BerandaHits
Selasa, 18 Des 2023 17:36

Bayi Prematur Berisiko Alami Stunting

Bayi lahir prematur berisiko mengalami stunting. (Shutterstock)

Di Indonesia, bayi yang lahir prematur kerap memiliki berat badan rendah. Kondisi ini pun rentan mengakibatkan stunting.

Inibaru.id – Salah satu momok bagi ibu hamil adalah lahir prematur. Prematur adalah bayi yang lahir sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu. Secara umum, bayi prematur di Indonesia sering memiliki berat badan di bawah standar normal, yang disebut juga dengan Kecil Masa Kehamilan (KMK).

Selain ukuran yang kecil, bayi prematur lahir dengan organ tubuh yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga memerlukan perawatan khusus, termasuk perawatan intensif.

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dapat memiliki dampak serius pada kesehatan bayi, termasuk risiko stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi BBLR di Indonesia mencapai 6,0%. Selain itu, perkiraan dari WHO dan UNICEF menunjukkan bahwa prevalensi bayi prematur di Indonesia sekitar 10%.

Mengenai hal ini, dr Lovely Daisy, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyampaikan bahwa pencegahan kelahiran prematur dan BBLR menjadi bagian integral dari upaya pencegahan stunting. Menurutnya, berdasarkan data SSGI 2022, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting pada bayi usia 0-11 bulan adalah kondisi BBLR, prematuritas, dan penyakit infeksi.

"Kami ingin menurunkan angka stunting melalui pencegahan kelahiran prematur. Pengobatan akan memerlukan waktu lama, biaya tinggi, dan hasil yang tidak optimal. Oleh karena itu pencegahan menjadi kunci," ujar Lovely dalam konferensi media di RSAB Harapan Kita Jakarta pada Jumat (15/12/2023).

Menurutnya deteksi dini merupakan langkah penting, bahkan sebelum kehamilan, untuk mengidentifikasi ibu hamil dengan berbagai faktor risiko dan mencegah BBLR serta stunting pada bayi.

Sebelum dan selama masa kehamilan, calon ibu harus cukup gizi. (Shutterstock/Pixel-stok)

Pencegahan BBLR dan stunting juga memerlukan intervensi sebelum dan selama kehamilan. Intervensi sebelum hamil melibatkan skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah.

Sementara itu, intervensi selama kehamilan melibatkan pemeriksaan rutin minimal enam kali, konsumsi tablet tambah darah, dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK).

"Dalam merawat bayi prematur dan BBLR, penting untuk memastikan bayi tetap hangat, memenuhi kebutuhan gizi, dan memantau kesehatan, pertumbuhan, serta perkembangan bayi secara rutin," tambah dr Lovely.

Hadir pula Prof Rinawati sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yang menggambarkan bayi prematur di Indonesia. Faktor-faktor penyebabnya meliputi kehamilan kembar, infeksi, diabetes, dan preeklampsia. BBRL atau bayi prematur juga menyumbang tinggi terhadap angka kematian bayi, mencapai 27,6%.

"Bayi prematur menyumbang 1/3 kasus stunting dan 2/3 kematian bayi. Jika kita dapat mencegah kelahiran prematur, perkembangan Indonesia akan sangat pesat," ungkap Prof Rinawati.

Prof Rinawati menekankan bahwa bayi prematur memerlukan perhatian khusus, termasuk kehangatan ekstra karena jumlah lemak yang lebih sedikit dan kulit yang lebih tipis. Bayi prematur juga membutuhkan asupan nutrisi khusus, serta pemeriksaan dan skrining yang rutin.

Dr. Johanes Edy, narasumber lainnya, menyoroti pentingnya deteksi dan manajemen dini faktor risiko selama kehamilan untuk mencegah prematuritas dan BBLR.

"Melalui pemeriksaan berkualitas, faktor risiko prematuritas dan BBLR dapat dideteksi lebih awal, memungkinkan tindakan yang tepat untuk menjaga kesehatan ibu dan janin," kata Dr Johanes.

Kementerian Kesehatan telah menetapkan standar pemeriksaan kesehatan selama kehamilan, termasuk minimal enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan. Pemeriksaan pada trimester pertama dan ketiga disarankan dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk mendeteksi faktor risiko dan komplikasi yang terkait dengan kehamilan.

Lantaran kondisi ini bikin was-was, yuk ah lakukan persiapan sejak sebelum hamil dan rutin periksa selama masa kehamilan ya, Millens. Bayi sehat, keluarga bahagia. (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: