BerandaHits
Sabtu, 24 Nov 2017 22:07

Menjaring Ribuan Doktor lewat Pameran Pendidikan Islam

Kementerian Agama menggelar Pameran Pendidikan Islam Internasional 2017 tanggal 21-24 November 2017. (Netralnews/Wahyu Praditya Purnomo)

Program 5.000 Doktor Kemenag ke luar negeri tak hanya akan mewujudkan niat Indonesia sebagai kiblat studi Islam, tapi juga untuk menunjukkan semangat muslim Indonesia yang moderat dan toleran.

Inibaru.id – Sejumlah gerai yang menawarkan beasiswa program doktoral ke berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri dipamerkan dalam Pameran Pendidikan Islam Internasional di ICE BSD Serpong, Tangerang.

Dilansir dari Antaranews, Kamis (24/11/2017), beasiswa doktoral itu merupakan bagian dari beasiswa Program 5.000 Doktor yang diselenggarakan Kementerian Agama.

Bussiness Development Officer Curtin University Australia Patricia Kelly mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa doktoral untuk tahun pemberangkatan 2018. Sejauh ini, sekitar 12 mahasiswa sudah diberangkatkan pemerintah Indonesia ke Curtin University.

Selain Curtin University, sejumlah kampus penyedia beasiswa juga membuka gerai pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin meraih beasiswa doktoral baik di dalam negeri maupun luar negeri di Pameran Pendidikan Islam Internasional tersebut.

Baca juga:
Apresiasi Tinggi untuk Film Tentang Unair
Film Naura & Genk Juara the Movie Melecehkan Agama?

Tercatat, setidak-tidaknya ada 18 kampus Australia dan Eropa yang membuka pendaftaran dalam pameran itu, seperti University of South Australia, University of Western Australia, London Southbank University, University of Nottingham, University of Glasgow, University of Leeds, University of Sheffield, Victoria University dan Conventry University.

Kelly mengatakan, beasiswa pemerintah Indonesia untuk Program 5.000 Doktor tersebar dalam berbagai jurusan. Calon mahasiswa S3 atau doktoral yang ingin mendaftar beasiswa, harus memiliki riset yang mengandung inovasi dan tidak keluar dari 11 topik riset yang sudah ditentukan.

"Beasiswa itu bukan hanya untuk studi Islam, tapi juga bisnis, teknologi, kesehatan dan lain-lain," katanya.

Kandidat doktor di University of South Australia Arnis Silvia mengatakan, bagi mahasiswa studi Islam, Program 5.000 Doktor yang digagas pemerintah sangat signifikan untuk mempromosikan Islam moderat kepada dunia.

Menurut dia, dengan menjadi peserta beasiswa, calon mahasiswa sekaligus menjadi representasi muslim Indonesia yang moderat dan toleran.

Baca juga:
Penjual Hammock yang Juara The Big Start Indonesia
Naik 11 Peringkat di Rangking FIFA, Indonesia Unggul Jauh dari Malaysia

"Saya dan teman-teman yang tergabung dalam program ini menjadi agen untuk merepresentasikan muslim Indonesia di luar negeri. Bahwa ternyata Islam itu tidak seperti yang mereka kira. Sehingga mereka mempuyai pandangan baik tentang Islam," kata Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Dia berharap, Program 5.000 Doktor dapat menjadikan Indonesia sebagai kiblat studi Islam dunia. Semakin banyak doktor yang dihasilkan akan menjadikan Indonesia semakin dipandang dunia.

"Siap atau tidak siap, Indonesia harus mengarah ke situ jika ingin menjadi kiblat studi Islam dunia selain Barat dan Arab," kata dia. (GIL/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: