BerandaHits
Selasa, 11 Okt 2021 10:17

Di Tiongkok, 30 Juta Anak Perempuan 'Hilang', Ada Apa?

Kebijakan satu keluarga satu anak di Tiongkok ikut berimbas pada 'hilangnya' 30 juta anak perempuan di sana. (Flickr/ Gauthier DELECROIX - 郭天)

Meski sudah dihapus, dampak dari kebijakan satu anak di satu keluarga di Tiongkok masih memberikan dampak besar. Kabarnya, 30 juta anak perempuan hilang akibat hal ini. Kok bisa?

Inibaru.id – Aturan Keluarga Berencana khas Tiongkok yang hanya mengizinkan keluarga hanya punya satu anak selama beberapa dekade memang sudah dihapus. Namun, dampaknya ternyata cukup signifikan, lo. Hal ini bahkan sampai membuat 30 juta anak perempuan ‘hilang’! Ada apa?

Omong-omong, kebijakan satu anak cukup ini dikeluarkan pada 1979 lalu. Hal ini membuat banyak pasangan yang terpaksa ‘memilih’ anaknya. Kebanyakan sih lebih suka anak laki-laki.

Hal ini ternyata berimbas pada nggak imbangnya jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di Tiongkok. Contohlah nih, ya, sensus penduduk Tiongkok pada 2010 lalu menghasilkan fakta kalau perbandingan laki-laki dan perempuan yang lahir di sana adalah 118 banding 100.

Isu tentang hilangnya 30 juta anak perempuan di Tiongkok ini ternyata membuat penasaran Profesor dari University of Kansas, Amerika Serikat John Kennedy dan Shi Yaojiang dari Shaanxi Normal University. Mereka pun menemui petani yang tinggal di Provinsi Shaanxi.

Asal mula kehebohan data ini adaah gara-gara data sensus nasional yang dilakukan pada 1990, 2000, dan 2010. Nah, data-data anak muda dengan usia 20-an inilah yang menunjukkan ‘hilangnya’ jutaan anak-anak perempuan di sana.

Selain nggak terdata di dinas kependudukan, banyak anak perempuan yang diaborsi dalam kandungan atau diadopsi ke luar negeri usai dilahirkan. (Flickr/ Matthias Ripp)

Salah seorang petani itu memperkenalkan dua anaknya, sang sulung berjenis kelamin perempuan dan adiknya yang merupakan lelaki. Keduanya terdaftar di data kependudukan pemerintah. Meski ada aturan satu anak satu keluarga, Tiongkok membolehkan anak kedua jika anak sulungnya adalah perempuan.

Menariknya, ternyata masih ada satu anak lagi. Jenis kelaminnya perempuan. Yang bikin kaget, ternyata anak perempuan yang ternyata adalah anak tengah ini nggak didaftarkan ke kependudukan pemerintah! Usut punya usut, banyak keluarga di desa yang baru melaporkan adanya anak perempuan saat usianya sudah mencapai 10 sampai 15 tahun. Hanya, banyak juga yang benar-benar nggak terdata hingga sekarang sehingga mereka seperti lenyap tak berbekas meski sebenarnya masih hidup.

Selain itu, kebijakan satu anak saja ternyata juga bikin keluarga di sana pikir-pikir beneran mengingat adanya denda atau hukuman jika ketahuan pemerintah punya anak lebih dari satu. Hidup di pedesaan atau pinggiran kota sudah cukup memusingkan para keluarga ini sehingga mereka nggak mau ditambahi beban denda atau hukuman. Hasilnya, praktik aborsi atau bahkan membiarkan anak perempuannya diadopsi oleh keluarga dari luar negeri cukup sering terjadi.

Yang mengerikan, ada penelitian yang menyebut bayi-bayi perempuan yang diadopsi atau dibiarkan nggak dirawat usai lahir agar meninggal cukup marak di sana dengan korban mencapai 8,5 juta. Mereka adalah bayi-bayi yang dilaporkan menghilang usai lahir di antara 1980 sampai 2000. Sejumlah pakar bahkan yakin jika angkanya jauh lebih tinggi dari itu.

Hm, cukup mengerikan juga ya fakta tentang hilangnya 30 juta anak perempuan di Tiongkok, ini. (Vic/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kios SIM Hadir, Perpanjang SIM A dan C Bisa Cetak Mandiri

3 Okt 2026

Indonesia Dinobatkan sebagai Negara Paling Ramah di Dunia

5 Okt 2026

Penantian Panjang Berakhir, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

6 Okt 2026

Soal Ijazah Gibran, MK Tak Temukan Bukti Setara SMA

7 Okt 2026

Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 Juta, Jemaah Menanggung Sekitar Rp54,6 Juta

8 Okt 2026

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: