BerandaHits
Minggu, 27 Sep 2025 11:01

Harga BBM Indonesia Peringkat 22 Dunia, Mengapa Masih Mahal?

Harga BBM Indonesia termurah ke-22 di dunia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Berdasarkan data Global Petrol Prices per 22 September 2025, harga BBM di Malaysia termurah ke-8 di dunia, sementara Indonesia di peringkat 22. Mungkinkah harga BBM di Indonesia bisa turun?

Inibaru.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia ternyata masuk dalam daftar 22 negara dengan harga BBM yang paling murah di dunia. Berdasarkan data Global Petrol Prices per 22 September 2025, rata-rata harga BBM RON 95 di Indonesia tercatat Rp 12.580 per liter. Harga ini lebih mahal dibandingkan negara penghasil minyak, seperti Libya, Iran, dan Venezuela, yang harga BBM-nya cuma beberapa ratus rupiah saja.

Di Libya, misalnya, harga BBM hanya Rp 462,507 per liter. Di Iran, harganya Rp 476,063, sedangkan di Venezuela Rp 582,493. Di sisi lain, harga BBM di negara besar seperti Amerika Serikat lebih mahal, yakni Rp 18.938 per liter. Jadi, meski Indonesia masih masuk dalam kategori murah, harga BBM kita ternyata tetap lebih tinggi dibandingkan banyak negara lainnya.

Posisi Indonesia di Peringkat Produksi Minyak Dunia

Meskipun Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar negara penghasil minyak terbesar di dunia, kita masih memegang posisi yang cukup strategis dalam produksi minyak. Berdasarkan data dari Global Fire Power, Indonesia berada di peringkat ke-21 dunia dengan produksi 845 ribu barel minyak per hari.

Meski kontribusinya kurang dari 1% dari total produksi minyak dunia, angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan dua tahun lalu, di mana Indonesia berada di peringkat ke-24 dengan produksi 775 ribu barel per hari.

Namun, meskipun Indonesia memproduksi minyak, kita tetap harus mengimpor sebagian besar minyak untuk kebutuhan dalam negeri. Itulah kenapa harga BBM di Indonesia tetap dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak global.

Malaysia Turunkan Harga BBM, Indonesia Kapan?

Harga BBM di Malaysia baru-baru ini turun. (mymesra)

Yang menarik, Malaysia baru-baru ini menurunkan harga BBM RON 95 menjadi 1,99 ringgit per liter atau sekitar Rp 7.864. Penurunan harga BBM ini berlaku mulai 30 September 2025, dan tentu saja menjadi topik hangat, terutama jika dibandingkan dengan harga BBM di Indonesia yang jauh lebih mahal.

Sebagai perbandingan, harga Pertamax Green 95 di Indonesia pada 1 September 2025 tercatat Rp 13.000 per liter. Sementara itu, harga BBM V-Power dari Shell dan Revvo 95 dari Vivo masing-masing dijual dengan harga Rp 13.140 per liter.

Langkah Malaysia menurunkan harga BBM tentu jadi perhatian bagi masyarakat Indonesia. Mengingat Indonesia dan Malaysia memiliki tantangan ekonomi yang cukup mirip, langkah Malaysia ini menimbulkan pertanyaan, "Kenapa Indonesia belum menurunkan harga BBM juga?"

Apakah Indonesia Bisa Ikut Turunkan Harga BBM?

Langkah Malaysia ini sebenarnya bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah Indonesia, apalagi di tengah kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian. Penurunan harga BBM di Malaysia merupakan bentuk kebijakan yang bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah inflasi dan harga barang yang terus naik.

Jika dilihat dari sisi produksi, Indonesia juga punya potensi untuk menurunkan harga BBM. Meski demikian, berbagai kebijakan terkait subsidi, distribusi, dan anggaran negara tentu harus diperhitungkan matang-matang. Tentunya, keputusan untuk menurunkan harga BBM juga harus diimbangi dengan kebijakan yang tepat agar tidak menambah beban anggaran pemerintah.

Indonesia memang berada di posisi 22 dunia dalam hal harga BBM yang cukup terjangkau, namun masih jauh dibandingkan negara-negara seperti Malaysia. Mengingat produksi minyak Indonesia yang cukup besar, mungkin sudah saatnya bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat, termasuk dalam hal urusan harga BBM. Setuju, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: