BerandaAdventurial
Jumat, 20 Agu 2020 10:00

Monarki di Tanah Air, Ini 5 Wisata Kerajaan di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mungkin menjadi satu-satunya monarki yang tersisa di Indonesia. (Boozefoodtravel)

Jauh sebelum ada Indonesia, negeri ini terdiri atas banyak kerajaan. Kini, yang tersisa dari monarki di Tanah Air mungkin tinggallah bangunan-bangunannya, yang saat ini dikenal sebagai wisata kerajaan di Indonesia.<br>

Inibaru.id – Pelajaran sejarah umumnya mengatakan Kerajaan Kutai yang muncul pada abad ke-4 adalah yang tertua di Tanah Air. Padahal, Naskah Wangsakerta Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara menunjukkan, Kerajaan Salakanagara, leluhur suku Sunda, telah ada sejak abad ke-2.

Entah kerajaan mana yang tertua di Nusantara. Yang pasti, masa monarki di negeri ini telah berlangsung sejak lama, bahkan konon telah ada sejak sebelum Masehi, ditandai dengan keberadaan Kerajaan Kandis di Jambi.

Menyoal kerajaan di negeri ini, nggak hanya sejarahnya yang menarik. Bangunan peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan tersebut juga menarik dikunjungi, lo. Tersebar di seluruh Tanah Air, nggak sedikit pelancong yang menjadikan sisa monarki di Indonesia itu sebagai tujuan wisata. Mana saja?

1. Puri Saren Agung Ubud, Gianyar

Puri Saren Agung. (Flickr/Eng Kiat Kwa)

Ubud yang merupakan pusat seni dan budaya di Bali memiliki istana yang kental dengan arsitektur Bali di dalamnya. Salah satunya adalah Puri Saren Agung. Kompleks bangunan yang lebih dikenal sebagai Istana Ubud ini merupakan tempat tinggal resmi keluarga Kerajaan Ubud.

Terlihat dari luar, Istana Ubud tampak masih berdiri dengan kokoh. Bahkan, garis keturunan kerajaan Ubud masih tinggal di istana ini. Maka, jangan lupa ke sini kalau ke istana yang berlokasi di Kabupaten Gianyar, Bali, ini.

2. Istana Maimun, Medan

Istana Maimun. (Getty Images/Jane Sweeney)

Istana bersejarah yang berada di pusat Kota Medan, Sumatera Utara, ini merupakan istana peninggalan dari Kesultanan Deli. Istana yang didirikan pada 1888 ini dirancang oleh arsitek Belanda Theodoore van Erp.

Atas perintah Sultan Deli Ma'mun Al Rasyid, istana yang memiliki 30 ruangan ini dibangun dengan memadukan pelbagai unsur budaya, mulai dari Melayu, Timur Tengah, Belanda, hingga pengaruh arsitektur Spanyol dan Italia.

Istana kuno ini bisa kamu kunjungi untuk berswafoto. Oya, kamu juga bisa mematut diri dengan baju daerah Melayu yang disewakan di dalam istana.

3. Keraton Kasepuhan, Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon. (Wartawisata)

Istana tertua dari salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia ini masih dirawat dengan baik hingga sekarang. Didirikan pada 1447 dengan perpaduan arsitektur Sunda, Jawa, Belanda, Islam, dan Tiongkok, kamu dipastikan bakal tertarik berkunjung ke sini.

Nggak sekadar berfoto, kamu juga bisa menjelajahi ruang museum yang dipenuhi oleh pusaka kerajaan dan kereta perang.

4. Istana Siak Sri Inderapura, Siak

Istana Siak Sri Inderapura juga dikenal sebagai Istana Matahari Timur. (Idntimes)<br>

Kastil berarsitektur Moor yang dipadukan dengan gaya Melayu dan Eropa ini masih berdiri dengan kokoh walau telah dibangun pada 1889. Bertempat di Kabupaten Siak, Riau, kompleks istana ini terdiri atas empat istana.

Berkunjung ke kastil yang juga dikenal sebagai Istana Matahari Timur ini, kamu bakal disuguhi bangunan menawan dan berbagai peninggalan Kesultanan Siak, mulai dari koleksi senjata, furnitur yang diimpor langsung dari Eropa, dan alat musik yang pernah digunakan para bangsawan di sana.

5. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Wikimedia)

Terakhir, berada di jantung Kota Yogyakarta, siapa yang nggak mengenal bangunan yang dibangun pada 1755 ini. Kendati sudah mengalami sejumlah perombakan karena penyerbuan musuh dan bencana alam, kompleks yang dibangun semasa Hamengkubuwono I ini masih kokoh hingga sekarang.

Nah, pada bagian istana yang dibuka untuk umum, salah satunya museum, kamu bisa menyaksikan pelbagai peninggalan dan koleksi raja-raja Yogyakarta masa itu.

Gimana, tertarik berwisata sejarah dan mencari tahu jejak monarki di Indonesia? Belajar sejarah jagan cuma lewat buku. Sesekali, kunjungi lokasi aslinya juga ya, Millens! (MG32/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: