BerandaHits
Rabu, 20 Mei 2025 18:41

Banjir Demak dan Grobogan Dalam Penanganan, Normalisasi Sungai Segera Dilakukan

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan akan segera menormalisasi Sungai Tuntang. (Humas Jateng)

Pemerintah Provinsi Jateng terus bergerak menangani banjir Grobogan dan Demak, salah satunya dengan menormalisasi Sungai Tuntang.

Inibaru.id - Pemerintah terus bergerak cepat dalam penanganan bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak dan Grobogan. Upaya yang dilakukan mulai dari evakuasi warga hingga penyaluran bantuan logistik.

"Kami sudah mengerahkan beberapa satgas, BPBD dan dinas terkait sudah di tempat, beberapa pengungsi sudah kami lokalisasi. Bantuan logistik sudah dikerahkan ke sana," kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat ditemui di sela acara Sarasehan Kebangsaan di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa (20/5).

Banjir di Demak terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan luapan atau limpasan air dari Sungai Tuntang. Tanggul Sungai Tuntang juga jebol di dua titik, yaitu di Desa Karangrejo dan Kembangan, Kecamatan Bonang.

Terkait hal ini, Ahmad Luthfi sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementrian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan normalisasi.

"Sungai Tuntang ini adalah kewenangannya pemerintah pusat, dalam hal ini BBWS dan Kementerian PU," kata dia.

Luthfi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, karena curah hujan yang masih tinggi di beberapa daerah. Untuk itu, antisipasi terus dilakukan oleh tim gabungan dengan melokalisasi warga agar mudah dalam mengatur apabila terjadi bencana susulan.

"Tempat-tempat pengungsian juga sudah kami siapkan," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggugan mengatakan, sesuai instruksi dari Gubernur Ahmad Luthfi, timnya langsung bergerak ke lokasi bencana setelah mendapatkan laporan.

"Langkah pertama dilakukan adalah penyelamatan warga terdampak dengan di evakuasi ke pengungsian, utamanya kelompok rentan. Kedua, penanganan teknis yang dikoordinasikan dengan instansi terkait," paparnya.

Banjir di Kabupaten Demak

Dia menjelaskan, bencana banjir di Kabupaten Demak terjadi pada hari Minggu (18/5) pukul 18.00 WIB. Penyebabnya adalah hujan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air di wilayah hulu ke hilir meningkat. Dampaknya, terjadi luapan air sungai dan tanggul jebol sehingga membanjiri permukiman.

Setidaknya ada 11 desa di Kabupaten Demak yang terdampak banjir kali ini. Antara lain:

  1. Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah;
  2. Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam;
  3. Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur;
  4. Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur;
  5. Desa Mintreng, Kecamatan Kebonagung;
  6. Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang;
  7. Desa Kembangan, Kecamatan Bonang;
  8. Desa Krajanbogi, Kecamatan Bonang;
  9. Desa Gebangarum, Kecamatan Bonang;
  10. Desa Sayung, Kecamatan Sayung; dan
  11. Desa Kalisari, Kecamatan Sayung.

Berdasarkan data BPBD Jateng pada Senin (19/5) pukul 18.00 WIB, jumlah warga terdampak banjir ada 11.662 jiwa dari 2.903 keluarga. Sebanyak 153 unit rumah tergenang. Selain itu, sebanyak 18 unit fasilitas umum, 13 unit fasilitas pendidikan, 3 unit fasilitas kesehatan, dan 270 hektare lahan pertanian terdampak banjir tersebut.

"Data itu bersifat fluktuatif atau dinamis, karena tim saat ini masih di lapangan untuk penanganan," bebernya.

Banjir di Kabupaten Grobogan

Selain di Kabupaten Demak, bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Grobogan. Setidaknya ada 12 desa terdampak banjir di Grobogan, yaitu:

  1. Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu;
  2. Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu;
  3. Desa Medani, Kecamatan Tegowanu;
  4. Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo;
  5. Desa Penadaran, Kecamatan Gubug;
  6. Desa Tungu, Kecamatan Godong;
  7. Desa Latak, Kecamatan Godong;
  8. Desa Manggarmas, Kecamatan Godong;
  9. Desa Harjowinangun, Kecamatan Godong;
  10. Desa Termas, Kecamatan Karangrayung;
  11. Desa Putatnganten, Kecamatan Karangrayung; dan
  12. Desa Temurejo, Kecamatan Karangrayung.

Banjir di Grobogan terjadi sejak Jumat, 16 Mei 2025, pukul 22.30 WIB. Banjir ini disebabkan oleh hujan intensitas tinggi, saluran drainase yang buruk, dan jebolnya tanggul Sungai Kliteh dan Sungai Renggong, serta luapan air dari Sungai Tuntang.

"Di Grobogan, sampai Selasa, 20 Mei 2025, pukul 07.00 air belum surut di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, dengan ketinggian air 50-150 sentimeter. Jebolan tanggul belum tertutup karena aliran air dari persawahan mengalir ke Kali Renggong melalui jebolan," tutup Bergas.

Untuk masyarakat di wilayah-wiayah yang terdampak bencana, semoga banjir segera surut dan situasi kembali normal. Utamakan keselamatan, ya! (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: