BerandaTradisinesia
Kamis, 1 Apr 2026 12:50

Legenda Azan Pitu di Cirebon; Kisah Para Muazin Melawan Ilmu Hitam

Tujuh muazin saat mengumandangkan azan menjelang pelaksanaan salat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. (Inibaru.id/ Sundara)

Azan pitu di Masjid Agung Cirebon adalah tradisi tujuh muazin setiap Jumat yang menjadi simbol tolak bala dan warisan syiar Islam dari zaman Sunan Gunung Jati.

Inibaru.id - Setiap salat Jumat, azan pertama di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang berada di kompleks Keraton Kesepuhan Cirebon, nggak hanya dikumandangkan oleh satu orang. Tujuh muazin berdiri berjejer, menyerukan panggilan salat secara bersamaan.

Masyarakat Cirebon menyebut tradisi yang jarang ditemukan di masjid lain ini sebagai Azan Pitu. Lebih dari sekadar panggilan salat, azan pitu dianggap sebagai simbol kemenangan atas gangguan gaib yang konon pernah mengancam penyebaran Islam di Kota Udang tersebut.

Menurut Subhan Nur, pegiat sejarah dari komunitas Cirebon History, ada beberapa versi kisah di balik azan tujuh ini. Intinya, semua itu berkaitan erat dengan perjuangan syiar Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati di Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

"Azan pitu atau tujuh muazin ini punya beberapa versi cerita. Ketika Islam belum berkembang pesat, masjid Sang Cipta Rasa dibangun sebagai sarana syiar. Setiap azan hanya dikumandangkan oleh satu muazin," ucap Subhan, belum lama ini.

Pada abad ke-15, syiar Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati tergolong pesat. Banyak warga setempat berbondong-bondong memeluk Islam dan mengucapkan Dua Kalimat Syahadat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Gangguan Ilmu Hitam

Namun, dakwah Sunan Gunung Jati nggak selalu berjalan mulus dan aman dari gangguan. Subhan menyebut, pada masa itu muncul tokoh antagonis bernama Menjangan Wulung, seorang pendekar ilmu hitam yang konon menggunakan sihir untuk melemahkan para muazin.

"Siapa pun yang mencoba mengumandangkan azan, pasti langsung jatuh sakit. Menjangan Wulung tidak senang dengan perkembangan Islam," tegas Subhan. "Dia ingin menghancurkan para muazin, sampai membuat mereka sakit dengan sihir dan ilmu-ilmu gaib."

Kondisi ini membuat Sunan Gunung Jati bermunajat memohon petunjuk kepada Allah. Strategi pun muncul, yakni dengan menambah jumlah muazin yang mengumandangkan azan menjadi beberapa orang, hingga akhirnya berjumlah tujuh orang.

Salah satu ruang salat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon. (Sundara/Inibaru.id)

"Azan dua muazin masih jatuh. Azan tiga juga sakit. Sampai azan enam, masih sama. Baru ketika azan tujuh dikumandangkan, gangguan itu hilang. Menjangan Wulung terpental," imbuh Subhan.

Sejak saat itu, azan pitu dijadikan tradisi dan dikumandangkan setiap salat Jumat. Tradisi ini juga diyakini sebagai simbol perlindungan atau tolak bala, sekaligus pengingat perjalanan dakwah Sunan Gunung Jati yang penuh ujian.

Selain kisah perlawanan terhadap ilmu hitam, ada tafsir lain yang lebih sufistik. Menurut Subhan, azan pitu juga dianggap sebagai lambang kesempurnaan spiritual dalam ajaran tasawuf yang berkembang di kalangan para wali.

"Jadi, kalau yang namanya sejarah itu dinamis dan banyak versinya. Kita harus memaklumi semuanya, bukan berarti merasa paling benar," ungkap dosen UIN Syekh Nurjati tersebut.

Cerita Muazin Azan Pitu

Bagi para muazin, tradisi ini bukan sekadar warisan, tetapi amanah yang harus dijaga. Munadi,salah seorang muazin yang saat ini berusia 45 tahun mengaku melakoni pekerjaan tersebut untuk merawat tradisi. Dengan sukacita, sosok yang menjadi muazin menggantikan ayahnya itu melakukannya dengan sukarela.

"Saya jadi muazin menggantikan bapak. Ada perasaan tanggung jawab untuk menjaga. Ini bukan sekadar tugas, tapi warisan yang harus dijalankan," ungkap Munadi.

Hari Jumat dipilih sebagai waktu pelaksanaan azan pitu karena menjadi saat berkumpulnya umat Islam. Kehadiran banyak jemaah, menurutnya, membuat tradisi ini sekaligus memperkuat nilai spiritual dan perlindungan.

"Hari Jumat itu momen silaturahmi umat Islam. Jadi, menjadi waktu yang tepat untuk melestarikan tradisi ini," sebutnya.

Dengan sejarah panjang dan tanggung jawab yang begitu besar, Munadi mengatakan bahwa pekerjaan sebagai muazin azan pitu sebenarnya cukup berat. Namun, karena niatnya adalah untuk pengabdian kepada umat dan agama, dia nggak gentar melakukannya.

"Berat, tapi sejauh ini kami niatkan untuk ibadah dan mengabdi," tutupnya.

Azan pitu terus bergema setiap menjelang salat Jumat, mengingatkan warga Cirebon akan sejarah perjuangan para wali sekaligus menjadi simbol tolak bala bagi umat Islam. Membayangkan tujuh azan berkumandang di sebuah masjid secara bersamaan pasti menyejukkan sekali ya, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: