BerandaHits
Senin, 27 Des 2020 18:00

Ngehit Lagi di Tiktok, Tahukah Kamu Kalau 'Kopi Dangdut' Bukan Lagu Asli Indonesia?

Cover lagu "Kopi Dangdut". Lagu ini sering dikira asli Indonesia, ternyata bukan. (Youtube)

Meski ada embel-embel dangdut, 'Kopi Dangdut' bukan lagu asli Indonesia. Lantas, aslinya lagu ini dari bahasa apa?

Inibaru.id – Kala kupandang kerlip bintang nan jauh di sana. Penggalan lirik lagu "Kopi Dangdut" ini pasti sangat akrab bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pengguna Tiktok. Lagu lama yang dirilis Fahmi Shahab ini terlihat Indonesia banget. Namun, tahukah kamu kalau lagu ini bukan asli Indonesia?

Sebetulnya, "Kopi Dangdut" adalah lagu berbahasa Latin yang berjudul "Moliendo Café". Nggak hanya di Indonesia, lagu tersebut juga populer di seluruh dunia. Bahkan, konon ada lebih dari 800 versi lagu ini dengan berbagai bahasa.

Di Indonesia menjadi "Kopi Dangdut", lagu itu dikenal sebagai "Coffee Rumba" di Jepang. Ehm, intinya nggak jauh-jauh dari kopi, deh. Ha-ha.

Ada beberapa klaim tentang siapa yang menciptakan lagu ini. Salah satunya adalah Hugo Blanco. Dia mengaku membuatnya pada 1958. Namun, usianya saat itu belum cukup untuk mematenkan hasil karyanya ke perkumpulan penulis serta composer lagu. Dia pun Jose Manzo Perroni, pamannya, untuk mendaftarkan lagu tersebut.

Fahmi Shahab, penyanyi lagu Kopi Dangdut. (Okezone/Vania)

Malangnya, beberapa tahun kemudian Jose justru menuding Hugo mencuri lagu "Moliendo Café" darinya. Dia menyebut Hugo baru merekamnya pada 1961. Rekaman Hugo ini yang kemudian populer di seluruh dunia.

Begitu populer, lagu ini pun dibuat dengan beragam versi bahasa dan dimodifikasi sesuai budaya setempat, termasuk Indonesia.

Secara umum, lirik dari lagu ini sebetulnya bercerita tentang seseorang yang menggiling kopi. Dia melakukannya pada malam hari bukan karena ingin minum kopi, tapi frustrasi dengan kehidupannya yang harus bekerja siang-malam dan nggak bisa menikmati percintaaan. Duh, syediih!

Cover lagu "Kopi Dangdut". (Youtube)

Sementara, untuk versi "Kopi Dangdut", arti liriknya sangat berbeda. Lirik ini cenderung seperti mengisahkan seseorang yang sedang jatuh cinta. Suasananya pun sangat ceria. Yang tersisa dari lirik asli di "Kopi Dangdut" hanyalah kata kopi. Ha-ha.

Duh, duh, maksimal sekali ya modifikasinya. Eh, kamu suka dengerin lagu "Kopi Dangdut" nggak, nih? (Cnn/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: