BerandaHits
Rabu, 6 Apr 2021 16:02

Ironi Kaum Milenial; Populasi Terbesar yang Paling Kesepian di Dunia

Generasi milenial, kaum paling kesepian di dunia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Menempati populasi terbesar di dunia dan dianggap paling melek teknologi, generasi ini justru dianggap sebagai orang-orang paling kesepian di dunia. Inilah ironi kaum milenial.

Inibaru.id – Sedekade silam, milenial dianggap sebagai generasi anak muda yang mengubah banyak hal. Kaum ini identik dengan orang-orang yang mendobrak tradisi, manusia-manusia melek teknologi, dan sosok-sosok energetik yang penuh gairah. Namun, konon, kaum ini kini dianggap sebagai yang paling kesepian di dunia.

Menjadi generasi yang lahir antara 1980 hingga 1997, saat ini milenial menjadi kaum yang tengah berada di puncak usia produktif. Sebagian dari mereka berusia antara 30-40 tahun. Sayang, di balik produktivitas kerja ini, mereka dianggap sebagai orang-orang paling kesepian versi YouGov.

Hasil survei perusahaan riset pasar dan analisis data berbasis internet dunia itu pada 2019 pernah menyimpulkan, 30 persen kaum milenial merasa kesepian, 30 persen nggak punya sahabat, dan 27 persen nggak punya teman berbagi. Mereka mengatakan, satu dari lima milenial nggak punya teman.

Setahun sebelumnya, penelitian dari University of Pennsylvania kian menguatkan klaim ini. Kendati acap tampak asyik menghabiskan waktu di medsos, tingkat kebahagiaan milenial diklaim sangatlah rendah. Ini terjadi karena ada perubahan pola pertemanan manusia sejak kemunculan medsos.

Gara-Gara Medsos

Penggunaan media sosial ternyata membuat banyak generasi milenial kesepian. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kendati medsos membuat kita lebih mudah mendapatkan kenalan baru, orang-orang tersebut rupanya nggak serta-merta bisa menjadi teman di dunia nyata. Sementara, untuk menghilangkan rasa kesepian, sosok yang dibutuhkan adalah mereka yang benar-benar bisa menjadi teman dalam kehidupan nyata.

Teman yang dimaksud adalah yang bisa diajak untuk bersosialisasi, berbagi cerita secara langsung, dan tertawa bareng; bukan tawa yang terjalin via teks pesan, emoticon, atau bahkan panggilan video. Nah, peran medsos rupanya belum berhasil menawarkan "fitur" tersebut.

Kegagalan medsos ini pun pada akhirnya membuat banyak milenial mencari kebahagiaan yang lebih hakiki, misalnya dengan traveling ke suatu tempat, menghubungi kawan-kawan lama, atau melakukan temu kangen, berkumpul bersama orang-orang yang dikenal.

Psikolog klinis dari Glendon Association Lisa Firestone mengatakan, untuk mengatasi kesepian dan memperkuat kejiwaan, kita memang sebaiknya melakukan sosialisasi dengan teman-teman yang nyata.

"Keluarlah dan bersosialisasi. Media sosial hanya akan mengisolasi,” tegasnya.

Wahai para milenial, apakah kamu juga mengalami perasaan yang sama? Cobalah skrol kontak di ponselmu, adakah yang bisa kamu telepon? Sapalah dia, barangkali dia juga tengah mengalami kesepian yang sama. Baik-baik ya di sana, Millens! (Cnn/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: