BerandaHits
Selasa, 11 Nov 2019 11:44

MUI Pusat Dukung Imbauan Agar Pejabat Tak Ucapkan Salam dari Semua Agama

Majelis Ulama Indonesia. (Bogor.net)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ternyata mendukung imbauan kontroversial dari MUI Jawa Timur agar pejabat nggak lagi mengucapkan salam dari berbagai macam agama. Apa alasan dari dukungan ini?

Inibaru.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mendukung imbauan yang dikeluarkan oleh MUI Jawa Timur (Jatim). MUI Jatim mengimbau agar pejabat nggak lagi menggunakan salam pembuka dari semua agama saat melakukan sambutan resmi. Imbauan ini tertuang dalam surat edaran MUI Jatim nomor 110/MUI/JTM/2019.

Dalam edaran tersebut MUI Jatim menyatakan bahwa mengucapkan salam semua agama merupakan bidah. Selain itu juga mengandung nilai syubhat dan patut dihindari oleh umat islam.

Detik, Minggu (10/11/2019) menulis, MUI meminta umat Islam harus tahu bagaimana bersikap dengan tepat.

“Imbauan ini bagus karena di setiap doa dalam agama Islam ada dimensi teologis dan ibadahnya. Hal ini bisa dijadikan pedoman umat biar nggak bingung dalam bersikap atau membangun hubungan baik dengan umat agama lainnya,” ucap Sekjen MUI, Anwar Abbas.

Abbas menyebut doa memiliki dimensi teologis sekaligus ibadah dalam agama Islam. Umat Islam diharuskan untuk berdoa atau meminta pertolongan hanya kepada Allah. Sehingga doa kepada Tuhan dari dari agama lain nggak dibenarkan.

“Orang Islam yang beriman kepada Allah jangan berdoa kepada selain Allah. Jika hal ini dilakukan, nanti murka Tuhan akan mendatanginya. Jangan takut untuk meyakini hal ini karena dalam UUD 1945 Pasal 29 sudah dijamin kita bebas untuk beribadah dan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” lanjutnya.

Abbas juga menjelaskan tentang toleransi. Baginya, setiap agama memiliki ajaran dan kepercayaannya sendiri-sendiri sehingga setiap umatnya berhak untuk mengucapkan salam sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.

“Nggak boleh kita memaksakan kepercayaan agama kepada pengikut agama lain. Karena alasan ini lah kita berhak untuk mengucapkan salam sesuai dengan kepercayaan agama sendiri tanpa harus menambahkan salam dari agama lainnya. Kita bisa saling menghormati ucapan salam yang disampaikan oleh pemeluk agama lainnya tanpa harus melakukan penambahan salam-salam dari agama lainnya,” pungkasnya.

Kalau menurut Millens, perlu nggak sih imbauan MUI untuk para pejabat ini untuk diterapkan? (IB09/E06)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: