BerandaHits
Kamis, 11 Feb 2026 09:01

Generasi Muda Indonesia Semakin Akrab dengan Double Job

Ilustrasi: Generasi muda dengan double job. (IG The Post.id)

Nggak cukup mendapatkan pemasukan dengan satu pekerjaan, generasi muda mau nggak mau melakukan dua pekerjaan, bahkan lebih, meski harus kelelahan fisik dan mental. Seperti ini cerita mereka.

Inibaru.id – Setiap kali ditanya apa pekerjaannya, Farida nggak langsung bisa memberikan jawaban. Maklum, beda dengan generasi sebelumnya yang biasanya memberikan satu jawaban pasti, perempuan kelahiran 2002 itu harus membeberkan dua pekerjaan yang selama ini dia lakukan, meski di bidang yang sama, yaitu pendidikan.

Kesulitan mencari pekerjaan penuh waktu layaknya sebagian rekan-rekannya di kuliah, Farida memutuskan untuk mengambil pekerjaan paruh waktu di sebuah institusi pendidikan yang ada di Kota Semarang. Tapi, karena gajinya masih belum mencukupi kebutuhannya sebagai salah seorang sandwich generation, dia juga mengajar les di sore hari.

“Mau nggak mau walau rasanya capek karena tempat tinggal anak yang harus saya datangi untuk mengajar les terkadang jauh. Soalnya saya harus ikut membantu pemasukan keuangan keluarga, termasuk cicilan sepeda motor yang saya gunakan untuk kerja setiap hari ini,” ungkap lulusan jurusan Bahasa Inggris tersebut pada Selasa (10/2/2026).

Dia nggak sendirian, sejumlah teman kuliahnya dulu juga melakukan hal yang sama. Salah satunya Vania yang kebetulan satu kantor dengannya.

“Kalau saya kebetulan punya kerjaan WFA membuat konten di media sosial bidang olahraga seperti menulis artikel, ngedit video gitu. Cuma yang bikin capek, terkadang harus nonton pertandingan sepak bola dini hari buat bikin konten tersebut se-up to date mungkin, sementara paginya harus datang ke kantor,” kata Vania.

Banyak generasi muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan penuh waktu dan akhirnya melakukan double job. (Trenasia/Ismail Pohan)

Meski di kantor hanya setengah hari, tetap saja, melakukan pekerjaan ganda seperti ini cukup menguras fisik dan mental keduanya.

“Banyak yang mengira anak muda seusia kita bakal sering nongkrong, nonton film, atau melakukan hal seru lainnya. Kita nggak punya banyak waktu untuk melakukannya karena banyak disibukkan dengan pekerjaan. Kalau ada waktu luang, akhirnya milih istirahat saja. Tapi karena jarang refreshing, kadang penat juga akhirnya pikiran. Jadi terkadang kalau abis pulang dari kantor, mampir sejenak di mal atau kafe sebelum kerja lagi,” terang Vania.

Beda dengan Farida yang jadi sandwich generation, Vania sebenarnya nggak ikut dibebani pemasukan buat keluarga. Tapi, karena ngekos di Kota Semarang, dia nggak mau lagi meminta uang saku dari orang tuanya yang bukan berasal dari kalangan berada. Pada akhirnya, dia memilih melakoni pekerjaan-pekerjaan tersebut agar bisa mandiri atau setidaknya bisa membelikan paket internet buat adik-adiknya.

“Kita berdua bisa dikatakan masih nggak begitu mengandalkan fisik buat kerja ya. Ada beberapa teman kuliah yang sampai jadi driver ojek daring demi mendapatkan tambahan padahal siangnya juga kerja di kantor. Capeknya pasti lebih kerasa,” kata Farida.

Yap, realitanya, memiliki double job, atau bahkan lebih dari 2 pekerjaan kini jadi hal yang lumrah dilakoni generasi muda di Indonesia. Alasannya, tentu saja karena faktor finansial. Semoga saja ke depannya hal ini bisa segera diperbaiki sehingga generasi muda bisa mendapatkan satu pekerjaan yang mampu memberikan penghasilan yang cukup buat mereka, ya, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: