BerandaHits
Senin, 29 Okt 2017 02:48

Ikon Museum Sumpah Pemuda Itu Biola WR Supratman

Biola WR Supratman, Ikon Museum Sumpah Pemuda (intisari.grid.id)

Biola yang jadi peranti penciptaan lagu “Indonesia Raya” tersimpan apik di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta.

Inibaru.id – Di Museum Sumpah Pemuda Jalan Kramat Raya No 106, Jakarta Pusat, menyimpan benda bersejarah yang menjadi “saksi” momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Biola yang dipakai Wage Rudolf Supratman untuk menciptakan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” tersimpan di museum tersebut. Tak hanya itu, biola tersebut dijadikan ikon museum.

Dikutip dari Intisari-Online (28/, biola buatan Nicolaus Amateus Fecit milik WR Supratman itu terbuat dari tiga jenis kayu yaitu jati dari Belanda, mapel dari Italia dan kayu eboni dari Afrika Selatan.

Baca juga:
11 Bahasa Kita Telah Punah, Lainnya?
Fakta Unik Sumpah Pemuda Ini Jarang Diketahui Orang

Dengan iringan biola itu, WR Supratman menciptakan lagu “Indonesia Raya” dan kemudian dikumandangkan di depan peserta Kongres Pemuda Kedua di Gedung Kramat 106 Jakarta pada 28 Oktober 1928.

Biola itu termasuk model Amatus dan berukuran 4/4 atau standar. Panjang badan biola itu 36 sentimeter, lebar badan bagian terlebar 20 sentimeter, dan 11 sentimeter pada bagian tersempit, tebal tepian 4,1 sentimeter dan tebal bagian tengah enam sentimeter. Tapi biola yang bisa dilihat pengunjung hanyalah replikanya.

Yang asli disimpan secara apik di salah satu bagian ruangan museum lainnya. Hal tersebut bertujuan agar biola tersebut tetap terjaga bentuknya.

Baca juga:
8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda
Bahasa Sehat, Bahasa Terancam, dan Bahasa Sekarat

Perlu diketahui, pengelola museum melakukan konservasi atau perawatan biola lama (asli) itu dua bulan sekali.

Selain biola itu, Museum Sumpah Pemuda juga menyimpan koleksi foto kegiatan berbagai organisasi pemuda dan piringan hitam lagu “Indonesia Raya.”

Di gedung yang sampai tahun 1934 menjadi pusat pergerakan mahasiswa itu juga tersimpan replika peralatan rumah tangga milik Sie Kong Liong, pemilik pondokan pelajar yang sekarang menjadi museum. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: