BerandaHits
Selasa, 13 Jul 2020 10:36

Batik Diklaim Tiongkok, Warganet Indonesia Geger

Perayaan hari batik nasional di Kota Semarang dengan membatik di kain sepanjang 100 meter. (Inibaru.id/ Audrian F)

Media dari Tiongkok Xhinhua News mengeluarkan berita kalau batik merupakan warisan milik Tiongkok. Mendengar hal ini, warga Indonesia pun geger dan melakukan protes terhadap klaim ini.<br>

Inibaru.id - Pada Minggu (12/7/2020) jagat media sosial Twitter Tanah air dihebohkan dengan klaim Tiongkok atas batik. Perkara itu berawal dari berita yang dirilis media Tiongkok Xhinhua News yang menuliskan kalau batik adalah kerajinan tradisional yang umum dilakukan oleh sejumlah kelompok etnis Tiongkok.

"Batik adalah kerajinan tradisional yang umum di kalangan kelompok etnis di China. Menggunakan lelehan lilin dan spatula, orang mewarnai kain dan memanaskannya untuk menghilangkan lilin. Lihatlah bagaimana kerajinan kuno berkembang di zaman modern. #AmazingChina," tulis @XHNews dalam captionnya, Minggu (12/7).

Narasi tersebut tertuang dalam video yang berdurasi 49 detik. Dalam video tersebut, tampak batik dibuat menggunakan canting khas Indonesia. Lantas, beragam komentar pun bermunculan dari warganet Indonesia. Sebagian kesal dengan klaim tersebut. Bahkan, ada yang sampai melampirkan data kalau batik adalah warisan asli Indonesia.

Media China memberitakan kalau batik adalah warisan negaranya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

"Batik berasal dari Jawa, Indonesia dan tersebar di seluruh Asia termasuk India dan Cina. Tidak memelintir seni ini seolah-olah berasal dari Cina." tulis akun @srinidhi24.

Akun @arifhasbullah nggak mau kalah memberikan komentar, "Batik adalah salah satu bentuk seni paling maju dari warisan budaya Indonesia yang kaya. Pada tahun 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai karya agung warisan budaya."

Terkait ramainya kabar ini, Staf Atase Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia Niu Yujia memberikan komentar kalau batik sudah lama ada di beberapa daerah di Tiongkok. Batik yang ada dalam video itu pun berbeda dengan batik Indonesia.

“Itu bukan batik Indonesia, di beberapa daerah di China juga ada (kerajinan batik), boleh di-googling,” kata Niu dilansir dari Kumparan.

Kalau merujuk situs UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB), teknik, simbolis, dan budaya terkait batik dianggap melekat dengan kebudayaan Indonesia. Bahkan, UNESCO menilai masyarakat Indonesia memaknai batik dari prosesi kelahiran sampai kematian.

Sejumlah turis asing sedang menggambar barik. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia merayakan Hari Batik Nasional. Pemilihan tanggal ini ditujukan untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO.

Bedasarkan sejarah, seni mewarnai kain dalam membatik ini memang sudah ada sejak zaman dulu. Pewarnaan kain dengan teknik perintang (malam atau lilin) adalah bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir bahkan menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.

Menyadur dari laman The Batik Guild, batik sudah ditemukan di Timur Tengah, Asia Tengah dan India sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sementara di Tiongkok, budaya membatik ada di masa Dinasti Qin (221-207 sebelum masehi) atau Dinasti Han awal (206 sebelum masehi).

Ada juga laporan yang mengatakan kalau orang-orang etnis Miao, Gejia dan Bouyei sangat ahli dalam membatik. Seperti halnya di Indonesia, mereka mendapatkan ilmu membatik secara turun temurun. Meski begitu, batik akhirnya ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia dari Indonesia pada 2 Oktober.

Menurut kamu bagaimana, Millens? Perlukah kita protes dengan klaim batik oleh Tiongkok ini? (Kum/IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: