BerandaCoffreak
Jumat, 26 Apr 2018 12:08

Etalase dan Laboratorium Kopi Bernama Lost in Coffee

Suasana di Lost in Coffee. (Verawati Meidiana/Inibaru.id)

Jika kebanyakan coffee shop menonjolkan keandalan baristanya untuk menarik pengunjung, kedai kopi ini punya cara berbeda. Di sini, kamu bisa menyeruput kopi buatanmu sendiri. Hm, mau coba?

Inibaru.id – Ada satu alasan khusus kenapa orang memilih membeli kopi di coffee shop ketimbang meracik minuman mereka sendiri, yakni karena kopi racikan barista pasti lebih enak. Namun, hal itu nggak berlaku di Lost in Coffee. Di sini, siapapun bisa menjadi barista. Kamu diperbolehkan meracik sendiri kopimu. Seru? Tentu saja.

Pemilik Lost in Coffee Agung Kurniawan mengatakan, kedai yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Raya No 5, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, ini adalah sebuah laboratorium kopi. Kedai tersebut juga sekaligus menjadi etalase bagi toko kopi KnK Koffee Resources miliknya yang didirikan tepat di sebelah kedai tersebut.

Keinginan Agung untuk menjadikan Lost in Coffee sebagai laboratorium kopi, kesampaian juga. Nggak hanya menjual kopi laiknya kebanyakan coffee shop, dia juga menjadikan kedai itu untuk menguji kopi plus tempat belajar meracik kopi bagi siapa pun.

Baca juga:
Kopi Jagung dan Masyarakat Melarat Zaman Kolonial
Mengintip Dapur Kopi Tekodeko Koffiehuis

Di Semarang, Lost in Coffee termasuk kedai yang cukup banyak dikunjungi para pencinta kopi. Entah magnet apa yang membuat orang, terutama anak muda, datang ke tempat ini. Mereka begitu betah berlama-lama di kedai yang sehari-harinya buka hingga pukul 23.00 WIB tersebut.

Nggak cuma kedai kopi, Agung juga menyediakan biji kopi, pelengkap sajian kopi, dan berbagai hal terkait kopi. Agung bukanlah “pemain” baru di bidang kopi. Dia telah memulai bisnis kedai kopi sejak 2003 lalu. Kedai perdananya bernama Buket Coffe and Cheese di Jalan Ngesrep, Tembalang, Semarang.

Bisnisnya berkembang pesat. Belum genap tiga tahun, Agung sudah mempunyai enam kedai kopi di Semarang. Melihat peluang bisnis yang begitu besar, dia pun mencoba menjual biji kopi. Sekitar 2006, lelaki berkacamata tersebut mulai menjual biji kopi ke beberapa pebisnis kedai kopi di Yogyakarta.

Bisnis “sampingan” itu juga berkembang luas. Pada 2008, Agung akhirnya memutuskan merintis toko kopi KnK Koffee Resources. Nggak hanya menjual biji kopi, dia juga menjual sirup, susu, bahkan beberapa alat peracik kopi. Agar fokus, Agung juga memilih melepas lima kedai kopi kepunyaannya.

KnK Koffee Resources terbilang lengkap. Para pencinta dan pelaku usaha kopi kerap hilir mudik ke tempat ini.

Untuk menjaga kualitas biji kopi dan bahan baku lainnya, Agung mengaku sempat memiliki tim yang bertugas melakukan riset dan uji coba. Namun, lantaran nggak berjalan lancar, Agung pun kemudian memilih mendirikan sebuah kedai kopi di samping tokonya. Inilah cikal bakal Lost in Coffee.

“Lost in Coffee adalah etalase dari KnK, semacam studio flavor-nya KnK,” ungkap ayah dua anak tersebut, ”Kalau ada barang baru kami bakal tes di sini.”

Jasa Konsultasi

Di Lost in Coffee, Agung juga membuka kelas meracik kopi. Lebih lanjut, dia pun menawarkan jasa konsultasi persiapan membuka kedai kopi bagi para pemula di kedai ini.

“Paketnya macam-macam, tergantung permintaan pelanggan, bisa hanya jasa perlengkapan saja, cara membuat kopi saja, atau bahkan jasa konsultasi dari awal sampai kedai tersebut berdiri,” kata dia.

Adapun untuk biaya jasa tersebut, Agung mnuturkan, nggak bisa dikatakan murah, tapi juga nggak mahal. Biayanya cukup variatif, mulai dari Rp 700 ribu sampai Rp 5 Juta. Namun, dia menjamin uang yang dikeluarkan nggak akan kemahalan.

“Ya, sepadanlah dengan hasil yang didapat,” ungkap Agung, promosi.

Baca juga:
Bar(s)ista Gisza: Lakoni Profesi Sepenuh Hati!
Maksimalkan Rasa Kopi dengan Menjaga Kualitas Biji Kopi

Akhir tahun ini, Agung berencana membangun sebuah kelas di lantai atas Lost in Coffee. Nantinya, kelas itulah yang akan berfungsi sebagai tempat untuk menjalankan kelas kopi bernama KnK School.

“Kami juga akan bekerja sama dengan beberapa lembaga dan mengatur agar kelas tersebut bisa mengeluarkan sertifikasi barista yang resmi,” pungkas lelaki murah senyum tersebut.

Hm, rencana menarik. Paket lengkap ini ya, Millens! Selain ngopi, kita bisa belajar meracik sendiri, dan membeli biji kopi serta alat-alatnya di sini. Siapa berminat? (Verawati Meidiana/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: