BerandaHits
Minggu, 14 Feb 2026 19:01

Menyepelekan Perasaan Anak Bisa Berdampak Fatal bagi Mentalnya

Jangan menyepelekan perasaan anak. (Halodoc)

Masalah kecil bagi orang dewasa bisa terasa sangat berat buat anak-anak. Pakar psikiatri anak ingatkan pentingnya validasi emosi agar stres nggak menumpuk.

Inibaru.id - Pernah nggak sih, Gez, kamu melihat adik atau anak kecil menangis sesenggukan cuma gara-gara mainannya rusak atau nggak diajak main temannya? Kadang kita refleks bilang, "Halah, gitu doang kok nangis, lebay ah!"

Eits, tahan dulu! Ternyata kalimat sakti "gitu doang" itu bisa berdampak serius buat mental mereka, lo. Menurut dr. Widi Primaciptadi, dokter psikiatri anak dari RS Marzoeki Mahdi, perasaan anak kecil itu haram hukumnya buat disepelekan.

Masalah bagi orang dewasa mungkin soal cicilan atau kerjaan, tapi bagi anak-anak, kehilangan pensil warna kesayangan bisa terasa seperti kiamat kecil. Hal ini karena sistem regulasi emosi mereka memang belum matang, Gez.

Mengutip ANTARA (13/2), dr. Widi menjelaskan kalau orang dewasa sering meremehkan perasaan anak dengan dalih "nanti juga lupa". Padahal, masalah itu terasa sangat nyata dan besar di mata mereka. Kita nggak bisa menyamakan cara pikir kita yang sudah "senior" dengan mereka yang identitas dirinya masih berkembang.

Saat Tekanan Bertemu Emosi yang Belum Matang

Bagi anak, nggak ada yang namanya masalah kecil. (iStockphoto)

Bagi kita, konflik sama teman sebaya atau nilai tugas yang jelek mungkin hal biasa. Tapi bagi anak, itu adalah tekanan besar. Kalau tekanan ini bertemu dengan kemampuan mengelola emosi yang masih minim, dampaknya bisa meledak. Anak bukan stres karena kejadiannya saja, tapi karena cara mereka memaknai kejadian itu yang terasa sangat berat.

Stres pada anak itu nggak selalu ditunjukkan dengan drama besar atau teriakan. Sering kali, gejalanya muncul pelan-pelan tapi konsisten. Kamu harus waspada kalau si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda ini:

  1. Jadi Pendiam: Tiba-tiba menarik diri dari geng bermainnya.
  2. Self-Blame: Sering menyalahkan diri sendiri atas hal-hal sepele.
  3. Sumbu Pendek: Jadi gampang marah atau tersinggung.
  4. Gangguan Fokus: Sulit konsentrasi atau susah tidur.
  5. Kehilangan Minat: Nggak lagi semangat melakukan hobi yang biasanya dia suka.

Kalau tanda-tanda ini diabaikan, stres yang menumpuk bisa berbahaya dan memicu keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Ngeri, kan?

Jadilah "Ruang Aman" buat Mereka

Terus, apa yang bisa kita lakukan sebagai orang dewasa yang lebih "bijak"? Dr. Widi menyarankan beberapa langkah simpel tapi bermakna:

  1. Validasi Perasaannya: Kalau dia sedih, biarkan dia sedih. Bilang, "Iya, Ibu/Ayah paham itu pasti sedih banget ya."
  2. Ngobrol Rutin: Jangan cuma nanya soal nilai sekolah, tanya juga gimana perasaannya hari ini.
  3. Stop Banding-bandingin: Kalimat "Dulu Ayah pas kecil nggak gitu" itu mending disimpan rapat-rapat ya!
  4. Ciptakan Safe Space: Pastikan rumah dan sekolah jadi tempat paling nyaman buat mereka bercerita tanpa takut di-judge.

Dunia anak mungkin terlihat kecil bagi kita, tapi bagi mereka, itulah seluruh dunianya.

Ingat ya, dengan mendengarkan mereka sekarang, kita sedang membantu mereka tumbuh jadi orang dewasa yang punya mental kuat di masa depan. Yuk, lebih menghargai setiap tetes air mata mereka! (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: