BerandaHits
Senin, 15 Feb 2026 19:54

Perang Gerilya Diponegoro di Tanah Jawa Jadi Kunci Kemerdekaan Belgia

Ilustrasi Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa. (Ist via Elshinta)

Siapa sangka kalau taktik gerilya Pangeran Diponegoro yang bikin Belanda "pusing tujuh keliling" di pedalaman Jawa, justru jadi celah emas bagi rakyat Belgia untuk memerdekakan diri. Kok bisa perjuangan di Nusantara berdampak sampai ke Eropa?

Inibaru.id - Siapa sangka kalau perlawanan sengit Pangeran Diponegoro di hutan-hutan Jawa punya "efek domino" sampai ke daratan Eropa? Tanpa kita sadari, taktik gerilya pasukan Jawa pada tahun 1825-1830 itu jadi salah satu faktor kunci lahirnya negara Belgia, lo.

Jadi, bagi pemerintah kolonial, menghadapi Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa itu ibarat mimpi buruk yang nggak bangun-bangun. Pasukan Jawa nggak mau diajak duel terbuka secara konvensional. Mereka lebih suka main "petak umpet". Menyerang mendadak dari hutan, lalu menghilang secepat kilat.

Akibatnya? Tentara Belanda frustrasi, kelelahan, dan banyak yang tumbang kena malaria. Untuk meredamnya, Belanda sampai harus bikin strategi Benteng Stelsel.

Meski efektif secara militer, strategi ini bikin kantong kerajaan bolong besar! Bayangin aja, mereka harus bangun jaringan benteng di mana-mana dan bayar ribuan tentara tambahan.

Pajak Mencekik dan Amarah di Brussels

Potret warga Belgia yang lebih berani dalam merebut kemerdekaan dari Raja Willem I. Kekuatan Belanda melemah gara-gara finansial yang kosong akibat Perang Jawa. (Charles Soubre)

Nah, di sinilah hubungannya dengan Belgia, Gez. Saat itu, wilayah Belgia masih jadi bagian dari Kerajaan Belanda. Karena kas negara ludes buat biaya perang di Jawa, Raja Willem I terpaksa menaikkan pajak gila-gilaan di wilayah domestik, termasuk di Belgia.

Rakyat Belgia tentu aja meradang. Mereka merasa diperas cuma buat membiayai perang kolonial yang jauh banget di Nusantara dan nggak ada untungnya buat mereka. Kekesalan ini makin numpuk sampai akhirnya meledak jadi pemberontakan.

Belanda Kehilangan Fokus (dan Pasukan)

Pas banget saat Revolusi Juli meletus di Prancis tahun 1830, semangat merdeka itu menular ke Brussels. Rakyat Belgia bangkit melawan! Di titik inilah peran Perang Jawa makin terasa nyata.

Kenapa? Karena Belanda nggak punya kekuatan militer penuh buat memadamkan revolusi di Brussels. Tentara-tentara terbaik mereka masih tertahan di Jawa, atau kalaupun sudah pulang, kondisinya sudah loyo dan penyakitan. Fokus Belanda terpecah antara mempertahankan tanah jajahan di Timur atau menjaga kedaulatan di Barat.

Kemenangan Belgia Berkat Kegigihan Jawa

Sejarawan Peter Carey dalam bukunya "The Power of Prophecy: Prince Dipanagara and the End of an Old Order in Java, 1785-1855" mencatat kalau beban finansial akibat Perang Jawa itu bener-bener melumpuhkan Belanda. Mereka nggak punya fleksibilitas ekonomi buat mempertahankan Belgia.

Akhirnya, hanya beberapa bulan setelah Pangeran Diponegoro ditangkap lewat tipu muslihat di Magelang, Belgia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1830. Tanpa perlawanan gigih dari pasukan Diponegoro yang bikin Belanda bangkrut, mungkin sejarah Belgia bakal beda ceritanya.

Jadi, bisa dibilang secara nggak langsung, kegigihan taktik gerilya pahlawan kita di Nusantara telah melapangkan jalan bagi terbentuknya sebuah negara baru di Eropa. Bangga banget, kan?

Menarik ya? Ternyata sejarah itu saling terhubung dengan cara yang unik! (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: