan minyak bumi.

Itulah fakta mengenaskan di balik tingkah laku lucu dari berang-berang, Millens. Sungguh bisa dipahami mengapa mereka selalu bergandeng tangan ya? Ya, itu karena mereka selalu merasa hidupnya terancam. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: