BerandaHits
Minggu, 18 Nov 2017 15:47

Ajakan Jaga Kemajemukan dari Shinta Nuriyah di Kopenhagen

Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memberi paparan dalam “Dialog Kebhinekaan” di Wisma Duta RI di Kopenhagen, Denmark, Kamis (16/11/2017) (kbricph.dk)

Dua pembicara dalam “Dialog Kebhinekaan” di Kopenhagen, Denmark menegaskan tentang pentingnya menjaga kemajemukan. Ajakan bagus dalam situasi Nusantara yang kerap “diganggu” persoalan intoleransi.

Inibaru.id - Masyarakat dan diaspora Indonesia di Kopenhagen, Demanrk mengikuti dialog kebangsaan dengan pejuang hak perempuan Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid), dan Dr Nurmala Kartini Panjaitan Sjahrir (ahli antropologi Indonesia) yang menjabat staf khusus perubahan iklim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya.

Baca juga: 
Para Peragawati Senegal Itu Berbalut Batik dan Tenun Nusantara
Dulu Kau Tunggu Para Bajingan, Kini Kau Mengumpatinya

Dilansir dari Antara London (18/11/2017), “Dialog kebinekaan” diadakan di Wisma Duta RI di Kopenhagen. Acara yang dihadiri oleh sekitar 80 warga dan diaspora Indonesia berlangsung hangat dan membahas berbagai hal terkait perkembangan situasi dan kondisi di Indonesia.

Menurut Pensosbud KBRI Kopenhagen, Ismail N Pulungan, dalam dialog itu juga didiskusikan mengenai posisi Indonesia sebagai negara majemuk dengan beraneka ragam suku ras budaya dan agama.

Pada kesempatan itu, Shinta menyampaikan, salah satu langkah untuk menumbuhkembangkan rasa persaudaran dan saling menghargai dan menghormati antarsesama dapat dilakukan dengan dialog atau tatap muka dengan seluruh komponen bangsa tanpa melihat latar belakang suku agama ras dan budaya.

Shinta menambahkan, bangsa Indonesia juga harus bersikap terbuka sebagai negara yang pluralis dan majemuk dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika memandang perbedaan sebagai suatu rahmat dan perbedaan tidak boleh menghambat tegaknya persatuan dan kesatuan.

“Masyarakat Indonesia yang bermukim di luar negeri harus menimba pengalaman dan memberikan sumbangsih yang dapat dipergunakan untuk menjaga kemajemukan Indonesia,’’ ujar Shinta.

Baca juga:
Wong Berpakaian Seronok kok Dilarang?
Mengintip Celah dalam Transaksi Daring

Sementara itu Kartini Sjahrir menyampaikan mengenai pentingnya inklusivitas dan keterbukaan dan bangsa Indonesia harus bangga dengan perbedaan dan kemajemukan yang ada dan harus dikelola dengan baik.

“Toleransi sebagai syarat utama menjaga kemajemukan dan kebhinnekaan sehingga setiap komponen bangsa harus menumbuhkembangkan sikap tolerasi terhadap sesamanya.” (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: