BerandaHits
Sabtu, 18 Feb 2022 09:12

Klaim Bledug Kuwu Terhubung dengan Laut Selatan, Ini Fakta Sebenarnya

Bledug Kuwu terhubung dengan Laut Selatan? (Mongabay Indonesia/Nuswantoro)

Bledug Kluwu ada di Grobogan yang ada di tengah Pulau Jawa dan jaraknya lebih dekat dengan Laut Jawa di Utara. Tapi, masyarakat percaya kalau Bledug Kuwu terhubung dengan Laut Selatan. Beneran nggak, sih?

Inibaru.id – Kamu tahu kan, Millens kalau Bledug Kuwu lokasinya ada di Grobogan, Jawa Tengah. Nah, fenomena alam ini berada di tengah Pulau Jawa, meski lokasinya cenderung agak ke utara. Namun, entah bagaimana awalnya ada klaim kalau Bledug Kuwu terhubung dengan Laut Selatan yang jaraknya lebih dari 100 km.

Bledug Kuwu sangatlah unik karena berada di lokasi yang datar, namun memiliki mekanisme alam yang mirip seperti kawah gunung. Di sini, kamu bisa melihat lumpur yang berisi garam alami meletup-letup. Bahkan, letupan ini bisa saja disertai dengan bumbungan asap berwarna putih.

Keberadaan garam inilah yang membuat ada orang yang menduganya terhubung dengan laut. Menariknya, bukannya Laut Jawa yang jaraknya lebih dekat, tapi malah Laut Selatan yang jaraknya lebih jauh. Bikin bingung, kan?

Seorang pegiat wisata dari Grobogan, Jawa Tengah, bernama Pujiyanto menyebut masyarakat sekitar Bledug Kuwu percaya dengan adanya mitos Jaka Linglung. Nah, Jaka Linglung ini adalah seekor naga, yang merupakan makhluk mitologi juga, ya Millens. Konon, Jaka Linglung ini adalah putra dari Raja Medang Kamulan, Aji Saka.

Legenda ini kabarnya sudah ada sejak abad ke-7 Masehi. Aji Saka mengalahkan Dewata Cengkar, raja Medang Kamulan sebelumnya yang gemar makan daging manusia dan ditakuti rakyatnya.

Bledug Kuwu diklaim terhubung dengan Laut Selatan gara-gara ada legenda Jaka Linglung. (Jakarta Post/Stefanus Ajie)

Jadi, saat bertarung, Aji Saka melepaskan kain ikat kepalanya. Secara ajaib, kain ini melebar dan memicu munculnya lubang besar di tanah. Dewata Cengkar terjatuh ke dalamnya dan bahkan langsung terseret hingga Laut Selatan. Di sana, wujudnya berubah menjadi buaya putih.

Tatkala memerintah Medang Kamulan, Aji Saka kedatangan naga Jaka Linglung yang mengaku sebagai anaknya. Aji Saka baru mau mengakui klaim itu kalau Jaka Linglung membunuh buaya putih Dewata Cengkar di Laut Selatan. Nah, kabarnya, sang naga langsung masuk ke dalam tanah untuk mencapai Laut Selatan tanpa mengganggu masyarakat.

Ia berhasil mengalahkan Dewata Cengkar dan membawa air laut sekaligus rumput grintig wulung sebagai buktinya. Sayangnya, saat pulang, dia nggak menemukan Medang Kamulan. Berkali-kali ia keluar dari tanah di wilayah Grobogan namun nggak menemukannya. Lubang-lubang tempatnya keluar inilah yang dipercaya masyarakat kini jadi Bledug Kuwu dan terhubung dengan Laut Selatan.

Cerita mitologi jelas beda dengan hasil penelitian geologi ya. Kalau menurut Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari. Bledug Kuwu ada karena adanya retakan yang mengeluarkan tekanan berupa lumpur, gas, dan mineral. Di zaman purba, daerah ini dulunya memang lautan. Nah mineral-mineral seperti garam, kalium, dan klor ini masih ada di dalam tanah sebelum akhirnya dikeluarkan oleh gas dan lumpur.

Jadi, sudah tahu kan kalau berdasarkan penelitian geologis Bledug Kuwu nggak terhubung dengan Laut Selatan, Millens? (Mon, Sol, Sem/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: