BerandaAdventurial
Jumat, 31 Des 2020 10:20

Mementaskan Budaya Luhur Bulukumba ke Kancah Dunia

Bulukumba dikenal sebagai pembuat kapal yang ulung. (Dok. Metro TV)

Kabupaten Bulukumba masih memegang teguh budayanya. Di sini, Tim Bakti untuk Negeri takjub dengan tradisi yang masih dijunjung tinggi seperti pembuatan kapal Pinisi dan kearifan lokal masyarakat adat Amma Toa. Dengan jaringan internet yang telah memadai, masyarakat Bulukumba bisa mengenalkan budaya luhur ini di mata dunia.

Inibaru.id - Di tepi laut Tana Beru Bulukumba, suara palu yang diketuk ke sebuah kayu sahut menyahut. Dengung mesin amplas yang menggesek permukaan kayu membuat serbuk kayu beterbangan. Rekaman aktivitas itu terpusat di sebuah kerangka kapal yang cukup besar, yakni kapal kebanggaan Bulukumba, Pinisi.

Kabupaten yang juga dijuluki “Butta Panrita Lopi” atau Tanah Pelaut Ulung ini memang terkenal dengan sentra pembuatan kapal Pinisi. Oleh Unesco, Pinisi dinobatkan sebagai “warisan budaya tak benda” pada Desember 2017 silam.

Membuat kapal legendaris ini nggak cukup bermodal keterampilan, Millens. Pengrajin juga harus memiliki nilai kepercayaan. Kedua unsur itu penting untuk membangun kapal Pinisi megah dan aestetik yang bisa menarik minat pembeli. Para pembeli ini nggak cuma datang dari dalam Negeri, lo. Pemasaran kapal Pinisi sudah merambah ke manca negara. Wuih, ikut bangga ya?

Eksotisme Bulukumba. (Dok. Metro TV)<br>

Untuk memasarkan dan berkomunikasi dengan pelanggan, Al Fhiand, pengusaha kapal pinisi, menggunakan internet. Dia memakai email untuk lapor progres pembuatan kapal kepada pemesan. Jadi, para pemesan nggak perlu datang langsung.

“2020 ini sudah laku 4 unit. Ada yang dari Prancis dan Australia,” ujarnya kepada Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri. Menurut lelaki jangkung ini, media sosial juga sangat membantu pemasaran kapalnya.

Pesona Ritual Anynyorong Lopi

Nggak jauh dari kapal Pinisi setengah jadi milik Al Fhiand, suara gandrang yang berpadu dengan alat musik lainnya membuai telinga. Ternyata di sana tengah diadakan upacara Anynyorong Lopi atau peluncuran kapal. Bagi masyarakat Bugis, setelah pekerjaan besar rampung, perlu diadakan syukuran.

Mereka nggak pernah lupa berterima kasih kepada Tuhan yang telah melancarkan semua urusan. Bagian terakhir ritual ini adalah mendorong kapal Pinisi ke laut. Kamu bisa melihat pekerja bahu membahu mendorong badan kapal menuju ke air diiringi irama musik tradisional Bugis.

Deburan ombak yang mulai menyentuh badan kapal dan kaki-kaki para pekerja seolah menjadi penyemangat. Sebentar lagi, kapal bakal menyatu dengan lautan. Ritual ini sungguh bermakna dalam. Nggak jarang upacara ini menarik minat wisatawan ketika di Bulukumba. Hm, sepertinya menarik banget ya?

Dengan adanya internet, mereka berharap Pinisi yang perkasa ini dapat dikenal hingga pelosok negeri. Tampaknya ini bukan sekadar harapan. Kominfo melalui Bakti telah membangun infrastruktur jaringan internet di sini. Sudah ada 145 BTS yang dibangun dan bakal terus ditambah.

Rumah adat di Bulukumba. (Dok. Metro TV)<br>

Internet untuk Amma Toa

Usai mengagumi pembuatan kapal Pinisi, perjalanan Tim berikutnya adalah Kampung Adat Amma Toa. Sekali lagi, Tim dibuat takjub menyaksikan kekayaan budaya di Bulukumba ini. Desa adat ini masih memegang teguh aturan nenek moyang.

Sehelai kain hitam dikalungkan sebagai tanda selamat datang. Tarian adat penyambutan tamu juga digelar. Di sini semua warga mengenakan pakaian serba hitam, tanpa alas kaki, dan tanpa teknologi, termasuk telepon genggam. Untuk menghormati peraturan ini, Tim nggak lagi merekam gambar.

Tapi bukan berarti penduduk hidup terkungkung. Mereka boleh kok pergi keluar untuk melihat kemajuan zaman. Di luar batas larangan, mereka bahkan melakukan promosi kain tenun secara online. Dengan berbagai aplikasi, pemasaran kain tenun ini bisa sampai tingkat internasional. Salut!

Eh, sedikit cerita mengenai tradisi menenun di sini. Semua perempuan di sini wajib bisa menenun. Kalau nggak, mereka nggak bisa menikah. Tenun merupakan budaya luhur yang bukan hanya menghidupi tapi juga warisan yang sangat berharga.

Gimana menurutmu budaya-budaya keren di Bulukumba ini, Millens? (IB28/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: