BerandaHits
Senin, 16 Mei 2021 11:15

Ainul Hayat, Sumber Keabadian, dan Pencarian Seumur Hidup Ponce de Leon

Ilustrasi Ainul Hayat, Mata Air Keabadian. (Wikipedia)

Mungkin, mata air ini menjadi yang paling dicari. Ialah Fountain of Youth atau yang dikenal sebagai mata air keabadian. Dengan meminumnya, kamu akan kembali muda. Sayangnya, nggak ada yang tahu di mana letaknya.

Inibaru.id – Alkisah, Raja Ferdinand sangat percaya akan keberadaan mata air keabadian. Dia menganggap apa yang tertulis di kitab dan manuskrip kuno adalah nyata. Karena itu, dia menunjuk Ponce de Leon untuk melakukan ekspedisi mencari letak Fountain of Youth atau mata air keabadian.

Ponce de Leon pun akhirnya melakukan perjalanan itu. Bersama pasukannya, dia memulainya dengan menelusuri Pulau Bahama. Nahas, Ponce meninggal dalam pencariannya. Katanya, dia meninggal akibat terkena panah dari suku Indian.

Oleh ahli sejarah, Ponce de Leon diperkirakan lahir pada 1474 Masehi. Dia pernah ikut dalam ekspedisi Christoper Columbus pada September 1493. Ekspedisi itu diikuti oleh 1200 pelaut, kolonis, dan prajurit.

Konon alasan di balik keikutsertaan Ponce yaitu mencari mata air keabadian. Tapi benarkah mata air ini ada?

Legenda Ainul Hayat dan Nabi Khidir

Konon, Ainul Hayat berada di segitiga bermuda. (Via Teknologi Bisnis)

Dalam Islam, Fountain of Youth dikenal sebagai Ainul Hayat. Legenda ini mencuat usai salah seorang pengawal terbaik Raja Zulkarnain mencapai mata air itu, Millens. Dia mandi dan minum mata air Ainul Hayat. Adapun nama pengawal Raja Zulkarnain itu bernama Khidir. Dia merupakan salah seorang nabi yang namanya disebut di dalam kitab suci Alquran.

Sebuah Kisah yang diriwayatkan oleh Ats-tsa Labi dari Imam Ali, menceritakan, bahwa pada zamannya, Zulkarnain merupakan raja yang disegani dan ditakuti di seluruh dunia. Meski sangat berkuasa, dia adalah raja yang taat kepada Tuhan sehingga selalu didampingi malaikat Rofa’il.

Menurut beberapa ahli tafsir, Ainul Hayat adalah air kehidupan yang dapat memperpanjang usia manusia. Meminum airnya seteguk saja bisa membuat hidup abadi. Dia akan hidup hingga kiamat kecuali memohon untuk dimatikan.

Pencarian mata air ini dimulai ketika Raja Zulkarnain bertanya kepada Rofa’il apakah manusia bisa hidup abadi? Dia berharap dapat hidup selamanya untuk beribadah. Kemudian malaikat Rofa’il mengatakan bahwa Tuhan menciptakan air bernama Ainul Hayat. Dengan air ini, siapa pun dapat hidup selamanya.

Raja Zulkarnain kemudian mengumpulkan seluruh pasukan terbaiknya untuk mencari keberadaan air tersebut. Selama 12 tahun perjalanan, rombongan akhirnya dapat menemukan tempat terbitnya matahari.

Tempat tersebut digambarkan sebagai sebuah tempat yang gelap namun, gelapnya bukanlah seperti di waktu malam hari. Tempat itu gelap karena ada pancaran seperti asap.

Raja Zulkarnain lalu memasuki area gelap tersebut bersama Nabi Khidir dan beberapa tentara. Pada saat mereka berjalan pada tempat gelap tersebut, ada bisikan kepada Nabi Khidir : “Wahai Khidir, bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu letaknya berada di sebelah kanan jurang.”

Kemudian Nabi Khidir menuju tempat tersebut dan menemukannya. Dia kemudian turun dari kudanya, melepaskan pakaiannya, dan masuk ke dalam Ainul Hayat tersebut. Nabi Khidir mandi dan minum air sumber hidup tersebut.

Menurut pengakuan Nabi Khidir, rasa air itu lebih manis daripada madu. Kemudian dia keluar dari mata air itu dan menemui Raja Zulkarnain. Raja nggak mengetahui apa yang terjadi atas diri Nabi Khidir.

Beberapa hikayat mengatakan bahwa nabi Khidir AS diutus Allah SWT untuk menjaga mata air tersebut. Konon, golongan jin, setan, dan manusia berbondong-bondong mencari keberadaan mata air tersebut.

Sumber Ainul Hayat dan Tempatnya

Menurut beberapa hikayat, ketika Allah SWT menciptakan dunia, Dia menurunkan beberapa tetes air dari surga ke dunia. Salah satu tetesnya kemudian berubah menjadi Ainul Hayat atau si mata air keabadian.

Tapi di mana sebenarnya letak Ainul Hayat? Beberapa ulama berpendapat Ainul Hayat yang dijaga Nabi Khidir itu berada di Pulau Bermuda. Hal itu dihubungkan dengan hilangnya kapal atau orang-orang yang melewatinya karena setan banyak yang mengelilingi tempat itu. Tujuannya, mereka hendak merebut Ainul Hayat.

Hm, kalau kamu percaya nggak Ainul Hayat beberan ada, Millens? (Lon/IB21/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: