BerandaHits
Selasa, 15 Jan 2024 18:59

Dampak Pajak Hiburan Naik 40-75 Persen

Inul Daratista memprotes pajak hiburan naik. (Detik)

Inul Daratista menuding pajak hiburan naik hingga 40-75 persen bisa mematikan usaha hiburan. Lantas apakah pemerintah mau merevisi aturan ini?

Inibaru.id – Pedangdut sekaligus pebisnis karaoke Inul Daratista baru-baru ini memprotes pajak hiburan naik sampai 40-75 persen melalui media sosial. Menurutnya, kenaikan pajak yang setinggi itu bisa membuat pelaku bisnis hiburan seperti dirinya mengalami kesusahan.

Sebelumnya, pajak hiburan yang masuk dalam Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PJBT) hanyalah 25 persen. Nah, yang bakal dikenakan pajak tersebut adalah bisnis diskotek, kelab malam, bar, spa atau mandi uap, dan karaoke yang jadi salah satu pemasukan utama Inul Daratista.

“Bayar pajak nggak kira-kira. Belum lagi dicari-cari diobok-obok harus kena tambahayan bayar. Kalau nggak bsia rumah diancam kena police line atau sita harta,” tulis Inul di akun Twitter pribadinya pada Sabtu (13/1/2024).

Selain Inul, tokoh lain yang juga memprotes kenaikan pajak hiburan adalah pengacara Hotman Paris. Di akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Hotman mengangap pajak sampai 40 persen bisa mematikan usaha hiburan.

“Pajak 40 persen? Mulai berlaku Januari 2024? Super tinggi? Ini mau matikan usaha?” tulisanya pada Sabtu (6/1).

Mungkinkah Bisa Mematikan Usaha Hiburan Di Indonesia?

Bagi sejumlah pihak, kenaikan pajak hiburan bisa memberatkan pelaku usaha hiburan. (AAR Andy Fatur Rezky)

Menanggapi tudingan Hotman Paris tentang kenaikan pajak hiburan yang bisa mematikan usaha, pengamat ekonomi dari Center for Indonesia Tax Analysis (CITA) Fajry Akbar menyebut besaran pajak ini memang cenderung lebih mahal jika dibandingkan yang diberlakukan negara-negara lain dengan industri hiburan yang kuat seperti Thailand.

Di Negara Gajah Putih, diskotek dikenakan tarif cukai sebesar 5 persen. Sementara di di Filipina, diskotek dan tempat hiburan sejenis hanya dikenakan pajak sebesar 18 persen.

“Kenaikan tarif ini bakal jadi tantangan besar bagi pelaku usaha. Soalnya mau nggak mau mereka harus menaikkan harga jasa yang akan dibayarkan konsumen. Kalau nggak mau harga naik, mau nggak mau keuntungan pemilik usaha bakal turun. Apalagi kini harga tiket ke luar negeri murah. Bisa jadi konsumen malah memilih untuk mencari hiburan ke sana,” terang Fajry sebagaimana dilansir dari Liputan6, Senin (15/1).

Senada dengan Hotman, Fajry juga menyayangkan pajak hiburan naik sampai 40-75 persen. Menurutnya, pelaku usaha bakal mengalami kesulitan besar ke depannya. Dia pun berharap pemerintah mempertimbangkan kembali aturan yang sudah diberlakukan tersebut.

Mendapatkan Tanggapan Sandiaga Uno

Terkait dengan kenaikan pajak hiburan yang sudah diresmikan dalam UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pun memberikan respons. Dia mengaku bakal mendengarkan masukan dari sejumlah pihak, termasuk komplain yang disampaikan Inul dan Hotman Paris.

"Kami siap mendengarkan masukan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Yang pasti, kami nggak akan mematikan industri parekraf karena industri ini baru saja bangkit pasca-pandemi," ujar Sandiaga, Senin (15/11).

Hm, semoga saja solusi terbaik bisa ditemukan mengenai kenaikan pajak hiburan ini. Jangan sampai industri hiburan di Indonesia mengalami masalah ya, Millens. (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: