BerandaAdventurial
Jumat, 29 Mar 2018 18:25

Grojogan Klenting Kuning untuk Libur Panjangmu dengan Keluarga

Grojogan Klenting Kuning, surga tersembunyi di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Semarang. (Inibaru.id/ Hayyina Hilal)

Tenang dan nggak perlu menempuh perjalanan yang sulit, Grojogan Klenting Kuning bakal cocok untuk liburanmu bersama keluarga di akhir pekan panjang yang segera menjelang. Di mana tempatnya?

Inibaru.id – Hey, Millens, sudah tahu mau ke mana liburanmu kali ini? Kalau belum, buat kamu yang tinggal di sekitar Semarang, piknik ke wisata air terjun satu ini mungkin bisa menjadi pilihan. Grojogan Klenting namanya. Terletak di lereng sisi barat Gunung Ungaran dengan udara yang asri, curug (air terjun) satu ini dijamin akan membuat hati siapapun lebih tenang.

Selain menyajikan suasana yang menenangkan hati dan mata, keindahan Grojogan Klenting Kuning terletak pada dinding tebing yang berwarna kuning sehingga seolah airnya juga berwarna kuning. Unik? Tentu saja. Karena alasan ini pula grojogan tersebut dinamai Klenting Kuning.

Diresmikan Bupati Semarang Mundjirin pada 2013 silam, Grojogan Klenting Kuning merupakan salah satu destinasi wisata menarik baru di Kabupaten Semarang yang mungkin perlu kamu tahu. Air terjun ini terletak di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Akses menuju Grojogan Klenting Kuning tidaklah sulit, Millens. Dari Terminal Sumowono, Grojogan Klenting Kuning hanya berjarak sekitar 3 kilometer. Sepanjang jalan juga banyak penunjuk jalan yang bakal menuntunmu ke lokasi. Jadi, nggak perlu takut tersesat deh.

Grojogan Klenting Kuning buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Nah, buat kamu yang butuh suasana sepi untuk menenangkan diri atau menggalau, datanglah pada hari kerja. Suasana di sana memang agak lengang pada hari-hari itu. Pengunjung yang kebanyakan adalah rombongan keluarga memang biasanya memilih berlibur pada akhir pekan.

 

 

gerbangmasuk GrojokanKlentingKuning

Pintu masuk ke perairan Klenting Kuning Grojogan. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Dengan harga tiket masuk yang begitu terjangkau, yakni Rp 5.000, Grojogan Klenting Kuning tentu bakal menarik pengunjung dari pelbagai kalangan. Namun, jangan berharap fasilitas yang begitu besar kalau kamu mengunjungi lokasi wisata yang terbilang tenang ini. 

Baca juga:
Kesejukan Telaga Air Cempaka, Tegal
Ke Borobudur? Jangan Lewatkan Berkunjung Ke Objek Wisata Alternatif di Sekitarnya

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Klenting Kuning, Pujiono, mengatakan, grojogan tersebut memang murni dikelola warga setempat atas dasar pelestarian alam. Biaya mengelola tempat wisata ini hanyalah berasal dari donasi para pengunjung. Inilah yang membuat fasilitas Grojogan Klenting Kuning belum bisa maksimal.

Tiga Grojogan

Grojogan Klenting Kuning hanyalah satu dari beberapa air terjun berdinding keemasan di lokasi wisata tersebut. Sekurangnya ada tiga air terjun di lokasi tersebut, kendati hanya dua yang menonjol. Grojogan Klenting Kuning paling dikenal lantaran ukuran air terjunnya paling lebar dan grojogan-nya yang paling tinggi, yakni antara 8-10 meter, dengan arus yang deras.

Satu grojogan lain yang cukup terkenal adalah Grojogan Klenting Biru yang juga cukup sering dikunjungi wisatawan. Air terjun ini lebih pendek, hanya setinggi nggak lebih dari 5 meter.

Kendati cukup sepi di luar hari libur, Grojogan Klenting Kuning acap kali dikunjungi anak-anak SD yang "belajar" mengenal air. Supinah, penduduk setempat sekaligus pembina anak-anak SD, mengaku sering mengajak anak-anak belajar mengenal air. Selain aman, Supinah mengaku, kondisi air yang masih bersih juga dianggapnya baik untuk anak-anak.

“Ya, ini sangat baik untuk pembelajaran anak-anak SD. Fasilitas di sini juga mulai berkembang,” terangnya.

fasilitasbermaindalamobjwisata

Fasilitas permainan yang ada dalam objek wisata. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Baca juga:
Ketika Kampung Jadi Tempat Piknik di Solo
Ayo Piknik ke Kota Seribu Curug di Purbalingga

Gimana, Millens, kira-kira bisa untuk dijadikan referensi destinasi wisata akhir pekan panjangmu kali ini nggak? Buruan deh persiapkan dirimu, dan selamat berlibur! (HH/GIL)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: