BerandaHits
Rabu, 1 Jul 2025 17:01

Lontong Dibungkus Plastik, Aman Nggak sih? Yuk, Cari Tahu!

Amankah merebus lontong dengan plastik? (Instagram/@dapurkreasi.id)

Nggak semua plastik aman untuk membungkus lontong. Kalau salah pilih, risiko mikroplastik dan zat kimia berbahaya bisa mengintai. Yuk, kenali jenis plastik food grade yang lebih aman dipakai merebus lontong favoritmu!

Inibaru.id - Buat kamu yang doyan kuliner Nusantara, pasti akrab banget sama lontong. Teksturnya yang padat tapi lembut, cocok banget jadi teman makan sate, opor ayam, sampai sayur lodeh. Biasanya, lontong dibungkus daun pisang biar aromanya makin wangi. Sayangnya, nggak semua orang bisa dengan gampang dapat daun pisang, apalagi kalau tinggal di perkotaan. Akhirnya, banyak yang memilih plastik sebagai alternatif pembungkus lontong.

Tapi, pernah kepikiran nggak, plastik apa yang aman buat memasak lontong? Jangan asal ambil plastik kresek, ya! Soalnya, nggak semua plastik tahan panas. Salah-salah, malah bisa mencemari makanan.

Sebenarnya, ada jenis plastik yang relatif aman jika bersentuhan dengan makanan. Jenis plastik ini biasanya dapat digunakan pada suhu tinggi di antaranya LLDPE (Linear Low Density Polyethylene), HDPE (High Density Polyethylene), PP (Polypropylene), dan OPP (Oriented Polypropylene). Plastik-plastik ini punya titik leleh di atas 100°C, jadi nggak gampang meleleh saat direbus lama.

Contohnya, PP bisa tahan sampai suhu sekitar 120°C, sedangkan HDPE bisa menahan panas hingga 110°C. Lain halnya dengan plastik kresek yang umumnya berbahan LDPE atau bahkan campuran plastik daur ulang. Plastik kresek mudah meleleh dan berpotensi melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam lontong yang kamu makan.

Membungkus lontong dengan daun pisang adalah cara paling aman dan minim risiko. (Shutterstock/Cholifahcho2)

Selain titik leleh tinggi, plastik pembungkus lontong yang aman biasanya sudah diberi label food grade. Jadi, pastikan sebelum membeli plastik kemasan, kamu mengecek informasi pada labelnya. Nggak ada salahnya tanya ke penjual, plastik itu aman buat masak atau nggak.

Jangan salah, penggunaan plastik yang nggak sesuai atau bukan food grade juga meningkatkan risiko kontaminasi mikroplastik. Saat plastik terpapar suhu tinggi dalam waktu lama, struktur polimernya bisa terdegradasi. Partikel mikroplastik yang sangat kecil ini bisa ikut menempel pada makanan, lalu masuk ke tubuh saat dikonsumsi. Penelitian menunjukkan, akumulasi mikroplastik dalam tubuh dapat memicu peradangan, gangguan hormonal, bahkan potensi risiko kesehatan jangka panjang. Seram ya?

Eits, meski plastik tertentu relatif aman, banyak ahli kesehatan tetap menyarankan penggunaan daun pisang. Selain lebih ramah lingkungan, daun pisang juga bisa memberi aroma khas yang bikin lontong makin sedap. Namun, kalau terpaksa pakai plastik, pastikan kamu menggunakan plastik berkualitas, bukan plastik sembarangan.

Jadi, buat kamu yang pengin praktis tapi tetap peduli kesehatan, yuk mulai selektif memilih pembungkus lontong. Mau daun pisang atau plastik food grade, pastikan kamu tahu risikonya. Dengan begitu, kamu bisa tetap menikmati lontong favorit tanpa khawatir. Betul kan, Millens? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: