BerandaHits
Minggu, 20 Feb 2021 10:19

10 Fakta Olimpiade Yunani Kuno, Beda Banget dibanding Sekarang!

Ilustrasi olompiade. (Youtube)

Olimpiade kuno kali pertama dilaksanakan oleh masyarakat Yunani Kuno. Peraturan serta coraknya beda banget dengan saat ini lo. Apa saja?

Inibaru.id – Olimpiade menjadi pagelaran olahraga yang paling ditunggu. Gegap gempita selama dua minggu dengan ribuan atlet dan ratusan cabang olahraga membuatnya menjadi momen paling megah dan mahal se-dunia.

Olimpiade merupakan pagelaran olahraga asal Yunani Kuno yang dimulai pada 776 SM. Beberapa tradisi mungkin berubah, namun torch relay, upacara pembukaan, dan upacara medali, menjadi momen yang ikonik. Melirik ke belakang, sebenarnya bagaimana sih sistem olimpiade pertama di masa Yunani Kuno?

1. Bersifat Mitologi

Olimpiade pertama berakar pada mitologi dan dan agama yang sangat sakral. Pertandingan-pertandingannya dilakukan secara relijius karena dipersembahkan untuk dewa dan cenderung bersifat spiritual. Pemenangnya akan dipuja karena dianggap telah disentuh oleh Tuhan. Bahkan nama Olimpiade diambil dari gunung tempat bersemayam para dewa, Olympus.

2. Acara Tandingan

Beberapa negara juga menyelenggarakan acara serupa dengan membangun stadion serta kompleks dan bangunan khusus. Namun Olimpiade kuno selalu terjadi di tempat yang sama, yakni Olympia, yang terletak di semenanjung Peloponnese dipenuhi dengan gedung-gedung nazar, kuil, dan fasilitas olahraga, serta dikelilingi oleh keindahan alam Peloponnese.

3. Menghentikan Gencatan Senjata

Perang dunia pada 1916, 1940, dan 1944 membuat orang-orang sibuk hingga mengganggu olimpiade. Padahal pada masa lalu olimpiade diadakan guna mengakhiri gencatan senjata. Gencatan senjata yang menghalangi olimpiade segera diakhiri. Mereka akan melindungi para pelancong yang menuju ke Olympia dan melarang pertempuran apa pun.

Hanya ada satu jenis pertandingan berupa lomba lari saat itu. (Factinate)

4. Jenis Pertandingan

Pada olimpiade kuno hanya ada satu olahraga yang dipertandingkan yaitui lari mengelilingi stadion Olympia yang disebut diaulos. Panjang lintasan dan jarak lari (dolichos) juga nggak diketahui dengan pasti. Setelah itu penduduk Yunani Kuno mulai memperkenalkan tinju, gulat, pankration (MMA awal), pentathlon, dan pacuan kuda atau kereta.

5. Festival dan Acara Besar

Mereka menggelar berbagai hiburan untuk memeriahkan olimpiade. Bisa dibilang orang Yunani Kuno nggak punya batasan saat menyelenggarakan acara ini. Selain pengorbanan dan prosesi keagamaan, terdapat perlombaan artistik yang menampilkan penulis, pelukis, dan pematung.

6. Perempuan Nggak Boleh Ikut

Perempuan yang sudah menikah dilarang hadir. Mereka dibuatkan festival terpisah untuk menghormati Dewa Hera. Acara empat tahunan ini diorganisir oleh 16 perempuan dari kota-kola Elis. Kontestan akan berpakaian tunik longgar serta membiarkan rambut terjuntai menutupi sisi kiri. Ada kompetisi atletik, tapi hanya perempuan lajang yang dapat berpartisipasi.

Perempuan dilarang menonton. (Akurat.co)

7. Para Pemenang

Nama para pemenang olimpiade akan dicatat dalam sejarah. Karena perekaman yang baik ini para sejarawan tahu bahwa juru masak dari Elis yang bernama Coroebus adalah satu-satunya pemenang Olimpiade untuk 14 pertandingan selama berturut-turut setelah dimulai. Ada pula Leonidas dari Rhodes yang memenangkan tiga pertandingan, serta Herodoros dari Megara yang memenangkan sepuluh kali pertandingan.

8. Peserta yang Dikecualikan

Hingga akhir abad ke-20, para atlet professional dilarang ikut olimpiade. Hal ini karena olimpiade kuno ditujukan bagi para amatir sehingga bersifat inklusif. Mereka yang merupakan non-Yunani, budak, pembunuh, penistaan, dan siapa saja yang melanggar Gencatan Senjata Olimpiade juga dilarang ikut olimpiade. Bahkan beberapa tokoh terkenal seperti Philip II dari Makedonia dan kaisar Romawi kuno yang pernah memenangkan pertandingan.

Para pemenang akan dipakaian mahkota dari cabang zaitun dan namanya dikenang. (Flowerona)

9. Penonton Olimpiade

Layaknya penonton konser, sebanyak 45 ribu penonton akan memenuhi stadion yang nggak berkursi tersebut. Hanya ada satu hotel dan orang-orang akan tidur di tenda, nggak ada sanitasi, serta penyakit akan mudah menyebar. Penulis Tony Perrottet menyebut Olimpiade kuno lebih mirip seperti konser rock atau Woodstock zaman kuno.

10. Akhir Pertandingan

Memen ini akan dirayakan dengan pesta besar-besaran yang berlangsung di di Kuil Zeus. Para pemenang namanya akan dikenang sepanjang masa, diberi mahkota ikonik dari cabang zaitun, dan kerumunan orang akan menghujani mereka dengan bunga. Para atlet akan minum dan bersenang-senang semalaman sebelum mereka pulang ke kota asal pada keesokan harinya.

Nggak bisa dipungkiri banyak yang berubah dari tradisi olimpiade kuno. Lalu apa tradisi olimpiade yang masih kamu temui sekarang, Millens? (IDN/IB27/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Manisnya Kecap Kentjana Kebanggaan Kebumen

28 Mar 2026

Apa Saja yang Perlu Dipersiakan Traveler Muslim Sebelum Liburan ke Jepang?

28 Mar 2026

Hati-Hati, 56 Persen Konten Mental Health di Medsos Ternyata Ngawur!

28 Mar 2026

Balik Rantau Gratis Pemprov Jateng Panen Jempol

28 Mar 2026

Penyebab Tubuh Cepat Lelah saat Cuaca Panas

29 Mar 2026

Kuliner Malam Legendaris Yogyakarta; Bubur Pawon Mbah Sadiyo

29 Mar 2026

Waspada El Nino 'Godzilla'! Ini 7 Penyakit yang Mengintai saat Kemarau Panjang 2026

29 Mar 2026

Studi Temukan Kandungan Timbal pada Baju Fast Fashion Anak, Warna Cerah Paling Rawan

29 Mar 2026

Lezatnya Opor Enthok di Warung Enthok Bu Siti, Kuliner Legendaris Wonosobo

30 Mar 2026

Cuma 53 Detik di Udara, Begini Cerita Penerbangan Terpendek di Dunia

30 Mar 2026

Pahitnya Rahasia Secangkir Kopi Luwak

30 Mar 2026

Jemaah Umrah Wajib Pulang Sebelum 18 April!

30 Mar 2026

Tanggapan Warga Terkait Kemungkinan Harga BBM Naik pada 1 April 2026

31 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: