BerandaHits
Rabu, 24 Apr 2018 16:16

Para Perempuan yang Memilih Melakoni Profesi Tak Lazim bagi Kaum Hawa

Dwi Puspita Ningrum saat pementasan wayang kulit. (Dwi Puspita Ningrum)

Perempuan masa kini adalah perempuan yang tangguh. Meski dianugerahi fisik yang berbeda dari laki-laki, bukan berarti perempuan nggak bisa melakoni pekerjaan seperti laki-laki. Puspita dan Syifa, misalnya.

Inibaru.id - Perempuan masa kini bukan lagi dipandang sebagai sosok yang lemah. Saat ini, telah banyak perempuan yang melakoni profesi yang umumnya dilakoni oleh para lelaki. Dwi Puspita Ningrum adalah seorang di antaranya. Agak berbeda dengan kebanyakan perempuan, Puspita memilih menekuni profesi sebagai seorang dalang wayang kulit. Hm, dalang perempuan?

Yap, menjadi anak dari seorang dalang, perempuan asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini telah menyukai kesenian Jawa, khususnya dunia pedalangan, sejak kecil. Namun, kesempatan menekuni dunia tersebut secara profesional baru kesampaian saat Puspita duduk di bangku SMK.

“Beruntung, kedua orang tua saya sangat mendukung. Ayah kan dulu seorang dalang juga. Setelah menikah dan punya anak, suami saya pun sangat mendukung, mengantar, dan menemani pentas,” ungkapnya saat diwawancarai Inibaru.id via saluran telepon, Kamis (19/4/2018).

Baca juga:
Belajar Bisnis Mandiri dari Kartini Masa Kini
Dua Animator Asal Indonesia Ambil Bagian di Film Avengers: Invinity War

Puspita mengaku, nggak sedikit yang kagum dengan profesinya. Kemampuannya menggerakkan wayang dan nembang mocopat dengan fasih, lanjutnya, memang banyak yang mengapresiasi. Namun, nggak semua orang bisa menerima apa yang dilakoninya.

Inilah hambatan. Mendapat dukungan dari keluarga nggak lantas membuat perjalanan karier Puspita lancar bak jalan tol. Ada tantangan yang harus dihadapi perempuan lulusan S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa UNS Surakarta ini, yakni cibiran dan kritikan orang yang menurutnya cukup menjatuhkan.

Ibu dua anak ini pun harus pintar-pintar memilah dan memilih, mana kritikan yang membangun dan mana yang cuma pengin menjatuhkan.

“Saya menerima kritikan yang membangun, tapi kalau arahnya menjatuhkan, ya, lebih baik diabaikan saja daripada bikin emosi,” kata dia, santai.

Kendati demikian, Puspita sangat menikmati menjadi dalang.

“Menjadi dalang membuat saya bisa sering pentas ke luar kota dan bertemu banyak orang baru,” tuturnya.

Sejak memulai pentas wayang kulit pada 2002, Puspita telah mengukir banyak prestasi, salah satunya menjadi Juara 3 Tingkat Nasional Seleksi Pemuda Pelopor Bidang Sosial Budaya Pariwisata dan Bela Negara 2015. Belum lama ini, Puspita juga sempat bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat mengisi acara di Silaturahim Penyuluh Agama Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Wah!

Bagi Puspita, perempuan masa kini harus inspiratif, yakni perempuan mandiri yang bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi perempuan lainnya.

Bantu Suami

Berbeda dengan Puspita yang memang melakoni profesi dalang karena mengikuti kata hati, Syifa memilih melakoni profesinya sekarang lantaran tuntutan hidup. Dia harus membantu suami dengan menjadi seorang driver ojek daring. Profesi ini sudah dijalaninya selama setahun terakhir.

Menjadi supir ojek nggak pernah dijalaninya dengan keterpaksaan. Perempuan murah senyum tersebut bahkan tampak begitu menikmati apa yang dijalaninya tersebut. Syifa sadar, dia harus membantu sang suami memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Sebelum ini (menjadi driver ojek), saya juga sempat bekerja sebagai supir antar-jemput untuk anak sekolah selama kurang lebih 10 tahun," aku perempuan yang biasa beroperasi di Semarang, Jawa Tengah ini saat ditemui Inibaru.id, Kamis, (19/4).

Sedari awal, Syifa sudah tahu, nggak sedikit yang bakal memandang sebelah mata profesi yang diakoninya tersebut, bahkan oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, demi menyokong keluarga, perempuan yang sudah dikaruniai dua anak ini mengaku nggak pernah patah semangat.

Baca juga:
"A Quiet Place" Kembali Rajai Box Office Amerika Utara
Jokowi Tengok Korban Gempa di Banjarnegara

"Banyak pelajaran hidupnya, kok," ungkap Syifa, lalu tersenyum dan melanjutkan, "Yang penting keluarga mendukung profesi saya."

Bagi dia, selama melakukan pekerjaan yang halal dan untuk tujuan yang baik, dirinya nggak perlu merasa malu, apalagi merasa lemah.

“Perempuan itu lebih tangguh dari laki-laki. Kita kan dilahirkan dari seorang perempuan. Kenapa harus merasa lemah? Kita bisa kok selama mau berusaha. Yakin saja!” simpul Syifa.

Wah, bisa kita contoh banget nih, Millens. Puspita dan Syifa hanyalah contoh kecil dari kaum hawa yang mampu membuktikan bahwa perempuan masa kini tidaklah lemah. Nggak perlu ragu memilih apa yang kita yakini, kendati masih dipandang nggak lazim dalam kultur sosial kita. Selama itu benar, halal, dan nggak merugikan orang lain, kenapa tidak? (Putri Rachmawati/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: