BerandaHits
Rabu, 21 Nov 2017 01:18

Terima Duit 500 Ribu Dolar AS? Ganjar: Oh, Ndak!

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi KTP-el di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 13 Oktober 2017. (Tempo/Imam Sukamto)

Kesaksian Nazaruddin yang mengaku melihat langsung saat Ganjar menerima uang korupsi KTP-el segera disangkal Ganjar.

Inibaru.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali membantah keterkaitan dirinya dengan kasus KTP-el yang mendera sejumlah elite politik di Indonesia. Pernyataan itu kembali dia lontarkan menyusul pernyataan Muhammad Nazaruddin yang kembali menyebut namanya.

Sebelumnya, dalam kesaksian untuk terdakwa Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/11/2017), Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengaku melihat sendiri saat Ganjar Pranowo menerima uang hasil korupsi KTP-el. Kala itu Ganjar masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR.

Baca juga:
Kasus KTP-el, Nazaruddin Yakin Ganjar Pranowo Terima Uang
Tentang “Benjol Sebesar Bakpau” di Pelipis Setya Novanto

Dilansir dari Tempo.co, Senin (20/11/2017), politikus PDI Perjuangan itu kembali menegaskan bahwa tuduhan Nazaruddin tidaklah tepat.

"Oh ndak (tidak). Itu udah diomongkan dulu di persidangan," ungkapnya seusai menemui Dewan Pengupahan Provinsi Jateng di Rumah Dinas Puri Gedeh, Senin (20/11).

Bantahan yang dimaksud Ganjar adalah yang disampaikannya saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong pada 12 Oktober 2017. Dalam fakta persidangan yang dijalaninya sebagai saksi saat itu dia justru balik bertanya kapan pihak yang dimaksud menyerahkan uang kepadanya.

Ganjar mengungkapkan, jika yang dimaksud Nazaruddin saat itu terjadi pada September-Oktober 2010, hal tersebut justru tidak relevan.

Baca juga:
Jokowi Kritik Praktik Politik Tanpa Etika
Hingga November Tahun Ini Sudah Terjadi 2.057 Bencana

"Pas di persidangan kan juga saya omongkan, (pemberian uang 500.000 dolar AS) kapan itu? Katanya diberikan ke saya pada September-Oktober, padahal Bu Mustoko ini aja meninggalnya bulan Juni (2010)," terangnya.

Dalam persidangan, Nazaruddin mengaku melihat secara langsung Ganjar Pranowo menerima uang di ruang Mustoko Weni. Kronologi tersebut dijelaskan Nazaruddin saat dikonfirmasi mengenai mekanisme pemberian uang 500.000 dolar AS kepada Ganjar Pranowo. (GIL/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: