BerandaHits
Senin, 2 Agu 2020 08:00

Obrolan Para Perokok: Jenis Korek Api dan Kelas Sosial Pemakainya

Korek api gas dengan pemantik bergerigi masih sering dipakai banyak orang. (Flickr/ faungg's photos)

Kamu pikir korek api cuma itu-itu saja? Jangan salah, ada banyak lo jenisnya. Yuk simak jenis korek api yang bisa kamu gunakan sekaligus kelebihdan kekurangannya.<br>

Inibaru.id – Bagi para perokok, nggak hanya rokok yang menunjukkan kelas sosial. Korek api pun setali tiga uang. Namun, kendati bukan perokok, bukan berarti kamu nggak butuh korek api, karena alat kecil itu sangat memudahkanmu saat harus membakar sesuatu atau saat mati lampu.

Di dunia ini, ada pelbagai jenis korek api. Apa saja ya korek api tersebut?

Korek Api Gas

Korek api gas dengan pemantik modern. (Flickr/OiMax)<br>

Jenis korek api pertama yang hampir pasti bisa ditemukan di setiap rumah dan dibawa banyak perokok adalah korek api gas. Bahan bakar korek ini adalah cairan naptha atau butana. Pemicu munculnya bunga api adalah pemantik dengan permukaan kasar yang memicu gesekan.

Kalau kamu cermati, korek api gas ini juga terdiri atas dua jenis. Ini terkadang membedakan dua kelas sosial juga sih. Ha-ha.

Ada yang pemantiknya berupa roda gerigi kasar. Biasanya, harga korek ini cukup murah di pasaran dan mudah ditemui di warung-warung. Sayangnya, terkadang gerigi ini macet sehingga korek nggak bisa digunakan lagi.

Selain itu, ada juga yang pemantiknya berupa tombol yang bisa ditekan. Api pun bisa menyala dengan lebih mudah dan tahan lama. Harganya biasanya lebih mahal jika dibandingkan dengan korek api dengan pemantik gerigi. Kalau beruntung, ada bonus berupa senter kecil yang bisa dipakai dalam kondisi darurat di korek jenis ini.

Korek Api Gas Klasik

Korek api klasik. (cokoladaforum)

Korek api gas ini biasanya memiliki wadah terbuat dari logam. Disebut klasik karena pada bagian pemantiknya juga memiliki penutup. Warnanya bervariasi, namun biasanya berwarna perak mengilat.

Korek api ini seringkali dipakai bapak-bapak berumur dan sudah dimiliki sejak lama karena awetnya luar biasa. Ehm, tentu tahu kan strata sosial pemakai pemantik ini di mana?

Salah satu jenis korek api klasik yang paling terkenal adalah Zippo yang didirikan oleh George Blaissdell. Korek ini biasanya tahan angin dianggap lebih berkelas sehingga sering dijadikan koleksi.

Korek Api Kayu

Korek api kayu. (Bukalapak)<br>

Kalau yang satu ini sangat legendaris. Harganya juga sangat murah dan bisa dibeli dalam jumlah banyak sekaligus. Korek api kayu sangat berguna bagi para perokok atau penjual makanan yang masih memasak dengan bahan bakar kayu atau arang.

Hanya, terkadang korek ini nggak mudah menyala meski batang koreknya sudah kamu pakai berkali-kali. Kalau sampai korek lembab atau basah, nggak akan lagi bisa dipakai. Korek ini juga nggak tahan angin, jadi cukup sulit dipakai kalau sedang ada angin kencang.

Selain korek-korek api tersebut, kamu juga bisa memakai cara lain kalau membutuhkan api, Millens. Sebagai contoh, banyak perokok yang bahkan menyalakan rokoknya di api kompor gas. Ah, ini sih kelas sosial paling mentok. Hi-hi.

Tapi, kalau kamu sedang berada di alam liar dan lupa bawa korek, kayaknya harus menggesek-gesekkan kayu atau api deh macam acara survival, gitu. (IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: