BerandaHits
Jumat, 28 Jul 2022 11:21

Bikin Resah, PSE Lingkup Privat Mungkinkan Kominfo Akses WhatApp dan Gmail

Aturan PSE bisa bikin Kominfo mampu mengintip chat WhatsApp. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Aturan PSE Lingkup Privat yang penuh kontroversi ternyata memungkinkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengintip Chat WhatsApp dan isi surat Gmail. Bukankah hal ini melanggar privasi pengguna?

Inibaru.id – Chairman dari Lembaga Riset Keamanan Cyber Communication & Information System Security Research Centger (CISSReC) Pratama Persadha menyebut aturan Penyelenggara Sistem Elelektronik (PSE) Lingkup Privat memungkinkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bisa mengintip chat WhatsApp dan surat Gmail penggunanya di Indonesia.

“Dengan Permenkominfo PSE ini, pemerintah bisa meminta dan melihat informasi yang dibutuhkan untuk keperluan penyelidikan, meskipun data tersebut dienkripsi (red: diamankan),” ujar Pratama, (Selasa (26/7/2022).

Pratama nggak asal tuding. Dia melihat potensi ini di Pasal 9, Pasal 14, dan 36 Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020. Pada Pasal 36 ayat 1 misalnya, disebutkan kalau PSE Lingkup Privat diminta untuk menyediakan akses lalu lintas data dan informasi pengguna sistem elektronik atau subscriber information jika memang diminta oleh aparat penegak hukum secara resmi.

Bertentangan dengan Sistem WhatsApp

Hal ini tentu bertentangan dengan sistem enkripsi end to end yang selama ini diterapkan oleh WhatsApp. Soalnya, lewat konsep ini, hanya pengirim dan penerima pesan yang bisa membaca pesan.

Meski bisa menghilangkan privasi pengguna WhatsApp dan Gmail, Pratama sebenarnya punya jalan tengah terkait aturan PSE yang kontroversial.

Menurutnya, pemerintah atau aparat baru boleh mendapatkan akses membuka informasi dari WhatsApp dan Gmail hanya untuk penyelidikan hukum. Hal ini sudah diberlakukan di banyak negara.

“Ada masukan sebagai jalan tengah, permintaan membuka informasi untuk keperluan penyelidikan tersebut harus lewat pengadilan,” saran Pratama.

Sejumlah pakar teknologi mengungkap potensi negara mengambil informasi data pengguna WhatsApp dan Gmail. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Potensi Jadi Pasal Karet

Hal serupa juga diungkap oleh peneliti dari Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat (ELSAM) Alia Yofira. Melalui Twitter Space, dia menyebut aturan PSE memungkinkan Permenkominfo mendapatkan informasi apapun dari Google dan WhatsApp.

Selain itu, dia juga menganggap aturan dari Permenkominfo ini punya potensi menjadi pasal karet di masa depan. Bagaimana nggak, dalam aturan tersebut, masih ditemukan diksi yang nanggung dalam hal pemblokiran konten.

Ya, diksi seperti “meresahkan masyarakat” atau “mengganggu ketertiban umum” memiliki makna yang ambigu . Batasan dari diksi-diksi tersebut nggak jelas dan belum tentu sama pada setiap orang.

Melihat banyaknya kontroversi dari aturan PSE ini, Pratama pun mendorong masyarakat, khususnya yang nggak setuju dengan aturan ini untuk segera mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung (MA). Dia juga meminta Kominfo untuk melakukan perbaikan terhadap aturan ini sehingga tujuan asli dari aturan PSE ini benar-benar didapat tanpa memicu kontroversi.

Wah, pemerintah memang harus segera meredakan keresahan atau ketakutan masyarakat ini, ya? Kan nggak enak jika pesan-pesan yang bersifat pribadi ternyata bisa diakses oleh orang lain. (Det,Cnn/IB09/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: