BerandaHits
Sabtu, 22 Mei 2020 12:16

Menerapkan Puasa Khawasil Khawwas ala Imam Al Ghazali di Tengah Wabah Covid-19

Konsep puasa khawasil khawwas yang agak njelimet, ternyata bisa dipraktikkan secara sederhana selama wabah. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Konsep pemurnian hati puasa khawasil khawwas milik Imam Al Ghazali ternyata dapat diterapkan pada hal-hal sederhana yang kita lakukan selama wabah Covid-19 ini.

Inibaru.id – Bulan Ramadan kali ini kita berada di kondisi yang agak “spesial” ya, Millens. Puasa saat ini harus kita jalani dalam kondisi wabah Covid-19 yang cukup mengubah kebiasaan sebelumnya. Hal ini membuat kita harus menjalankan puasa dengan kebiasaan yang baru ataupun ada yang nggak bisa lagi dilakukan.

Saya sempat membincarakan soal puasa khawasil khawwas dengan Ahmad Rizky Mardhatillah Umar, ketua Ranting Istimewa Muhammadiyah di Queensland, pada Jumat (15/5). Puasa khawasil khawwas berarti menjaga hati dan pikiran dari hal-hal yang dapat merusak kemurnian kita kepada Allah dengan cara menahan hawa nafsu. Hal ini berarti dengan berpuasa khawasil khawwas, kita diajak untuk menjadi masyarakat yang nggak zalim ke sesama dan nggak merusak alam tempat kita hidup.

Dengan kondisi wabah Covid-19 seperti ini, saya agak penasaran: bagaimana cara kita bisa melaksanakan puasa khawasil khawwas di tengah wabah Covid-19 ini?

“Kita bisa berefleksi, misalnya: jangan-jangan wabah Covid-19 terjadi karena perilaku manusia yang begitu ekspansif menggerus habitat makhluk hidup lain dengan dalih urbanisasi atau industri?” tulis Umar dalam surat elektronik.

Salat tarawih dilaksanakan dengan menerapkan physical distancing. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>

Menurut Umar, di tengah Covid-19 ini, berpuasa khawasil khawas menjadi sangat relevan. Dengan keadaan physical distancing dan berpuasa, kita bisa mengoreksi kehidupan kita sendiri. Utamanya dengan tujuan puasa khawasil khawwas yang menjauhkan kita dari tindakan zalim ke sesama dan nggak merusak alam.

Dari konsep nggak zalim ke sesama dan menahan nafsu, kita bisa menerapkannya dengan kondisi di tengah wabah ini. Umar memberikan contoh sederhana, yaitu physical distancing. Menurut Umar, menerapkan physical distancing – bagi yang mampu – merupakan contoh dari menahan nafsu kita untuk bepergian yang tidak terlalu penting, juga membuat kita menjaga sesama dengan turut memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Puasa berarti menahan diri untuk keluar rumah (bahkan termasuk tidak ke tempat ibadah) karena itu berarti membawa ke-mudharat-an/kerugian bagi masyarakat,” tulis kandidat doktor bidang Politik dan Hubungan Internasional di University of Queensland, Australia ini.

Menjadi kritis di tengah arus informasi yang kencang selama wabah ternyata termasuk praktik puasa <i>khawasil khawwas</i> yang bisa kita praktikkan. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Menahan nafsu juga bisa diaplikasikan dalam banyak hal, seperti menerima dan menyebar informasi. Di tengah kondisi wabah seperti sekarang ini, pengetahuan dan informasi menjadi sangat penting. Namun, bukan berarti kita menerima dan mengamini seluruh informasi secara buta.

Informasi yang kita terima harus dipilah dan diuji validitasnya. Salah satunya adalah dengan menerima informasi yang sudah terverifikasi dan diproduksi oleh orang-orang yang memang memahami dan berpengetahuan soal masalah itu.

“Ikuti anjuran orang-orang yang berilmu dan berpengetahuan ketika wabah,” tulis Umar.

Jadi, kalau kita hendak mengamalkan puasa khawasil khawwas di tengah wabah Covid-19 ini, jangan hanya memikirkan diri sendiri dan asal menerima informasi ya, Millens. (Gregorius Manurung/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: