BerandaHits
Kamis, 1 Apr 2026 09:01

Persiapan Menghadapi Fenomena Alam Godzilla El Nino pada Musim Kemarau Nanti, Apa Saja?

Godzilla El Nino diperkirakan akan membuat musim kemarau jadi lebih ekstrem di Indonesia. (Radarsolo/Iwan Adi Luhung)

Sejumlah pakar menyebut musim kemarau 2026 ini bakal lebih kering dan ekstrem akibat adanya efek dari Godzilla El Nino. Apa yang perlu kita siapkan untuk menghadapinya, ya?

Inibaru.id - Belakangan ini, istilah “Godzilla El Nino” mulai sering muncul di berbagai pemberitaan. Terdengar dramatis, memang, tapi fenomena alam ini bukan sekadar istilah bombastis. “Godzilla” dipakai untuk menggambarkan kekuatan El Nino yang jauh lebih besar dan ekstrem dibanding biasanya. Buat warga Indonesia yang kerap mengalami fenomena cuaca, kondisi ini jelas bukan kabar sepele.

Secara sederhana, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada perubahan pola cuaca global. Ketika intensitasnya sangat kuat sehingga dijuluki “Godzilla”, dampaknya bisa terasa lebih luas dan lebih lama, termasuk di wilayah tropis seperti Indonesia.

Salah satu dampak paling nyata nantinya adalah musim kemarau yang jadi lebih panjang dan kering. Curah hujan bisa turun drastis, bahkan di beberapa daerah hampir tidak turun hujan sama sekali dalam waktu lama. Kondisi ini berisiko menyebabkan kekeringan, terutama di wilayah yang memang bergantung pada air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, sektor pertanian juga jadi salah satu yang paling terdampak. Tanaman pangan seperti padi bisa mengalami gagal panen karena kekurangan air. Kalau sudah begini, bukan cuma petani yang rugi, tapi juga bisa berdampak ke ketersediaan bahan pangan secara nasional.

Masalah lain yang sering muncul saat El Nino kuat adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Tanah yang kering dan suhu udara yang tinggi membuat api lebih mudah menyebar. Kita tentu masih ingat bagaimana kebakaran hutan bisa menyebabkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Masalah kekurangan air bersih bisa bermunculan saat kemarau panjang. (VOI)

Di sisi lain, suhu udara yang lebih panas dari biasanya juga bisa berdampak pada kesehatan. Dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan pernapasan jadi lebih rentan terjadi, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi fenomena ini?

Pertama, penting untuk mulai menghemat penggunaan air. Gunakan air secukupnya dan, kalau memungkinkan, siapkan cadangan air bersih di rumah. Jika perlu, menambah tumbuhan penahan air seperti bambu, beringin, atau pohon aren di dekat mata air bisa jadi solusi.

Kedua, petani juga bisa mulai menyesuaikan pola tanam agar tanaman lebih tahan terhadap kondisi kering. Ketiga, kita harus lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Hindari membakar sampah sembarangan dan segera laporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar.

Selain itu, menjaga kondisi tubuh juga nggak kalah penting. Perbanyak minum air putih, gunakan pelindung seperti topi atau sunscreen saat beraktivitas di luar, dan usahakan tidak terlalu lama terpapar panas matahari.

Fenomena “Godzilla El Nino” memang terdengar menakutkan, tapi bukan berarti kita nggak bisa menghadapinya. Dengan persiapan yang tepat dan kesadaran bersama, dampak negatifnya bisa diminimalkan. Jadi, mulai sekarang, yuk lebih siap dan peduli terhadap perubahan cuaca di sekitar kita, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: