BerandaAdventurial
Selasa, 23 Jun 2025 15:09

Micro-Tourism, Tren Menjelajah 'Hidden Gem' di Sekitar Rumah

Ilustrasi: Nggak harus jauh-jauh, traveling bisa dilakukan di dekat rumah. (UNBC)

Nggak harus menjelajah telampau jauh, 'hidden gem' juga acap tersedia di dekat kita. Di tengah kondisi ekonomi yang kurang bersahabat, tren menjelajah potensi wisata tersembunyi di sekitar rumah ini kemudian dikenal sebagai micro-tourism.

Inibaru.id - Pekerjaan yang menyita waktu membuat Marthalia Santika terpaksa mencuri-curi waktu agar bisa traveling, hobi yang telah digelutinya sejak duduk di bangku kuliah sekitar 11 tahun silam. Meski singkat, baginya piknik bareng keluarga adalah sebuah keharusan.

"Dalam seminggu, paling-paling aku bisa libur cuma satu hari. Kebetulan suami pekerja lepas, jadi kami bisa atur waktu pergi ke mana begitu, meski sejenak," kata ibu satu anak yang saat ini tinggal di Kabupaten Batang tersebut, Minggu (22/6/2025). "Dekat-dekat saja. On budget, yang penting hepi."

Setali tiga uang, Aristya Wicaksana pun melakukannya begitu punya waktu luang. Traveling, menurut Wicak, nggak harus dengan menempuh perjalanan jauh karena baginya semua tempat bisa menjadi lokawisata selama di situ dirinya nggak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan.

"Bujet cekak, nggak usah sok-sokan. Mancing di bantaran sungai dekat rumah, pergi ke pasar loak, motoran ke tempat teman yang agak jauh, atau kulineran di warung pinggir jalan yang masuk-masuk ke gang sempit; selama nggak kerja, saya anggap traveling," kelakar pemuda asal Salatiga ini, Senin (23/6).

Hidden Gem di Dekat Rumah

Keinginan untuk piknik meski terbentur waktu dan bujet membuat sebagian orang memutuskan untuk melakukan liburan singkat di tempat-tempat yang nggak terlalu jauh dari rumah, sebagaimana dilakukan Martha dan Wicak.

Liburan singkat ke tempat menarik di dekat rumah yang belakangan ngetren di kalangan anak muda tersebut dikenal sebagai micro‑tourism. Tren tersebut kian digandrungi di tengah kondisi ekonomi yang kurang bersahabat ini, karena dinilai jauh lebih hemat, mudah, dan tetap bikin hati senang tanpa repot.

Menurut Wicak, traveling di dekat rumah nggak selalu menjadi pilihan yang buruk, karena nggak jarang dirinya menemukan hidden gem yang nggak kalah menawan seperti sunset yang dramatis atau warung yang menyajikan kuliner nostalgia yang sudah jarang ditemukan di tempat lain.

"Hal indah nggak selalu kita temukan di tempat yang jauh. Yang perlu dilakukan sebetulnya cukup menelusuri tempat-tempat di sekitar rumah yang mungkin jarang kita lewati, lalu berhenti sejenak, bertanya ke warga sekitar, atau memarkirkan kendaraan untuk berjalan lebih jauh," ucapnya.

Micro‑Tourism di Jawa Tengah

Bicara tentang micro-tourism, Jawa Tengah adalah gudangnya hidden gem. Kalau kamu tinggal di sekitar Magelang, Nepal van Java mungkin bisa menjadi salah satu destinasi yang menarik. Di dusun wisata yang terkenal dengan sawah teraseringnya ini, kamu bisa ikut panen sayur bersama petani.

Nggak hanya Magelang, pegunungan yang membentang di hampir semua kabupaten dan kota di Jateng juga bisa menjadi destinasi yang menarik untuk micro-tourism. Kota di lereng gunung menawarkan "wisata" kebun sayur, sedangkan daerah seperti Wonosobo, Brebes, dan Batang memiliki perkebunan teh.

Martha yang kebetulan tinggal nggak jauh dari perkebunan teh Pagilaran di Kabupaten Batang mengaku menjadikan lokawisata alam itu sebagai salah satu destinasi wisata singkatnya begitu punya waktu luang. Bukan ke tempat wisata utamanya, tapi melipir agak jauh dari sana.

"Kebetulan aku punya teman yang asli situ (Pagilaran). Saat libur, kami datang pagi-pagi ke sana, lalu bantu warga petik teh. Habis itu kuliner di sekitar Pasar Blado sebelum pulang menjelang tengah hari," terangnya.

Digital Detox yang Hemat Biaya

Ilustrasi: Dengan micro-tourism di dekat rumah, kita bisa menempuhnya dengan berjalan kaki atau berlari. (Disway)

Micro-tourism menjadi bagian dari masyarakat modern karena beban kerja yang besar menuntut orang menghabiskan waktu lebih banyak untuk menyelesaikannya. Sementara, keinginan untuk berlibur masih ada, meski harus mencari yang "on budget" karena kebutuhan hidup juga semakin meningkat.

"Sebagai pekerja yang waktu liburnya singkat, akan menyita waktu kalau harus menghabiskan belasan jam di jalan. Gaji yang nggak banyak juga sayang kalau dihabiskan untuk biaya menginap, meski hanya semalam. Maka, solusinya ya piknik singkat ini," terang Martha.

Menurut perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai bankir tersebut, memberi kesempatan tubuh untuk berlibur baik untuk membantu digital detox. Dia dan suami yang setiap hari berkutat di depan layar serta anaknya yang sulit dijauhkan dari gawai membuat piknik singkat ini begitu penting.

"Piknik bagiku termasuk diet gadget sekaligus pereda stres, jadi pantang dilewatkan," jelasnya. "Walau mungkin cuma hitungan jam, setidaknya bisa menjadi 'bekal' biar siap tempur lagi di kantor."

Cara Melakukan Micro-Tourism

Dengan mempertimbangkan waktu, jarak, dan bujet, berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan jika berniat melakukan micro-tourism dalam sehari:

  • Pilih destinasi wisata dengan radius maksimal 30 kilometer atau satu jam berkendara dari rumah agar memiliki cukup waktu di tempat wisata;
  • Tidak harus tempat wisata yang sudah terkenal, carilah hidden gem yang ada di sekitar rumah dengan bertanya kepada warga lokal atau berdasarkan percakapan di warung;
  • Berangkatlah sepagi mungkin untuk memaksimalkan waktu berlibur, tapi tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan diri;
  • Jika memungkinkan, berliburlah pada hari kerja atau weekday untuk mendapatkan suasana lebih sepi dan nggak terjebak dalam antrean panjang;
  • Gunakan transportasi umum jika tempat wisata yang dituju memungkinkan agar lebih hemat dan ramah lingkungan. Kalau memungkinkan untuk berjalan kaki atau berlari, lakukanlah karena ini juga menjadi bagian dari "liburan" tersebut.

Micro‑tourism bukanlah tentang sejauh apa kita menjelajah, tapi seberapa bermakna piknik tersebut. Yakinlah bahwa hidden gem ada di sekitar kita, karena traveling itu bukan tentang destinasi, tapi perjalanan dan apa yang kita dapatkan saat liburan. Cari potensi tersembunyi di sekitar rumahmu, yuk! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: