BerandaHits
Rabu, 6 Jan 2026 16:25

Dear Pengabdi Nine-to-five, Duduk Kelamaan Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, lo!

Ilustrasi: Penelitian terbaru menyebutkan bahwa duduk terlalu lama berisiko meningkatkan potensi serangan jantung. (Unsplash/Daria Nepriakhina)

Para pekerja yang yang mengabdikan diri di kantor nine-to-five patut waspada, karena studi terbaru menunjukkan bahwa duduk kelamaan berkorelasi terhadap meningkatnya risiko serangan jantung, bahkan bagi mereka yang rutin berolahraga.

Inibaru.id - Pekerjaan indoor yang banyak menuntut kita duduk berjam-jam, entah di depan komputer atau meja kerja, ternyata membawa konsekuensi serius bagi kesehatan jantung.

Dikutip dari Harvard Gazette, sejumlah studi terbaru menunjukkan bahwa waktu duduk yang berkepanjangan berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung, bahkan untuk mereka yang sejatinya cukup aktif secara fisik.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa duduk lebih dari sekitar 10,6 jam per hari berpotensi meningkatkan risiko secara signifikan terhadap gagal jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Riset yang melibatkan hampir 90.000 peserta dari UK Biobank ini bahkan mengatakan bahwa risiko tersebut juga berlaku untuk mereka yang rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik setiap hari, sebagaimana dituturkan dr Shaan Khurshid, salah seorang peneliti senior dalam studi tersebut.

"Data diambil berdasarkan aktivitas harian mereka selama seminggu, yang direkam dengan akselerometer. Kami mengukur berapa banyak waktu yang dihabiskan peserta dalam perilaku sedentar (aktivitas rendah energi tanpa tidur seperti duduk, berbaring, atau bersantai," sebutnya.

Risiko Lebih Besar pada Penyintas

Berdasarkan hasil riset, dr Khurshid mengatakan bahwa duduk berkepanjangan nggak hanya berpengaruh terhadap gangguan irama (aritmia) dan serangan jantung, tetapi juga memunculkan dampak yang jauh lebih berbahaya seperti gagal jantung dan kematian akibat kardiovaskular.

“Kita sama-sama tahu tentang pentingnya aktivitas fisik. Namun, bahkan bagi mereka yang aktif, kami menemukan bahwa potensi gagal jantung tetap besar jika mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk duduk atau berbaring,” tegasnya.

Penyintas serangan jantung memiliki risiko mengalami situasi serupa jika duduk lebih dari 14 jam sehari. (Unsplash/Towfiqu Barbhuiya)

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes memperkuat bukti tersebut. Mereka menuliskan bahwa penyintas serangan jantung memiliki risiko lebih besar mengalami situasi serupa jika mereka duduk lebih dari 14 jam per hari.

Dikutip American Heart Association, studi yang melibatkan sekitar 600 pasien yang pernah mengalami nyeri dada atau serangan jantung itu menunjukkan bukti bahwa perilaku sendetar dalam setahun memperbesar risiko mereka mengalami kejadian serupa hingga dua kali lipat dibanding penyintas yang aktif secara fisik.

"Yang menarik, mengganti waktu duduk harian selama 30 menit dengan aktivitas fisik ringan atau tidur akan membuat perbedaan nyata hingga setengahnya," kata salah seorang peneliti dalam studi tersebut.

Mengapa Duduk Berlebihan Berbahaya?

Kenapa duduk terlalu lama berbahaya? Para ilmuan sepakat mengatakan bahwa duduk atau aktivitas sendetar lain dalam kondisi terjaga berarti otot tubuh, terutama yang ada di kaki, jarang bergerak. Hal ini membuat aliran darah lebih lambat, sensitivitas insulin menurun, dan metabolisme lemak berubah.

Ketiga faktor tersebut, ilmuan menyebutkan, meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan gangguan jantung. Tanpa mengesampingkan olahraga rutin yang dilakukan, mereka menegaskan bahwa aktivitas langsung sepanjang hari jauh lebih penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Para peneliti dan badan kesehatan menganjurkan beberapa langkah praktis untuk melawan efek buruk duduk terlalu lama, antara lain:

  1. Kurangi total waktu duduk harian sebanyak mungkin, misalnya dengan berdiri atau berjalan singkat setiap 30–60 menit;
  2. Tambahkan aktivitas ringan di sela-sela waktu duduk seperti berjalan ringan, naik-turun tangga, atau melakukan peregangan;
  3. Gabungkan aktivitas fisik dalam rutinitas harian, bukan hanya olahraga formal di gym.

Duduk terlalu lama, meskipun meningkatkan produktivitas, bukanlah aktivitas yang mendukung kesehatan jantung para pekerja nine-to-five. Maka, saatnya perusahaan bikin kebijakan yang lebih ramah untuk mereka, ya! Sepakat, Gez? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: