BerandaTradisinesia
Sabtu, 26 Jan 2024 14:00

Tinggal di Pedalaman, ke Mana Suku Badui Berobat?

Warga Badui Luar, Asmin, menunjukkan ramuan herbal penambah stamina. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Suku Badui masih menggunakan cara-cara tradisional dalam mengobati penyakit mereka. Lalu bagaimana cara orang-orang Badui bikin ramuan herbal tersebut? Benarkah mereka nggak diperbolehkan berobat ke dokter?

Inibaru.id - Tinggal di pedalaman kawasan Pegunungan Kendeng, Provinsi Banten dan jauh dari pusat perkotaan, bagaimana cara masyarakat Suku Badui berobat ketika terserang penyakit tertentu?

Suku Badui sebetulnya sama seperti manusia pada umumnya. Mereka juga rentan sakit demam, pusing, diare dan pelbagai penyakit lainnya. Apakah mereka diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan?

Menurut tokoh Suku Badui Dalam, Karmain, dalam menangani permasalahan penyakit ringan, masyarakat Suku Badui masih menggunakan obatan herbal dari tanaman sekitar. Jadi, bukannya membeli obat di apotek, pengobatannya di sana masih menggunakan cara-cara tradisional.

Namun, untuk penyakit-penyakit tertentu, masyarakat Suku Badui Dalam maupun Suku Badui Luar nggak dipermasalahkan jika harus berobat ke layanan kesehatan seperti puskesmas, asalkan telah melalui persetujuan tokoh adat.

"Kami selalu bermusyawarah (penyakit) mana yang bisa dibantu medis, mana yang tidak bisa. Jadi, tidak bisa bebas seperti di luar, karena kami harus patuh pada aturan adat," ucap Karmain.

Daun kiperuh atau daun sendok yang berkhasiat menambah stamina. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Lelaki yang dipercaya sebagai juru bahasa Suku Badui Dalam itu memaparkan, ketersediaan tanaman yang dijadikan ramuan obat-obatan herbal di hutan ulayat (hutan bersama masyarakat adat) sangat melimpah. Bahkan ada masyarakat yang menanam jenis tanaman tertentu di sekitar perkarangan rumah.

Karmain lalu membeberkan beberapa khasiat tanaman seperti daun kaca piring yang bisa menyembuhkan penyakit demam, serta daun jambu batu yang mampu mengatasi penyakit diare.

"Ramuan obat-obatan herbal, misalkan untuk sakit kepala dan sering buang air besar sudah dikasih tahu secara turun-temurun. Dari ayah ke anak, anak ke cucu," jelasnya.

Rutin Konsumsi Ramuan Herbal

Ramuan herbal dari daun sendok. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Sebelum melakukan aktivitas berat seperti pergi ke ladang, Warga Badui Luar, Asmin, rutin setiap pagi mengosumsi ramuan penambah stamina dari daun kiperuh atau daun sendok.

Cara membuatnya sangat sederhana yaitu dengan memetik beberapa daun sendok, lalu memasukkannya ke dalam gelas berisikan air hangat. Setelah didiamkan beberapa menit, ramuan penambah stamina tersebut bisa langsung diminum. Menurut Asmin, rasanya memang pahit tapi khasiat untuk tubuh nggak bisa diragukan lagi.

"Selain buat penambah stamina, (ramuan) daun sendok bisa untuk digunakan ketika meriang, pegal linu dan asam urat," ujar Asmin.

Sementara itu, jika lelaki yang juga berprofesi sebagai guide lokal itu mengalami penyakit ringan seperti batuk, ramuan dari tuak awi tepus bisa jadi peredanya.

Nah, sudah terjawab, kan? Jadi, masyarakat Suku Badui ini lebih mengutamakan ramuan herbal terlebih dahulu ketika mereka sakit. Sebuah kebiasaan yang bisa banget kita tiru ya, Millens? (Fitroh Nurikhsan/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: