BerandaFoto Esai
Senin, 12 Des 2021 09:00

Limbah Plastik Jadi Bernilai di Tangan Ibu-Ibu Bank Sampah Tembalang

Limbah plastik yang biasa kita buang rupanya bisa jadi bernilai di tangan ibu-ibu pengelola Bank Sampah Tembalang ini.

Inibaru.id – Rani Mardiana dikenal sebagai pengepul sampah plastik di kalangan tetangganya. Dia memiliki bank sampah di rumahnya. Namun, jangan membayangkan bank sampah yang berlokasi di Perum Bukit Diponegoro, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, itu jadi bikin rumahnya kumuh, ya!

Rani, begitu dia biasa disapa, tampak mengelola usaha sosial bernama Bank Sampah Tembalang (BST) ini dengan cukup rapi. Berkarung-karung plastik dan barang bekas yang diletakkan di depan rumah Rani biasanya sudah disortir dan dikepak dengan baik sebelum diolah menjadi barang-barang kerajinan.

Sampah plastik yang sebagian di antaranya dihimpun dari warga sekitar dan ratusan donatur dari seluruh Semarang itu memang selalu segera dipilah begitu tiba di BST. Sampah ini dipisahkan berdasarkan jenis, warna, dan mereknya.

Barang-barang yang mereka tampung di antaranya botol bekas minuman, potongan kayu, perca, dan kulit telur. Botol bekas biasanya dipisahkan berdasarkan warna dan merek. Sampah ini biasanya dipakai untuk bahan dasar tas atau keranjang daur ulang bernilai jual.

Sementara, kulit telur yang terkumpul nantinya bakal digunakan untuk memproduksi lulur kesehatan kulit, sedangkan kain perca untuk disulap menjadi pakaian atau kerajinan tangan lainnya. Bersama empat anggota lain, Rini mengerjakan usaha tersebut hampir tiap hari.

Kelola 4-5 Kwintal Sampah Tiap Minggu

Rani mengatakan, selain dari warga sekitar, BST mendapatkan sampah dan barang bekas yang berasal dari 150 donatur sampah yang tersebar di Kota Semarang. Dalam seminggu, pihaknya mengaku mendapat pemasukan sekitar 4-5 kwintal sampah yang harus dikelola. Jenisnya macam-macam.

“Sampah yang kami dapat jenisnya macam-macam; yang datang dari penyumbang dari berbagai tempat di Semarang," terang Rani di rumah sekaligus base camp BST di Perum Bukit Diponegoro Blok B 207, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu (8/12/2021).

Begitu tiba, Rani dkk biasanya bakal langsung menyortir dan memproses barang bekas tersebut, yang nantinya dikreasi menjadi berbagai produk, seperti topi, tas kayu, karpet, masker, hingga tas belanja. Untuk pemasarannya, selain membuat showroom di rumah, mereka mengandalkan pelbagai platform digital.

Alhamdulilah. Lewat media daring, yang beli jadi lebih luas; yang paling banyak dari Sulawesi dan Yogyakarta, sih,” ungkap perempuan berjilbab tersebut sembari menunjukkan beberapa produk daur ulang BST.

Dikelola Bersama

Dalam mengelola Bank Sampah Tembalang, Rani nggak sendirian. Sejak awal, perempuan yang hobi membuat kerajinan tangan itu memang berniat memberdayakan perempuan di sekitar rumahnya. Saat ini, dia didukung oleh empat anggota lain, salah satunya adalah Ratri Bintari Ekowati.

Ratri juga berdomisili di Tembalang. Lantaran pintar menjahit, sehari-hari dia kebagian mengelola kain perca untuk dijadikan pelbagai produk fesyen di BST. Beberapa produk fesyen yang dihasilkannya antara lain tas, topi, dan masker.

“Dulu, banyak yang meragukan bank sampah ini, tapi saya dan Bu Rani percaya sampah-sampah ini pasti bisa dijadikan produk bernilai jual," ujar Ratri di BST. Semangatnya menggebu-gebu. "Nah, dari situ saya terpacu untuk belajar menjahit secara otodidak."

Produk-produk fesyen yang dibikin Ratri cukup menarik dan meriah. Harganya juga terjangkau. Misalnya, topi ukuran dewasa dibanderol sekitar Rp 45 ribu, sedangkan masker dihargai Rp 15 ribu. Sementara, tas dari kain perca bisa ditebus dengan mahar Rp 35 ribu saja. Hm, murah, bukan?

Nggak sekadar menjual, Ratri mengaku tertarik bergabung dengan Rani untuk membesarkan BST karena usaha daur ulang sampah ini bisa mengurangi pencemaran lingkungan. Jadi, nggak cuma roda ekonomi berputar, sampah pun bisa dikurangi.

Wah, salut dengan semangat mereka, ya, Millens? Semoga semakin banyak orang yang mendukung langkah positif para penggawa Bank Sampah Tembalang ini, ya! (Triawanda Tirta Aditya/E03)

Sosok Rani dan Ratri yang merupakan pendiri Bank Sampah Tembalang.
Rani dan Ratri memilah sampah yang akan didaur ulang.
Suasana di Bank Sampah Tembalang.
Galon bekas air mineral diantarkan ke Bank Sampah Tembalang.
Echo brick dari botol bekas yang diisi sampah plastik menjadi 'produk' di Bank Sampah Tembalang.
Produk tas berbahan dasar sampah plastik.
Sosok Ratri, anggota Bank Sampah Tembalang yang sedang menjahit.
Produk topi dan masker yang dihasilakan dari kain perca.
Sosok Ratri, anggota Bank Sampah Tembalang.
Paket sampah siap didaur ulang untuk kepentingan edukasi anak SD.

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: