BerandaHits
Rabu, 10 Mar 2026 09:01

Alasan Mengapa Mudik Lebaran dengan Sepeda Motor Nggak Dianjurkan Banyak Pihak

Mudik dengan sepeda motor. (Sapos)

Banyak pihak nggak menyarankan mudik dengan sepeda motor karena dianggap berbahaya dan bikin badan mudah lelah. Tapi, realitanya bakal ada banyak pemudik yang akan menggunakan moda ini nantinya.

Inibaru.id – Mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang menuju kampung halaman. Di Indonesia, sepeda motor masih menjadi salah satu kendaraan favorit untuk mudik karena dianggap lebih hemat dan fleksibel. Namun, banyak pihak sebenarnya tidak menganjurkan mudik dengan sepeda motor, terutama jika jarak perjalanannya sangat jauh.

Ada beberapa alasan penting di balik imbauan tersebut. Mulai dari faktor keselamatan, kesehatan pengendara, hingga kemampuan kendaraan itu sendiri.

Sepeda Motor Tidak Dirancang untuk Perjalanan Sangat Jauh

Menurut Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani Desiawan, sepeda motor pada dasarnya dirancang untuk mobilitas harian.

Sepeda motor yang umum digunakan masyarakat biasanya ideal untuk perjalanan kurang dari sekitar 100 kilometer sekali jalan. Sementara perjalanan mudik bisa mencapai ratusan kilometer bahkan lebih dari 500 kilometer.

“Mudik kan identik dengan perjalanan jauh dan lama. Padahal sepeda motor nggak dirancang untuk operasional jarak jauh,” ungkap Victor sebagaimana dinukil dari Kumparan, Kamis (5/3/2026).

Mengapa begitu? Perjalanan jauh membuat motor bekerja terus-menerus dalam waktu lama. Komponen seperti mesin, suspensi, hingga ban akan menerima beban lebih berat dibandingkan penggunaan harian jarak pendek.

Selain itu, kondisi jalan saat mudik sering kali berbeda-beda, mulai dari macet, panas terik, hingga hujan deras. Situasi ini tentu menambah risiko ketika ditempuh menggunakan kendaraan roda dua.

Perlindungan Pengendara Sangat Minim

Mudik dengan sepeda motor rentan bikin badan lelah. (Antara/Risyal Hidayat)

Alasan lain yang membuat mudik dengan sepeda motor tidak disarankan adalah faktor perlindungan pengendara. Berbeda dengan mobil atau transportasi umum, sepeda motor hampir tidak memberikan perlindungan apa pun dari kondisi luar.

Pengendara akan langsung terpapar angin kencang, debu, polusi, panas matahari, bahkan hujan selama perjalanan. Jika perjalanan berlangsung berjam-jam, kondisi ini bisa memicu kelelahan bahkan gangguan kesehatan.

Idealnya, pengendara seharusnya beristirahat setiap sekitar 2 hingga 2,5 jam perjalanan untuk memulihkan konsentrasi. Sayangnya, banyak pemudik motor yang memaksakan diri terus berkendara demi cepat sampai tujuan. Padahal, kelelahan menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan saat perjalanan jauh.

Barang Bawaan Sering Terlalu Banyak

Masalah lain yang sering terjadi saat mudik dengan sepeda motor adalah barang bawaan berlebihan. Tidak sedikit pemudik yang membawa tas besar, kardus, bahkan mainan yang diikat di bagian belakang motor.

Selain mengganggu keseimbangan kendaraan, beban berlebih juga membuat motor bekerja lebih keras. Dampaknya, pengendara akan lebih cepat lelah dan pengendalian motor menjadi kurang stabil.

Karena itu, para ahli menyarankan agar pemudik mempertimbangkan moda transportasi lain, atau memanfaatkan program mudik gratis yang biasanya diselenggarakan pemerintah dan perusahaan.

Pengalaman Pemudik Sepeda Motor

Meski tidak dianjurkan, masih banyak masyarakat yang tetap memilih mudik dengan sepeda motor. Salah satunya Arif, pemudik asal Jakarta yang pernah menempuh perjalanan menuju Demak menggunakan sepeda motor.

“Perjalanannya capek sekali, apalagi kalau macet dan panas. Waktu itu hampir 12 jam di jalan. Sampai rumah badan rasanya pegal semua,” ujarnya.

Mudik memang menjadi tradisi yang selalu dinanti setiap Lebaran. Namun, apa pun kendaraan yang dipilih, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Kalau kamu sendiri, bakal mudik dengan kendaraan apa nih, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: