BerandaHits
Rabu, 13 Jan 2026 19:50

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

Ilustrasi kekeringan akibat perubahan iklim. (Greeners)

Riset terbaru dari Swedia mengungkap adanya bias psikologis di mana mayoritas orang percaya bahwa dampak buruk perubahan iklim hanya akan menimpa orang lain, bukan diri mereka sendiri. Persepsi keliru ini dikhawatirkan bakal bikin kita makin lambat dalam menyelamatkan bumi.

Inibaru.id - Pernah nggak sih kamu merasa kalau cuaca ekstrem, banjir, atau kekeringan akibat perubahan iklim itu cuma bakal menimpa orang lain yang jauh di sana, tapi nggak bakal kena ke kamu? Kalau iya, kamu nggak sendirian, Gez. Tapi sayangnya, perasaan itu justru jadi ancaman serius buat bumi kita.

Sebuah studi terbaru dari Universitas Gothenburg, Swedia, mengungkap kalau mayoritas orang punya kecenderungan buat ngeremehin risiko perubahan iklim terhadap diri sendiri. Istilahnya, kita ngerasa lebih "kebal" dibanding orang lain.

Studi yang dirilis di jurnal Nature Sustainability ini nggak main-main. Para peneliti melakukan analisis mendalam terhadap 83 studi yang melibatkan lebih dari 70.000 peserta dari 17 negara. Hasilnya? Sekitar 65% peserta menilai risiko yang mereka hadapi jauh lebih rendah dibanding risiko yang bakal diterima orang lain.

"Kita melihat secara berkelompok kalau mayoritas menganggap risiko mereka sendiri lebih rendah. Ini adalah bias psikologis," kata Magnus Bergquist, Dosen Senior Psikologi di Universitas Gothenburg.

Uniknya, bias ini makin parah kalau kita membandingkan diri dengan "orang secara umum" atau "seluruh umat manusia". Efek ini paling menonjol ditemukan di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

Pengalaman Adalah Guru Terbaik

Jangan tunggu hingga kamu mengalaminya. Menghijaukan Bumi menjadi salah satu aksi nyata yang sederhana. (via RRI)

Dari 83 studi yang dipreteli, cuma ada dua studi yang pesertanya nggak merasa "kebal". Mereka adalah para petani di Tiongkok dan Korea Selatan. Kenapa mereka beda? Jawabannya simpel; karena mereka sudah merasakan langsung dampak pahit perubahan iklim pada lahan pertanian mereka.

"Pengalaman langsung ternyata bisa mengurangi efek bias ini," jelas Pär Bjälkebring, rekan peneliti lainnya.

Kenapa Ini Masalah Besar?

Masalahnya bukan cuma soal salah sangka, Gez. Rasa aman yang semu ini bikin kita jadi malas buat bertindak. Kalau kita ngerasa nggak bakal kena dampaknya, buat apa susah-susah mengubah gaya hidup atau mendukung kebijakan mitigasi iklim, kan?

Padahal, perubahan iklim itu nyata dan nggak milih-milih korban. Kalau kita terus-terusan merasa "aman sendiri", langkah adaptasi dan mitigasi iklim global bakal makin lambat dan taruhannya adalah masa depan kita semua.

Gimana, apakah kamu juga merasa daerah tempat tinggalmu masih aman-aman saja dari krisis iklim? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: